• MAJALAH SINARANProduk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
  • KADER DAKWAHKader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
  • ARAHAN PAK YAIPengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
  • KAJIAN JUM'ATKajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
  • MPAQ Daerah CilacapPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
  • MPAQ Daerah KlatenPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
  • css sliderPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Magelang dsk
  • MPAQ Daerah YogyaPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk
Tampilkan postingan dengan label Kolom Pak Jat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kolom Pak Jat. Tampilkan semua postingan

SELAMAT DATANG ROMADLON

( Dinukil dari Kitab MINHAJUL MUSIM karya Syeikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi ).

Alhamdulillah, Romadlon akan datang lagi, dan sebagai hamba yang percaya bahwa hidup adalah untuk IBADAH, maka inilah saatnya mengoptimalisasi ibadah lantaran nilai yang sangat tinggi dijanjikan Allah untuk orang yang berpuasa dengan berbagai kembangannya.
Puasa menurut syariat adalah menahan diri dengan niat ibadah dari makan, minum dan berhubungan biologis, dan semua yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.

KEUTAMAAN PUASA DAN MANFAATNYA,
  1. Sebagai perisai dari api neraka, dan akan dijauhkan wajahnya dari api neraka sejauh 70 tahun ( waktu akhirat ) setara 70.000 tahun waktu dunia.
  2. Menghapus dosa ( kecil ) antara waktu Romadlon, 
  3. Doa tidak akan tertolak, ketika sedang puasa sampai saatnya berbuka  ( dengan catatan doa dikabulkan dengan  keadaan, bisa dituruti seperti apa yang didoakannya, bisa diganti dengan dijauhkan dari marabahaya setara doanya, dan bisa juga disimpan di akhirat, dan hal ini akan sangat menggembirakan kita dibanding pertama dan kedua ).
  4. Akan memasuki surga dengan pintu khusus, yaitu pintu AR ROYYAN.
  5. Saat Romadlon setan-setan akan dibelenggu, pintu neraka ditutup serta pintu-pintu surga di buka lebar-lebar.
  6. Puasa akan menjadikan orang bertambah SABAR, keadaan yang sangat bagus menjalin kehidupan ini ( dengan sabar ), kesabaran juga tercermin dari pengendalian diri akan menjadi lebih baik.
  7. Membiasakan keteraturan hidup, bersatu dalam bentuk-bentuk ibadah seperti tarawih, cinta keadilan dan persamaan, membentuk perasaan kasih sayang dengan sesama, akhlaq untuk berbuat baik dengan sesama, melindungi masyarakat dari keburukan dan kerusakan.
  8. Menjadi lebih sehat, badan bersih, ringan, membersihkan lambung dan usus-usus.

KEWAJIBAN PUASA ROMADLON,
Puasa Romadlon diwajibkan berdasar dalil Al-Qur’an surat Al-Baqoroh : 185,   “ Beberapa hari itu ialah bulan Romadlon, bulan yang didalamnya diturunkan permulaan Al- Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda, barangsiapa diantara kalian hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu “
Sabda Rasulullah  “ Tali Islam dan kaidah agama ada tiga, dan Islam dibangun diatas ketiganya, Barangsiapa meninggalkan salah satunya IA KAFIR dan HALAL DARAHNYA, ketiga hal tersebut adalah kesaksian bahwa tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, sholat wajib dan PUASA ROMADLON  ( dari Abu Ya’la ).

AMALAN-AMALAN UTAMA DI BULAN ROMADLON  :

  1. Saatnya menghitung ZAKAT, karena hitungan zakat adalah tahun Hijriyah maka Romadlon adalah saat yang tepat, disamping yang penting beramal di bulan ini pahalanya akan berlipat.
  2. SEDEKAH,  khususnya memberi makan / minum kepada orang yang berbuka puasa, karena pahalanya setara dengan orang yang berbuka diberi makan / minum itu.
  3. QIYAMUL LAIL,  sesuai penetapan Khalifah Umar bin Khoththob maka qiyamul lail dilakukan setelah sholat Isya, disini orang menyebut TARAWIH BERJAMAAH DI MASJID.
  4. MEMBACA AL QURAN, Rasulullah memperbanyak membaca Al-Qur’an di bulan Romadlon dengan disimak malaikat Jibril, karena hadits Rasulullah, “ Puasa dan Al Quran membeir syafaat kepada seseorang di hari kiamat, Puasa berkata Ya Allah, aku melarangnya makan dan minum, Al Qur’an berkata  Ya Allah aku melarangnya tidur di malam hari , maka izinkanlah KAMI memberinya syafaat “  HR. An Nasa’i dan Ahmad .
  5. I’TIKAF, yaitu berdiam diri DI DALAM MASID dengan niat untuk bertaqorrub kepada Allah dengan kegiatan sholat, dzikrullah, membaca Al-Qur’an dan tholabul ilmi. Rasulullah biasa ber I’tikaf di sepuluh hari terakhir Romadlon. Sedangkan kita minimal sehari semalam beri’tikaf.
  6. UMROH, karena umroh dibulan Romadlon seperti haji bersama Rasulullah.

PENETAPAN BULAN ROMADLON :
Di dalam sistem Islam hanya dikenal dengan dua cara :

  1. MENGGENAPKAN bulan sebelumnya, apabila hari mendung, maka Sya’ban digenapkan 30 hari.
  2. MELIHAT BULAN  SABIT, inilah cara syar’i.

Selain dua sistem ini tidak pernah dikenal dalam Islam, meskipun kemajuan zaman sudah sangat modern dan manusia dengan mudah menetapkan HITUNGAN tanggal, namun syara’ telah menetapkan dengan MELIHAT atau MENGGENAPKAN.

HR MUSLIM,  “ Jika kalian MELIHAT bulan sabit, maka puasalah, dan jika kalian melihat bulan syawwal maka berbukalah, jika langit mendung maka genapkanlah jumlah tiga puluh hari “.
Alasan membuat HITUNGAN – me ru’yat, karena Rasulullah waktu itu UMMI sangat tidak beradab, dan tidak sesuai dengan ketentuan syara’.

SYARAT PUASA, puasa diwajibkan bagi orang muslim yang berakal dan sudah baligh, dan untuk wanita ditambahkan bersih dari haid dan nifas.

MUSAFIR, Jika seorang muslim melakukan perjalanan sejauh jarak QOSHOR sholat, yaitu sejauh 80 km ( kalau Imam syafii ), atau 48 Mil ( kalau Imam Ahmad ), maka Allah memberi rukhsoh ( keringanan ) untuk tidak berpuasa, tetapi dihitung sebagai HUTANG yang harus dibayar setelah Romadlon. Namun jika musafir tidak menemui kesulitan untuk berpuasa maka hal itu baik baginya.

ORANG SAKIT,  Jika sakitnya tidak menyulitkan untuk berpuasa maka sebaiknya tetap berpuasa, tetapi jika sakitnya berat maka boleh tidak berpuasa, apabila diharapkan ada kesembuhan maka wajib baginya untuk membayar puasa setelah sembuh, namun jika harapan sembuh tidak ada maka baginya wajib FAIDYAH.  All Baqoroh : 184.

Demikian juga untuk orang yang lanjut usia.
WANITA HAMIL DAN MENYUSUI, Jika dikhawatirkan keselamatan ibu dan bayinya, maka boleh dia tidak berpuasa, dan WAJIB mengganti dihari lainnya.  Dan jika dia berkecukupan maka sangat baik dia juga membayar FIDYAH  ( dan juga membayar puasanya), hal ini lebih besar dan sempurna pahalanya.

Deikian semoga kita bisa menyambut Romadlon tahun ini dengan kegiatan ibadah yang benar sesuai dengan Rasulullah ( ittiba’) dengan niat yang ikhlas, InsyaAllah………….
Bagaimana dengan anda ???

Ditulis Oleh

Author
HM. Jatmiko, Ch
Dewan Pengawas MPAQ
Nantikan tulisan Pak Jat berikutnya, hanya ada di www.mpaqpusat.com

INFAQ FI SABILILLAH

Secara umum arti infaq adalah NAFKAH, kalau arahnya ke sabilillah atau kepada jalan Allah,  maka segala nafkah yang dibelanjakan untuk kepentingan fi sabilillah, Q.S. Al Baqoroh : 3.
Dibagi dari segi kepentingan dan hukumnya, maka bisa dikategorikan :

  1. NAFKAH, hukumnya WAJIB, tidak ada ketentuan haul ( lama waktu ) dan nisob ( jumlah minimal ), yang mendasari adalah karena STATUS, bisa karena status suami wajib menafkahi istri-istrinya, status ayah menafkahi anak-anaknya, status anak menafkahi orang tuanya yang sudah sepuh ( dan orang tua juga meliputi paman dan bibi ). Jumlahnya sekemampuannya, di afdlolkan sesuai dengan kondisi dari obyek yang dinafkahi sebelumnya, seperti suami menafkahi istri afdlolnya seperti atau lebih dari ketika istri masih gadis ( maka disarankan mencari istri yang kondisi lebih dibawah suami dari pada sebaliknya, kecuali memang mertua berkehendak membantu ).
  2. ZAKAT, hukumnya WAJIB dengan memakai ukuran haul ( jangka waktu ) dan nishob ( jumlah minimal ), sehingga orang yang memiliki harta sudah haul jangka waktu satu tahun bagi segala profesi, atau panen bagi petani, atau berkembang ternaknya melebihi nishob bagi peternak, dan sudah mencapai nishob maka baginya wajib zakat. Dengan jumlah sedikit sekali hanya 2,5 % bagi rata-rata segala profesi, atau 5 % bagi petani yang airnya membeli dan peternak dengan ketentuan khusus. Zakat juga di tasyarufkan dengan jangkauan terbatas, dengan batasan 8 ashnaf, dan harus habis pada periode tahun tertentu, obyek pentasyarufan zakat adalah ORANG.
  3. INFAQ, nafkah untuk kepentingan agama, segala kepentingan agama dibiayai dari uang Infaq, namanya infaq fi sabilillah, sehingga mulai dari sekedar membeli kapur tulis bagi TPA, membangun masjid dan lembaga pendidikan, sampai membangun ANGKATAN BERSENJATA di dalam Islam dibiayai dengan uang infaq, maka hukumnya WAJIB ketika Islam membutuhkan, jumlah tidak ditentukan, sampai tercukupi kebutuhan kepentingan Islam tersebut.
  4. SHODAQOH, adalah harta sosial dikeluarkan untuk sasaran pemberian kepada orang, dan disaratkan orang YANG SHOLAT, karena orang yang tidak sholat tidak layak mendapat harta Allah – shodaqoh.
  5. WAKAF, harta abadi untuk kepentingan Islam dan kemasyarakatan, mulai membangun masjid, sekolahan, membangun sumur, jalan dan lain-lain, bisa dibiayai dengan uang wakaf, asal obyeknya abadi.

Didalam praktek Islam, dari kelima hal diatas, maka pribadi Islam akan serius menangani semuanya, tetapi di dalam persoalan jumlah maka harus benar-benar serius menelisik kepentingan INFAQ ( kebutuhan Islam dan ummatnya ) serta wakaf ( yang akan menjadi harta abadi sepanjang zaman ).
USTMAN BIN AFFAN, sebagai tauladan……..

Beliau mewakafkan tanah di dekat masjidi Nabawi di Madinah, sampai sekarang masih ada menjadi hotel bertaraf internasional, sehingga hasil wakaf sahabat Ustman masih bisa bermanfaat, selain untuk kepentingan merawat masjid Nabawi juga untuk kepentingan gerakan sosial.

Apalagi kalau dilihat dari segi INFAQ - nya Utsman bin Affan, salah satu contoh adalah ketika PERANG TABUK, pertempuran yang diikuti oleh 30.000 pasukan Islam, yang akan melawan 120.000 pasukan Romawi. Dengan jarak tempuh empat hari empat malam dari Madinah, maka tentu saja dibutuhkan perbekalan yang tidak sedikit, salah satunya dari sahabat Utsman ketika diseru Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam untuk berinfaq, maka Utsman :
  1. Membawa uang 1.000 dinar setara dengan 4,25 kg emas,  nilainya jika emas harga Rp. 500.000,- / gram = Rp. 2.125.000.000,-  ( Rp. 2 Milyard lebih ), dan ketika Rasulullah berseru  ‘ Apakah ada yang akan infaq lagi ?’, 
  2. Utsman membawa 960 kuda perang, kemudian ditambah dengan 60 ekor unta perang yang tentu saja harganya selangit, apalagi setiap hewan perang itu sudah dilengkapi dengan segala perlengkapan dan perbekalan perang, kalau dirupiahkan 1 unit hewan perang berharga  Rp. 100 juta, maka nilainya Rp. 100 Milyard. Ketika diseru ‘ apakah ada yang infaq lagi ?‘,
  3. Utsman membawa emas lagi sebanyak  40 kg lebih senilai Rp. 20 Milyard.

Bayangkan siapa ummat yang bisa melawan sahabat dalam berinfaq seperti ini ( dalam satu kesempatan ), digelontorkan infaq oleh sahabat Utsman Rp. 122 Milyard lebih.

Meskipun pada waktu yang sama ada juga seorang sahabiyah yang karena tidak memiliki apa-apa beliau rela mengerahkan tenaganya untuk mengambil upah mengisi gentong-gentong air semalam suntuk dengan upah dua karung kurma, maka yang sekarung dibawa pulang dan yang sekarung diinfaqkan, bayangkan 50 % hasil usahanya diinfaqkan.

Kembali ke cerita sahabat Utsman, suatu ketika Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa salam menyerukan barangsiapa membeli sumur dari seorang Yahudi, maka dia akan masuk surga, maka tanpa pikir panjang Utsman langsung ber wakaf sumur itu seharga Rp. 5 Milyard, mendahului sahabat-sahabat yang lain.

Suatu ketika masa paceklik, dan Utsman radliyallahu ‘anhu, sedang mengimport bahan makanan dari luar negara Madinah dengan armada seribu unta, maka Yahudi dan munafik sudah bersiap menyambut diluar kota dan akan membeli dagangan Utsman, maka terjadilah tawar menawar sampai Yahudi menawar sepuluh kali lipat dari harga umum, dan Utsman tidak bergeming, tetap mempertahankan dagangannya, karena ada yang lebih memberi keuntungan sampai 700 kali lipat, katanya. Maka para Yahudi itu pun tercengang bagaimana mungkin barang dagangan mendapatkan untung jika harga beli sudah lebih dari 10 kali lipat ( apalagi sampai 700 kali lipat), apa yang terjadi ?, ternyata Utsman MENSHODAQOHKAN seluruh barang dagangan yang diimport tadi, lengkap dengan armada untanya,  dan saat itu selama sebulan Madinah sama sekali tidak mengalami kesulitan bahan pangan, dan Yahudi pun gigit jari lantaran sudah malu bersiap menaikkan harga-harga, ternyata harga-harga akhirnya malah turun drastis, karena adanya shodaqoh Utsman bahan makanan 1.000 unta.

Bagaimana dengan INFAQ sahabat lainnya ?, tentu saja tidak kalah dahsyatnya, sehingga negeri Islam bisa tegak berjaya karena INFAQ FI SABILILLAH benar-benar tegak membiayai seluruh masalah kenegaraan dan kemasyarakatan ummat Islam.
Bagaimana dengan anda ???



Ditulis Oleh

Author
HM. Jatmiko, Ch
Pimpinan BIAS Jogja & YAUMMI Pati
Nantikan tulisan Pak Jat berikutnya, hanya ada di www.mpaqpusat.com

Membela Ulama

20 tahun yang lalu, ketika BMT mulai berjalan, atas inisiatif DDR – Dompet Dhuafa Republika – diadakan pertemuan dengan Adi Sasono – Menteri Koperasi waktu itu. Diantara info yang mencuat adalah adanya KESERAKAHAN orang-orang Cina untuk menguasai tanah, sehingga tanah disekitar jalan tol Cikampek – Jakarta di sekitar PT. Pupuk Kujang – tempat diselenggarakannya pertemuan – sudah tidak ada lagi tanah kosong, bahkan PT. Pupuk Kujang yang berkeinginan meluaskan pabriknya, sebagai BUMN saja sudah tidak bisa, hal ini 20 tahun yang lalu. Maka tidak terkejut ketika SEKARANG ada data valid bahwa tanah di Jakarta 80 % sudah dikuasai oleh 0,2 % penduduk dan mayoritasnya dari golongan Cina.

MENGENAL TOKOH IDOLA,

ABU DZAR AL GHIFARI  -  Tokoh gerakan hidup sederhana.
GHIFAR adalah suatu kabilah atau suku yang sangat terkenal berkemampuan mengembara dengan menempuh jarak yang sangat jauh di semenanjung Arabia. Dan mereka terkenal sebagai suku yang ganas, sehingga kalau ada suku lainnya jatuh ke tangan suku ghifar maka tidak ada ampun, akan terjadi pembantaian.

Ketika  Islam baru saja bergerak dengan sembunyi-sembunyi, masih bersifat pembinaan rahasia di rumah Al-Arqom, maka disaat itulah ABU DZAR datang ke Mekah dengan menempuh perjalanan yang sangat jauh, dan apabila diketahui orang dia akan bertemu Muhammad pasti akan dibantai, oleh orang Quraisy.

Peran Ayah

Dengan bersungut-sungut lantaran frustasi, pak Nido seorang karyawan karir yang sukses menumpahkan kegundahan hatinya  “ Buat apa aku membanting tulang, kalau hasilnya hanya begini ? “,  setelah mengetahui anak laki-laki semata wayangnya telah kecanduan narkoba.

Penyesalan MEMANG sering datang terlambat.
Keluarga sering menumpahkan urusan pendidikan anak kepada ibu, sehingga seluruh masalah hanya menjadi beban seorang ibu, sedang ayah cukup menjadi pencari uang dan urusan luar rumah. Meskipun ada saja rumah tangga yang membebani ibu mencari uang, namun tetap saja pendidikan anak lebih tertumpu kepada ibu. 

MPAQ Siapa Yang Punya?

Tidak terasa, majalah kita SINARAN akan memasuki tahun KEEMPAT, setelah 35 bulan terbit rutin setiap bulan, digerakkan dan dikomandani para petinggi MPAQ.

Terasa renyah, ketika kita ada media untuk menyambung ide-ide serta visi dan misi dakwah yang kita emban, bahwa dakwah kita adalah dakwah tauhid, ahlus sunah wal jama’ah.

Sedangkan di daerah berkibar bendera kelompok-kelompok ngaji yang di asuh secara transferan, dari kajian dengan Bapak KH. Abdul Wahid Hasyim, kemudian kepada generasi Majlis Syuro dan kelompok senior, kemudian mengalir ke daerah-daerah, melalui wadah Majlis Pengkajian Al-Qur’an dan Sunnah – MPAQ.

Di daerah, telah lebih dahulu ada dan menjadi penguat MPAQ adalah gerakan pendidikan Islam Terpadu yang di kita bertajuk Sekolah Islam Berwawasan Internasional – SIBI, dimana Internasionalnya ?, Ya….. di pendidikan tauhid yang merupakan pendidikan universal, pendidikan yang mendunia, bukan sekedar cas cis cus bahasa asingnya. Dan melalui SIBI pula MPAQ juga berkembang dengan melalui jalur ustadz-ustadzah, orang tua siswa- siswi dan masyarakat umum, tidak dilupakan adalah dai dai cilik kita yang merupakan siswa-siswi dari Balita, Play Group, TK , SD , SMP sampai SMA, kompak menyuarakan dakwah tauhid yang di Indonesia masih sangat memprihatinkan.

Maka di daerah-daerah kekuatan SIBI difokuskan pada YAYASAN, merekalah yang akan menata ruwet rentengnya urusan persekolahan, dari mulai urusan soft ware sampai hard ware nya, dan merekalah yang bertanggung jawab sebagai pemilik sekolahan. Sedangkan MPAQ tumbuh dalam bentuk PERKUMPULAN dengan badan hukum tersendiri, karena memang MPAQ harus lebih konsentrasi kepada dakwah yang lebih meluas (dibanding hanya urusan sekolahan ), karena :

Pertama,  tumbuh suburnya gerakan thoriqot yang menjadikan agama ini penuh warna dengan  Tahayyul – Bid’ah – Churofat  yang beraneka ragam, yang di tahun 1912 M pernah digagas oleh KH. Ahmad Dahlan melalui gerakan Muhammadiyah untuk di edukasi. Namun sekarang gema gerakan anti TBC sudah luntur karena sekulerisasi, orang lebih cenderung memelihara kebersamaan dan persatuan meskipun dengan landasan kehancuran Islam, sehingga orang yang teguh dengan aqidah salafus sholeh akan di cap sebagai merusak persatuan dan kesatuan bangsa, tidak toleran dan lain-lainnya.

Kedua, tumbuh suburnya gerakan sekulerisasi  terutama karena melalui gerakan pendidikan yang dibiayai negara hingga 20 % setara Rp. 400 Trilyun, sehingga berbondong bondong orang berpikiran tentang agama persis seperti  SNOUK HORGROUNYE yang meresepkan untuk menghancurkan Islam memang melalui sekulerisasi kehidupan ini, dan berhasil, sehingga orang berbondong-bondong setiap waktu hanya membicarakan duit, duit dan duit ( dunia ), bicara agama sangat terbatas sekali, dipojok-pojok masjid dan hanya di sedikit waktu. Islam bukan digunakan menjadi resep kehidupan dan penyelesai masalah. Bahkan banyak anak Kyai yang ikut tercebur di pola pedidikan sekuler dengan melanjutkan sekolah di Amerika atau Kanada, yang memang dibiayai mereka ( negara barat ) untuk semakin membuat Islam terpuruk.

Maka gerakan MPAQ adalah harapan,
Dan harapan terbesar kita agar seluruh anggota tidak dihinggapi ideologi Thoriqot yang mengelu-elukan segala yang bersifat ghoib dari seseorang menjadi idola kehidupan, dan juga tidak jatuh kepada sekulerisasi yang mengelu-elukan dunia seakan menjadi tujuan hidupnya.

MPAQ adalah harapan, agar masyarakat kembali kepada fitroh diturunkannya setiap Rasul yaitu menyuarakan ketauhidan, menyuarakan keesaan Allah di dalam uluhiah, rububiyah, asma dan sifatnya, dengan merujuk kepada sunah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan pemahaman sahabat shalafus sholeh. Dan hal ini bisa terjadi manakala ummat ini dibawa pada tataran Islam dengan landasan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah, dengan pemahaman sahabat, karena beliau-beliaulah yang terjamin selamat di dunia dan di akhirat.

SALAH BESAR begitu ada pernyataan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunah sesuai pemahaman sahabat, terus pikirannya lari kepada pergi haji naik unta, salah besar, karena para ulama telah merumuskan usul fiqh.
  1. Dalam masalah agama, yang urusannya dosa / pahala, ibadah atau tidak ibadah, urusannya surga atau neraka, kita berprinsip  “ HARAM  melakukan selama tidak ada PERINTAH. “
  2. Dalam masalah dunia, sarana hidup, baik buruk, enak tidak enak, maka berlaku prinsip  “ HALAL melakukan segala sesuatu selama tidak ada LARANGAN “.
Pengikut Imam-Imam Madzhab yang 4 pasti memahami masalah dasar pengambilan hukum seperti diatas, jadi misalnya naik haji, maka :
  1. Ber-Ihrom, Thowaf, Sya’i, di Padang Arofah, melempar jumroh, mabit di Mina, menetapkan tanggal 1 Dzulhijjah dengan MELIHAT bulan  agar tepat 10 Dzujhijjahnya, semuanya adalah persoalan IBADAH, maka berlaku hukum ( 1 ), harus persis sesuai Rasulullah, tidak boleh ada penyimpangan, seperti berangkat di adzani tidak ada contoh, tiap malam dibacakan yasin di rumah yang berhaji tidak ada contoh, maka harus ditinggalkan karena perasaan orang mengadzani atau membacakan yasin adalah ibadah, jadi seolah urusannya pahala.
  2. Namun urusan naik pesawat, naik bus AC, pondokan menanti waktu haji dan lain-lain sampai urusan belanja adalah urusan dunia, silahkan berkreasi dengan memperhatikan larangan, seperti boros, tidak berihtilath dan lain-lainnya.

Hal-hal diatas sekedar contoh, sehingga seluruh anggota MPAQ memahami agama dengan cara benar, seperti para salafus sholeh, meskipun kita jauh dari mereka dalam kwalitas dan kuantitas amal, sebagaimana sabda Rasulullah  “ Infaqnya para sahabat satu mud emas, tidak akan bisa ditandingi dengan Infaqnya orang sekarang meskipun sebesar gunung uhud “. Sehingga jangan malah beragama seenaknya dengan mengikuti pola thoriqot atau sekuler.

Dan MPAQ pun berkibar dimana-mana, tentu saja sangat tergantung dengan para anggotanya di dalam kerajinan mengkaji Al-Qur’an dan beramal sholeh, dan yang kita tonjolkan pada era sekarang adalah amal sholeh dalam wujud infaq fi sabilillah, yang dikalangan Islam masih sepi dari pengamalnya, sedang di agama lain sangat gencar melakukannya.

Tentu saja tidak bisa dielakkan, peran para pengurus untuk pengaturannya agar gerakan pengkajian Al-Qur’an dan amal sholeh infaq terus berkibar, dengan menejemen sederhana di setiap kabupaten ada MPD - Majlis Pengurus Daerah yang mengkoordinir gerakan di kabupaten / kota / daerahnya.
SELAMAT MENIKMATI SINARAN, SELAMAT BER MPAQ………..KITA SEMUA PEMILIK MPAQ.

Bagaimana dengan anda ?
( Menyambut kemandirian yayasan BIAS di masing-masing daerah, dan bersatunya MPAQ dalam wadah perkumpulan – sebagai organisasi kemasyarakatan – Ormas perkumpulan ).


Ditulis Oleh

Author
HM. Jatmiko, Ch
Dewan Pengawas MPAQ
Nantikan tulisan Pak Jat berikutnya, hanya ada di www.mpaqpusat.com

KONTROVERSI INDONESIA

Merenungi arti Hari Kebangkitan dan Pendidikan Nasional 
Tahukah anda, sejak zaman penjajah sampai detik ini kita dan negara kita masih dikangkangi penjajah, lontaran kedaulatan rakyat hanyalah penghias bibir semata, sedangkan kenyataannya baik secara ekonomi, apalagi politik kita masih sangat tergantung dengan asing dan orang asing.

Tengoklah penetapan Hari Kebangkitan Nasional ( dan Hari Pendidikan Nasional ), AWAL ABAD 20, tahukah kita kalau secara nasional sudah didirikan ”DJAMIAT KHAER”, organisasi pendidikan sosial yang didirikan oleh bangsawan Arab Yaman dan bertujuan membantu bangsa Indonesia dari penindasan Belanda, yang kemudian mendukung sepenuhnya berdirinya SERIKAT DAGANG ISLAM, jauh sebelum Budi Utomo lahir.

Dari namanya saja sudah kelihatan Boedi Oetomo lahir untuk menyaingi gerak Djamiat Khaer ( yang artinya sama-sama jamaah yang baik ) atas inisiatif HENK SNEEVLIET dari Partai Sosialis Belanda, dan disambut oleh para priyayi dan orang-orang “ terdidik “ versi Belanda yang tentu saja sangat Belanda sekali, khususnya dari Mahasiswa di SCHOOL TOP OPLEIDING VAN INDISCHE ARTSEN – STOVIA -, yang tentu saja merupakan putra putri antek Belanda - karena bisa sekolah sampai ke STOVIA, dengan pengurus semuanya PEJABAT NEGARA ( seperti Bupati ) yang mana mungkin mereka mau menentang Belanda karena sudah menjadi sandaran hidupnya, memang bertujuan menyaingi gerak Djamiat Khair.

Sehingga sampai Kongres mereka di Solo tanggal 06 - 09 April 1928, masih MENOLAK CITA-CITA PERSATUAN INDONESIA, sementara ratusan organisasi bumi putera yang rata-rata dari para santri telah sepakat dengan SOEMPAH PEMOEDA 1928 pula.

Maka kita perlu tersenyum kecut orang berkoar-koar tentang kebangkitan nasional dari lahirnya organisasi yang sangat Belanda dan hanya bercita-cita kemakmuran priyayi jawa saja. Demikian juga dengan Hari Pendidikan Nasional.

Lihatlah back ground Ki Hajar Dewantoro yang merupakan priyayi kraton dan gerak juangnya yang tidak meng-Indonesia, yang tentu banyak bersentuhan dengan Belanda, ( Alhamdulillah pada akhirnya beliau menjadi anggota Serikat Islam), mengapa tidak KH. Wahid Hasyim dengan Nahdlatoel Oelama’-nya atau KH. Ahmad Dahlan dengan Moehammadiyah-nya, yang memang pejuang asli dari pribumi dan tidak bersentuhan dengan Belanda dengan kapasitas lembaga pendidikan yang me-nasional, yang dijadikan Hari Pendidikan Nasional ?

Kontroversi kedua, ditetapkannya huruf latin menjadi huruf nasional, sehingga jutaan warga yang sudah sangat mahir dengan tulisan arab pegon menjadi berstatus buta huruf, dilanjutkan dengan pendidikan formal adalah pendidikan warisan Belanda, sehingga elite-elite masyarakat adalah yang dekat dengan Belanda, jutaan santri yang sangat cerdas dan santun dibelantara Indonesia pun tersisih, atau ikut arus pendidikan sekuler. Nenek penulis yang namanya diabadikan untuk yayasan dan termasuk orang pintar dagang dan guru ngaji waktu itu, tiba-tiba dianggap pemerintah BUTA HURUF karena tidak bisa baca huruf latin, padahal selain ahli dagang beliau juga mengajar kajian kemana-mana.

Kontroversi ketiga, tengoklah hari-hari dalam seminggu, apa artinya Senin, apa artinya Selasa, apa artinya Rabu dan seterusnya sampai Sabtu, semua adalah istilah Islam dari Isnen, Tsalasa, Arba’a dan seterusnya, namun ketika mulai AHAD ?, yang terjadi adalah diganti Minggu dan kita tidak paham artinya, hanya yang kita tahu instansi-instansi resmi diliburkan, sekedar menghormati hari ibadah Belanda.

Kontroversi Keempat, adanya dasar Negara Pancasila yang menjamin Kerakyatan yang dipimpin oleh HIKMAH, KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN, semua istilah Islami, dimana di awal kemerdekaan banyak tokoh-tokoh bangsa dari para santri yang bisa mewarnai parlemen menjadi tersingkir karena berganti menjadi DEMOKRASI, yang arahnya adalah demokrasi sembako, sedangkan para santri tidak terlatih dengan budaya sogok menyogok seperti praktik kotor selama ini, dan kalau seseorang sudah berbicara dan bertindak secara DEMOKRASI / TIS seolah sudah HORDUG/ sudah hebat padahal melanggar konstitusi Negara Pancasila.

Kontroversi kelima, akhirnya sumber dari sumber masalah adalah keberadaan KUHP yang untuk mengatur dan mengendalikan bangsa ini masih 100 % Belanda. Dasar yang dipakai dari WETBOEK VAN STRAFRECH VOOR NEDER LANDSCH yang landasannya KATOLIK, dipakai untuk bangsa mayoritas Muslim, padahal akan gampang sekali MENGGANTI menyusunnya dengan kompilasi hukum yang berdasar Al Qur’an dan Sunah dengan hukum yang sangat sederhana, simple, murah dan tidak bertele-tele, karena misalnya masalah PIDANA ketika seseorang membunuh orang lain, maka fungsi Polisi / Jaksa/ Hakim akan kehilangan pekerjaan ( dan tentu saja pendapatannya ), bagaimana tidak karena urusan pidana demikian akan diselesaikan oleh yang berperkara sendiri dan Qodli hanya sebagai penentu, sehingga hukumannya bisa DIBALAS BUNUH, bisa diampuni dengan memberi diyat / denda yang jika tidak mampu negara wajib membayarkan, yang kalau sekarang dinilai sekitar Rp. 1,5 Milyard, apa tidak beres urusan. Bukan seperti sekarang ketika hukum sudah di urus Polisi urusan akan menjadi panjang apalagi kalau sudah masuk pengacara, sampai ke Jaksa dan baru Hakim, berapa anggaran yang resmi dan tidak resmi dikeluarkan, yang kalau ada ketetapan diberi hukuman berapa pun akan tetap dianggap tidak adil oleh keluarga korban.

Dan era sekarang ketika Belanda dan para anteknya sudah tidak begitu berpengaruh, bergantilah Orde dengan Orde Baru, dimana anak-anak cerdas dari bangsa ini dicuci otak di Amerika, sehingga mereka menjadi sangat Amerika, menjual negerinya untuk Amerika, ketergantungan politik dengan Amerika menjadi kiblatnya, sehingga meskipun kita sudah merdeka lebih dari 60 tahun namun kita masih dikangkangi penjajah, keluar dari mulut buaya jatuh ke mulut singa.

Kontroversi keenam, negara mensejahterakan rakyatnya dengan pendidikan gratis dan kesehatan gratis itu sudah jama’ dilakukan oleh negara yang AMANAH, namun apa yang terjadi di Indonesia……?, dengan kepatuhan kepada Amerika serta dikonsultani oleh USAID, dibuatlah sistem penyantunan kesehatan rakyat menjadi BPJS kesehatan ( dan BPJS ketenagakerjaan ), lihatlah konsepnya, bagaimana NEGARA MEMALAK duit rakyatnya, yang jika nanti di tahun 2019 sudah benar-benar memasyarakat, maka Amerika akan ikut masuk di Indonesia, dan bangsa minder waldegh complex ini tentu saja akan menyerahkan RECEHAN duit BPJS ke asuransi-asuransi Amerika dibanding kepercayaannya kepada instansi pemerintah yang sangat rendah.

Demikian juga kontroversi-kontroversi lainnya ( kontroversi ketujuh ), sampai yang remeh temeh seperti berpakaian dengan mengumbar aurat berlaku dimana-mana, bahkan tasyakuran / walimahan menjadi weeding dan lain-lain, sampai masalah besar NARKOBA DAN PORNOGRAPHI, bagaimana kita selalu digiring untuk mengikuti Amerika ( dan antek-anteknya ). Sedangkan untuk merubahnya bukanlah masalah mudah, karena kekayaan negara 80 % dikuasai asing dan orang asing yang rata-rata kaki tangan Belanda / Amerika, yang telah menciptakan perebutan parlemen tidak berdasar Pancasila tetapi berdasar Demokrasi, dan mereka menciptakan dengan cara gampang yaitu dengan membeli suara, yang kembalinya duit sudah mereka genggam baik yang halal maupun yang haram

Bagaimana dengan anda ?

DZIKIR KITA

Dzikir ( yang lisan ) adalah ibadah, maka harus sama persis dengan yang dituntunkan oleh Rasulullah saw, berbeda dengan doa ( permohonan ) dan dzikir yang sifatnya dzikir pribadi, maka kita bebas dalam hal itu. Membuat-buat sesuatu hal yang baru dalam agama adalah bid’ah.

Majalah Sinaran Ed.17
Hal. 2 -4
Tergelitik, ketika di acara MUNAS MPAQ beberapa waktu yang lalu, seorang peserta bertanya kepada Bapak KH. Abdul Wahid Hasyim “ Kalau kita dzikir mengikuti Rasulullah saw, apakah tidak bertentangan dengan Al-Qur’an yang memerintahkan kita DZIKIR YANG BANYAK ? “. Maklum pemahaman dzikirnya sebatas dzikir habis sholat dan dzikir populer lainnya yang seolah sedikit. Dengan tersenyum, pak Kyai menjawab “ Siapa orang sekarang yang kuat dzikir seperti Rasulullah saw? “ , sambil memerintahkan murid ngaji untuk memerinci, yang hasilnya mulai bangun tidur :

  1. Rasulullah saw bangun tidur berdzikir dan berdoa,
  2. Masuk kamar mandi berdzikir,
  3. Akan wudlu berdzikir,
  4. Keluar kamar mandi berdzikir,
  5. Berpakaian berdzikir,
  6. Sholat ( karena sholat sepenuhnya berisi dzikir kepada Allah ), bahkan diriwayatkan kalau sholat lail ( sholat malam ) sampai kaki beliau bengkak ( karena bacaan Al-Qur’annya kadang surat Al-Baqarah, disambung Ali Imron, disambung An-Nisa ),
  7. Usai sholat berdzikir, kemudian berbaring sebentar,
  8. Adzan bergema beliau berdzikir ( menirukan adzan ), dilanjutkan dzikir seusai adzan,
  9. Sholat fajar dirumah adalah sepenuhnya dzikir,
  10. Keluar rumah sambil pamit istri ( banyak riwayat menyebut menciumnya ) sambil berdzikir bismillahi tawakaltu ‘alallaah la chawla wala quwwata illa billaah,
  11. Berjalan ke masjid berdzikir “ Allahumma adzilla au udzlama ……
  12. Mendekati ke masjid berdzikir “Allahummaj’al fii qolbiy nuuron wa fii lisaaniy nuuron waj’al fi sam’iy nuuron waj’al fii bashoriy nuuron waj’al min kholfiy nuuron wa min amamaamiy nuuron, waj’al min fawqiy nuuron wa min tahtii nuuron. Allahumma a’thiniy nuuron. [Ya Allah, berikanlah cahaya di hatiku, pendengaranku, penglihatanku, di belakangku, di hadapanku, di atasku dan di bawahku. Ya Allah berikanlah aku cahaya]” (HR. Muslim no. 763 dan Abu Dawud no. 1340, dari Ibnu Abbas radhiyallaHu ‘anHu)
  13. Masuk mesjid berdoa dan berdzikir,
  14. Sholat tahiyatal masjid,
  15. Nunggu iqomat dipenuhi dzikir,
  16. Sholat subuh sampai selesai,
  17. Kemudian menunggu SYURUQ ( waktu terbitnya matahari ) dengan sepenuhnya berdzikir kepada Allah swt ( sekitar ¾ jam ),
  18. Keluar masjid berdzikir,
  19. Berkeliling mengunjungi istri-istri beliau dan mendoakan adalah dzikir, kemudian
  20. Dzikir masuk rumah.

Sampai disini, jam menunjukan angka pukul 06.00 pagi. Disambung DZIKIR PAGI yang jika dilakoni penulis membutuhkan waktu setengah jam. Baru melakukan aktifitas muamalah selanjutnya.

Maka pertanyaanya, apakah ada ummat Islam yang kuat menjalankan dzikir seperti Rasulullah saw yang sifatnya dzikir lisan, belum lagi ditambah naik kendaraan, dan jika jalan menanjak berdzikir, jalan menurun berdzikir, melihat perubahan fenomena alam dari terang ke mendung berdzikir, turun hujan berdzikir dan seterusnya, apakah ada ummat Islam yang kuat dan lengkap berdzikirnya seperti dzikirnya Rasulullah ?

Salah jalan yang dilakukan mayoritas ummat adalah dengan menafsirkan dzikir yang banyak dari Al-Qur’an berdasarkan akal sendiri ( ro’yu ), sehingga tercipta banyak dzikir yang bermacam-macam dengan diberi fariasi yang bermacam-macam pula, dengan DZIKIRAN, misalnya membaca takbir seribu kali, mengucapkan tahlil lima ribu kali, bahkan ada yang meresepkan hanya kata-kata Allah sebanyak-banyaknya. Bayangkan kalau hal demikian terjadi di masa sahabat, seperti yang pernah diceritakan oleh sahabat Abu Musa Al-Asy’ari di Iran / Kuffah, ketika suatu hari di masjid kedapatan orang orang berkelompok menunggu subuh, dengan dipimpin seseorang maka sang pemimpin meminta anggota kelompoknya untuk mengucapkan “ Takbir 100 kali ! “, maka anggota kelompoknya bertakbir 100 kali, “ Tahlil 100 kali ! “, maka anggota kelompok bertahlil 100 kali, demikian juga ucapan dzikir yang lain DIPIMPIN oleh seseorang dengan dzikir jama’i.

Ketika hal itu dilaporkan kepada Abdullah bin Mas’ud, yang merupakan ulama zaman itu ( zaman akhir sahabat ), maka setelah melihat keadaannya Ibnu Mas’ud marah “ Bagaimana mungkin kalian MEMBUAT AGAMA BARU, sedang baju Rasulullah belum kering ( belum lama melinggal dunia ), para sahabat juga masih banyak yang hidup “, Mereka pun menjawab : “ Kami tidak lain adalah DEMI KEBAIKAN “, dan sampai sekarang pun ketika orang membuat-buat bid’ah agama ini, alasannya juga sama “ untuk membuat kebaikan “,

Bayangkan, untuk hal yang dianggap sepele saja / dzikir jama’I sahabat Ibnu Mas’ud marah sekali dengan pembuat bid’ah, apalagi kalau beliau atau bahkan Rasulullah saw melihat bid’ah yang dilakukan zaman sekarang, dengan 1001 aneka kreasi agama yang bermacam-mcam, apalagi karena pengaruh Thoriqot, dan dengan akal membuat alasanpun sama “ semua untuk kebaikan “.

Maka Allah swt MENGUSIR kebanyakan orang yang ada tanda sama ketika di padang makhsyar sebagai ummat Muhammad saw kelak, dan mau mendatangi telaga Haud / telaga yang jika meminumnya orang sudah tidak akan kehausan lagi setelah bertahun-tahun menunggu pemeriksaan selesai dipadang makhsyar yang sangat terik dan panas, ketika Rasulullah saw menggiring ummatnya untuk bersiap minum telaga haud, maka firman Allah SWT “ Kalian tidak tahu BID’AH yang di ada-adakan oleh mereka sepeninggalmu “, jadi bid’ah akan menjadikan orangnya terusir dari mendekat ke telaga haud di padang makhsyar kelak.

Maka silahkan dzikir sesuai sunah Rasulullah saw saja yang diikuti. Sudah banyak dan sangat menyita waktu tidak sedikit kalau yang dicontohkan hanya bangun tidur sampai dengan jam 06.00 pagi, puluhan dzikir resmi ( dzikir yang sesuai tuntunan Rasulullah saw ) sudah terpampang dengan mudah untuk kita amalkan, tidak perlu membuat-buat sendiri. Sehingga apakah dzikir Rasulullah saw, bertentangan dengan Al-Qur’an yang memerintahkan dzikir yang banyak ? Bagaimana dengan anda ?


Ditulis Oleh

Author
HM. Jatmiko, Ch
Pimpinan BIAS Jogja & YAUMMI Pati
Nantikan tulisan Pak Jat berikutnya, hanya ada di www.mpaqpusat.com