Tidak terasa, majalah kita SINARAN akan memasuki tahun KEEMPAT, setelah 35 bulan terbit rutin setiap bulan, digerakkan dan dikomandani para petinggi MPAQ.
Terasa renyah, ketika kita ada media untuk menyambung ide-ide serta visi dan misi dakwah yang kita emban, bahwa dakwah kita adalah dakwah tauhid, ahlus sunah wal jama’ah.
Sedangkan di daerah berkibar bendera kelompok-kelompok ngaji yang di asuh secara transferan, dari kajian dengan Bapak KH. Abdul Wahid Hasyim, kemudian kepada generasi Majlis Syuro dan kelompok senior, kemudian mengalir ke daerah-daerah, melalui wadah Majlis Pengkajian Al-Qur’an dan Sunnah – MPAQ.
Di daerah, telah lebih dahulu ada dan menjadi penguat MPAQ adalah gerakan pendidikan Islam Terpadu yang di kita bertajuk Sekolah Islam Berwawasan Internasional – SIBI, dimana Internasionalnya ?, Ya….. di pendidikan tauhid yang merupakan pendidikan universal, pendidikan yang mendunia, bukan sekedar cas cis cus bahasa asingnya. Dan melalui SIBI pula MPAQ juga berkembang dengan melalui jalur ustadz-ustadzah, orang tua siswa- siswi dan masyarakat umum, tidak dilupakan adalah dai dai cilik kita yang merupakan siswa-siswi dari Balita, Play Group, TK , SD , SMP sampai SMA, kompak menyuarakan dakwah tauhid yang di Indonesia masih sangat memprihatinkan.
Maka di daerah-daerah kekuatan SIBI difokuskan pada YAYASAN, merekalah yang akan menata ruwet rentengnya urusan persekolahan, dari mulai urusan soft ware sampai hard ware nya, dan merekalah yang bertanggung jawab sebagai pemilik sekolahan. Sedangkan MPAQ tumbuh dalam bentuk PERKUMPULAN dengan badan hukum tersendiri, karena memang MPAQ harus lebih konsentrasi kepada dakwah yang lebih meluas (dibanding hanya urusan sekolahan ), karena :
Pertama, tumbuh suburnya gerakan thoriqot yang menjadikan agama ini penuh warna dengan Tahayyul – Bid’ah – Churofat yang beraneka ragam, yang di tahun 1912 M pernah digagas oleh KH. Ahmad Dahlan melalui gerakan Muhammadiyah untuk di edukasi. Namun sekarang gema gerakan anti TBC sudah luntur karena sekulerisasi, orang lebih cenderung memelihara kebersamaan dan persatuan meskipun dengan landasan kehancuran Islam, sehingga orang yang teguh dengan aqidah salafus sholeh akan di cap sebagai merusak persatuan dan kesatuan bangsa, tidak toleran dan lain-lainnya.
Kedua, tumbuh suburnya gerakan sekulerisasi terutama karena melalui gerakan pendidikan yang dibiayai negara hingga 20 % setara Rp. 400 Trilyun, sehingga berbondong bondong orang berpikiran tentang agama persis seperti SNOUK HORGROUNYE yang meresepkan untuk menghancurkan Islam memang melalui sekulerisasi kehidupan ini, dan berhasil, sehingga orang berbondong-bondong setiap waktu hanya membicarakan duit, duit dan duit ( dunia ), bicara agama sangat terbatas sekali, dipojok-pojok masjid dan hanya di sedikit waktu. Islam bukan digunakan menjadi resep kehidupan dan penyelesai masalah. Bahkan banyak anak Kyai yang ikut tercebur di pola pedidikan sekuler dengan melanjutkan sekolah di Amerika atau Kanada, yang memang dibiayai mereka ( negara barat ) untuk semakin membuat Islam terpuruk.
Maka gerakan MPAQ adalah harapan,
Dan harapan terbesar kita agar seluruh anggota tidak dihinggapi ideologi Thoriqot yang mengelu-elukan segala yang bersifat ghoib dari seseorang menjadi idola kehidupan, dan juga tidak jatuh kepada sekulerisasi yang mengelu-elukan dunia seakan menjadi tujuan hidupnya.
MPAQ adalah harapan, agar masyarakat kembali kepada fitroh diturunkannya setiap Rasul yaitu menyuarakan ketauhidan, menyuarakan keesaan Allah di dalam uluhiah, rububiyah, asma dan sifatnya, dengan merujuk kepada sunah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan pemahaman sahabat shalafus sholeh. Dan hal ini bisa terjadi manakala ummat ini dibawa pada tataran Islam dengan landasan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah, dengan pemahaman sahabat, karena beliau-beliaulah yang terjamin selamat di dunia dan di akhirat.
SALAH BESAR begitu ada pernyataan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunah sesuai pemahaman sahabat, terus pikirannya lari kepada pergi haji naik unta, salah besar, karena para ulama telah merumuskan usul fiqh.
- Dalam masalah agama, yang urusannya dosa / pahala, ibadah atau tidak ibadah, urusannya surga atau neraka, kita berprinsip “ HARAM melakukan selama tidak ada PERINTAH. “
- Dalam masalah dunia, sarana hidup, baik buruk, enak tidak enak, maka berlaku prinsip “ HALAL melakukan segala sesuatu selama tidak ada LARANGAN “.
- Ber-Ihrom, Thowaf, Sya’i, di Padang Arofah, melempar jumroh, mabit di Mina, menetapkan tanggal 1 Dzulhijjah dengan MELIHAT bulan agar tepat 10 Dzujhijjahnya, semuanya adalah persoalan IBADAH, maka berlaku hukum ( 1 ), harus persis sesuai Rasulullah, tidak boleh ada penyimpangan, seperti berangkat di adzani tidak ada contoh, tiap malam dibacakan yasin di rumah yang berhaji tidak ada contoh, maka harus ditinggalkan karena perasaan orang mengadzani atau membacakan yasin adalah ibadah, jadi seolah urusannya pahala.
- Namun urusan naik pesawat, naik bus AC, pondokan menanti waktu haji dan lain-lain sampai urusan belanja adalah urusan dunia, silahkan berkreasi dengan memperhatikan larangan, seperti boros, tidak berihtilath dan lain-lainnya.
Hal-hal diatas sekedar contoh, sehingga seluruh anggota MPAQ memahami agama dengan cara benar, seperti para salafus sholeh, meskipun kita jauh dari mereka dalam kwalitas dan kuantitas amal, sebagaimana sabda Rasulullah “ Infaqnya para sahabat satu mud emas, tidak akan bisa ditandingi dengan Infaqnya orang sekarang meskipun sebesar gunung uhud “. Sehingga jangan malah beragama seenaknya dengan mengikuti pola thoriqot atau sekuler.
Dan MPAQ pun berkibar dimana-mana, tentu saja sangat tergantung dengan para anggotanya di dalam kerajinan mengkaji Al-Qur’an dan beramal sholeh, dan yang kita tonjolkan pada era sekarang adalah amal sholeh dalam wujud infaq fi sabilillah, yang dikalangan Islam masih sepi dari pengamalnya, sedang di agama lain sangat gencar melakukannya.
Tentu saja tidak bisa dielakkan, peran para pengurus untuk pengaturannya agar gerakan pengkajian Al-Qur’an dan amal sholeh infaq terus berkibar, dengan menejemen sederhana di setiap kabupaten ada MPD - Majlis Pengurus Daerah yang mengkoordinir gerakan di kabupaten / kota / daerahnya.
SELAMAT MENIKMATI SINARAN, SELAMAT BER MPAQ………..KITA SEMUA PEMILIK MPAQ.
Bagaimana dengan anda ?
( Menyambut kemandirian yayasan BIAS di masing-masing daerah, dan bersatunya MPAQ dalam wadah perkumpulan – sebagai organisasi kemasyarakatan – Ormas perkumpulan ).
Produk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
Kader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
Pengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
Kajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk

Tidak ada komentar:
Posting Komentar