• MAJALAH SINARANProduk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
  • KADER DAKWAHKader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
  • ARAHAN PAK YAIPengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
  • KAJIAN JUM'ATKajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
  • MPAQ Daerah CilacapPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
  • MPAQ Daerah KlatenPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
  • css sliderPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Magelang dsk
  • MPAQ Daerah YogyaPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk
Tampilkan postingan dengan label Berita MPAQ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita MPAQ. Tampilkan semua postingan

MPAQ Siapa Yang Punya?

Tidak terasa, majalah kita SINARAN akan memasuki tahun KEEMPAT, setelah 35 bulan terbit rutin setiap bulan, digerakkan dan dikomandani para petinggi MPAQ.

Terasa renyah, ketika kita ada media untuk menyambung ide-ide serta visi dan misi dakwah yang kita emban, bahwa dakwah kita adalah dakwah tauhid, ahlus sunah wal jama’ah.

Sedangkan di daerah berkibar bendera kelompok-kelompok ngaji yang di asuh secara transferan, dari kajian dengan Bapak KH. Abdul Wahid Hasyim, kemudian kepada generasi Majlis Syuro dan kelompok senior, kemudian mengalir ke daerah-daerah, melalui wadah Majlis Pengkajian Al-Qur’an dan Sunnah – MPAQ.

Di daerah, telah lebih dahulu ada dan menjadi penguat MPAQ adalah gerakan pendidikan Islam Terpadu yang di kita bertajuk Sekolah Islam Berwawasan Internasional – SIBI, dimana Internasionalnya ?, Ya….. di pendidikan tauhid yang merupakan pendidikan universal, pendidikan yang mendunia, bukan sekedar cas cis cus bahasa asingnya. Dan melalui SIBI pula MPAQ juga berkembang dengan melalui jalur ustadz-ustadzah, orang tua siswa- siswi dan masyarakat umum, tidak dilupakan adalah dai dai cilik kita yang merupakan siswa-siswi dari Balita, Play Group, TK , SD , SMP sampai SMA, kompak menyuarakan dakwah tauhid yang di Indonesia masih sangat memprihatinkan.

Maka di daerah-daerah kekuatan SIBI difokuskan pada YAYASAN, merekalah yang akan menata ruwet rentengnya urusan persekolahan, dari mulai urusan soft ware sampai hard ware nya, dan merekalah yang bertanggung jawab sebagai pemilik sekolahan. Sedangkan MPAQ tumbuh dalam bentuk PERKUMPULAN dengan badan hukum tersendiri, karena memang MPAQ harus lebih konsentrasi kepada dakwah yang lebih meluas (dibanding hanya urusan sekolahan ), karena :

Pertama,  tumbuh suburnya gerakan thoriqot yang menjadikan agama ini penuh warna dengan  Tahayyul – Bid’ah – Churofat  yang beraneka ragam, yang di tahun 1912 M pernah digagas oleh KH. Ahmad Dahlan melalui gerakan Muhammadiyah untuk di edukasi. Namun sekarang gema gerakan anti TBC sudah luntur karena sekulerisasi, orang lebih cenderung memelihara kebersamaan dan persatuan meskipun dengan landasan kehancuran Islam, sehingga orang yang teguh dengan aqidah salafus sholeh akan di cap sebagai merusak persatuan dan kesatuan bangsa, tidak toleran dan lain-lainnya.

Kedua, tumbuh suburnya gerakan sekulerisasi  terutama karena melalui gerakan pendidikan yang dibiayai negara hingga 20 % setara Rp. 400 Trilyun, sehingga berbondong bondong orang berpikiran tentang agama persis seperti  SNOUK HORGROUNYE yang meresepkan untuk menghancurkan Islam memang melalui sekulerisasi kehidupan ini, dan berhasil, sehingga orang berbondong-bondong setiap waktu hanya membicarakan duit, duit dan duit ( dunia ), bicara agama sangat terbatas sekali, dipojok-pojok masjid dan hanya di sedikit waktu. Islam bukan digunakan menjadi resep kehidupan dan penyelesai masalah. Bahkan banyak anak Kyai yang ikut tercebur di pola pedidikan sekuler dengan melanjutkan sekolah di Amerika atau Kanada, yang memang dibiayai mereka ( negara barat ) untuk semakin membuat Islam terpuruk.

Maka gerakan MPAQ adalah harapan,
Dan harapan terbesar kita agar seluruh anggota tidak dihinggapi ideologi Thoriqot yang mengelu-elukan segala yang bersifat ghoib dari seseorang menjadi idola kehidupan, dan juga tidak jatuh kepada sekulerisasi yang mengelu-elukan dunia seakan menjadi tujuan hidupnya.

MPAQ adalah harapan, agar masyarakat kembali kepada fitroh diturunkannya setiap Rasul yaitu menyuarakan ketauhidan, menyuarakan keesaan Allah di dalam uluhiah, rububiyah, asma dan sifatnya, dengan merujuk kepada sunah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan pemahaman sahabat shalafus sholeh. Dan hal ini bisa terjadi manakala ummat ini dibawa pada tataran Islam dengan landasan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah, dengan pemahaman sahabat, karena beliau-beliaulah yang terjamin selamat di dunia dan di akhirat.

SALAH BESAR begitu ada pernyataan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunah sesuai pemahaman sahabat, terus pikirannya lari kepada pergi haji naik unta, salah besar, karena para ulama telah merumuskan usul fiqh.
  1. Dalam masalah agama, yang urusannya dosa / pahala, ibadah atau tidak ibadah, urusannya surga atau neraka, kita berprinsip  “ HARAM  melakukan selama tidak ada PERINTAH. “
  2. Dalam masalah dunia, sarana hidup, baik buruk, enak tidak enak, maka berlaku prinsip  “ HALAL melakukan segala sesuatu selama tidak ada LARANGAN “.
Pengikut Imam-Imam Madzhab yang 4 pasti memahami masalah dasar pengambilan hukum seperti diatas, jadi misalnya naik haji, maka :
  1. Ber-Ihrom, Thowaf, Sya’i, di Padang Arofah, melempar jumroh, mabit di Mina, menetapkan tanggal 1 Dzulhijjah dengan MELIHAT bulan  agar tepat 10 Dzujhijjahnya, semuanya adalah persoalan IBADAH, maka berlaku hukum ( 1 ), harus persis sesuai Rasulullah, tidak boleh ada penyimpangan, seperti berangkat di adzani tidak ada contoh, tiap malam dibacakan yasin di rumah yang berhaji tidak ada contoh, maka harus ditinggalkan karena perasaan orang mengadzani atau membacakan yasin adalah ibadah, jadi seolah urusannya pahala.
  2. Namun urusan naik pesawat, naik bus AC, pondokan menanti waktu haji dan lain-lain sampai urusan belanja adalah urusan dunia, silahkan berkreasi dengan memperhatikan larangan, seperti boros, tidak berihtilath dan lain-lainnya.

Hal-hal diatas sekedar contoh, sehingga seluruh anggota MPAQ memahami agama dengan cara benar, seperti para salafus sholeh, meskipun kita jauh dari mereka dalam kwalitas dan kuantitas amal, sebagaimana sabda Rasulullah  “ Infaqnya para sahabat satu mud emas, tidak akan bisa ditandingi dengan Infaqnya orang sekarang meskipun sebesar gunung uhud “. Sehingga jangan malah beragama seenaknya dengan mengikuti pola thoriqot atau sekuler.

Dan MPAQ pun berkibar dimana-mana, tentu saja sangat tergantung dengan para anggotanya di dalam kerajinan mengkaji Al-Qur’an dan beramal sholeh, dan yang kita tonjolkan pada era sekarang adalah amal sholeh dalam wujud infaq fi sabilillah, yang dikalangan Islam masih sepi dari pengamalnya, sedang di agama lain sangat gencar melakukannya.

Tentu saja tidak bisa dielakkan, peran para pengurus untuk pengaturannya agar gerakan pengkajian Al-Qur’an dan amal sholeh infaq terus berkibar, dengan menejemen sederhana di setiap kabupaten ada MPD - Majlis Pengurus Daerah yang mengkoordinir gerakan di kabupaten / kota / daerahnya.
SELAMAT MENIKMATI SINARAN, SELAMAT BER MPAQ………..KITA SEMUA PEMILIK MPAQ.

Bagaimana dengan anda ?
( Menyambut kemandirian yayasan BIAS di masing-masing daerah, dan bersatunya MPAQ dalam wadah perkumpulan – sebagai organisasi kemasyarakatan – Ormas perkumpulan ).


Ditulis Oleh

Author
HM. Jatmiko, Ch
Dewan Pengawas MPAQ
Nantikan tulisan Pak Jat berikutnya, hanya ada di www.mpaqpusat.com

KIPRAH SINARAN DAN MPAQ

Tertanggal 10 – 11 Shafar 1408 H / 03 – 04 Oktober 1987 M, untuk pertama kali SINARAN terbit, sangat sederhana, hanya lembaran-lembaran kertas di ketik dan di foto copy untuk kemudian edisi ke - 2 sudah memakai perbanyakan sheet, dengan pengantar redaksi tidak dijual bebas hanya yang selesai membaca wajib berinfaq Rp. 400,- bagi yang sudah punya hak pemilikan harta ( maklum, mayoritas gerakan waktu itu anak sekolah, sehingga kepemilikan harta karena supply dari orang tua juga sangat terbatas ), edisi ke - 2 tertanggal 19 Shafar 1408 H / 14 Oktober 1987 M ketikan itu sudah BERNAMA, sejak dahulu namanya memang SINARAN, setelah ada perdebatan sedikit apa di beri nama Kiprah, apa Amanah, apa Thoriqotun Mahmudah, atau Safinatun Najah, juga An Nur, maka ketemulah istilah SINARAN dengan dalih majalah ini akan member santunan pembaca siraman petunjuk bagi pembacanya.

Diterbitkan secara mobile, di koordinatori oleh Imam Waluyo, di hari Ahad kita mengaji dan di resume oleh Muhammad Jatmiko Ch, Tini di Kudus menyiapkan laporan daerah, dan Uzi di Semarang mengatur keuangannya ( keluar / masuknya uang ), dan Ridwan di Pati menyiapkan jawaban pertanyaan, dan pada pengkajian malam Reboan Fuad mengumpulkan seluruh naskah untuk di sheet di SEMARANG, dan Tatik di Pati membantu pemindahan dari kertas sheet, dan Jumat siap di cetak dan Tari serta Nanik melakukan penjilidan, untuk kemudian Ahad tersebar luas di Jateng dan DIY, itulah perjalanan SINARAN 30 tahun yang lalu, dan sebagian besar pelakunya sudah bergerak kemana-mana, hanya ada satu yang menekuni SINARAN sampai sekarang.

KEMUDIAN diadakan SEMINAR dakwah lintas generasi, di usung keprihatinan Nabi Zakaria yang tidak punya keturunan yang bisa menyambung dakwah masa depan, diangkat ayat “ Yaa YAHYA , ambillah kitab itu dengan sungguh-sungguh…… “ Q.S. Maryam : 12  menjadi slogan seminar dari sekitar 30-an anak-anak, yang mayoritas masih SMA dan mahasiswa 30 tahun yang lalu, dan seolah sudah siap MATI seperti Nabi Yahya dan Nabi Zakariya dalam memperjuangkan KITAB,  sehingga bergerak di seluruh kota di Jateng dan DIY gerakan kajian Al-Qur’an hasil transfer mengkaji dengan Bapak KH. Abdul Wahid Hasyim, dengan didahului generasi ring satu yang ngaji langsung dengan Bapak Kyai, untuk kemudian di transfer kemana-mana, masih dengan jalan kaki dari pasar Gembong setelah ngompreng dengan mobil angkutan umum dari Pati ke Gembong 10 km, itupun di mulai dari rumah dengan bersepeda, dengan Kelompok Pengkajian Al-Qur’an – KPAQ.

SEKARANG, Alhamdulillah berjajar mobil di depan masjid Bapak Kyai kalau hari Ahad, bahkan ada yang sudah tidak doyan setara Innova,  pelaku kajian sebagian sudah mulai beruban, bahkan beberapa sudah membawa cucu-cucu, namun Alhamdulillah semangat ngaji tidak padam, dan kemudian semakin kokoh dengan PENGUKUHAN pengurus-pengurus MPAQ di daerah-daerah sebagai pengganti KPAQ, sedang SINARAN pun terus terbit teratur menyinari para pembacanya.
Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberi  keberkahan bagi gerakan TAUHID ini, dengan tidak menjadikan fitnah majunya materi dari anak-anak NGAJI  untuk terus berkiprah di bumi Allah ini, Amien

Selamat Jalan Bang Yus

UST DR H  YUSRI HERMAN SAg MM
Putra kelahiran Riau ini pernah menggegerkan dunia perpolitikan di kota Pati. Tercatat sebagai anggota Legeslatif dari Partai Bulan Bintang selama 2 periode. Beberapa hal yang bisa kutulis sebagai catatan ketika Bang Yus - begitu biasa dipanggil - menggeluti dunia politik yang serba abu-abu.

Catatan pertama
Pada tahun-tahun awal menjadi anggota dewan, dia harus menjadi orang yang 'sendiri' MENOLAK ketika DPRD membahas rancangan undang-undang miras. Dalam sidang pleno beliau menyampaikan : "dalam keyakinan saya Miras adalah haram, tidak perlu ada pengaturan, kalau pemerintah hendak membuat undang-undang, maka undang-undang tersebut berisi tentang PELARANGAN, maka sebagai wakil dari Partai Bulan Bintang, dan sebagai hamba yang akan mempertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT, saya Yusri Herman menyatakan menolak pembahasan rancangan undang-undang miras."

Catatan kedua
Mungkin memang dia orang yang nganeh-nganehi dan selalu sendiri ketika berbenturan dengan idealita. Waktu itu pemerintah hendak merehab bangunan gedung DPRD, entah bagaimana jluntrungnya, terkait dengan rencana tersebut setiap anggota dewan mendapat 'dunduman' Rp 5 juta/ kepala. Dan lagi-lagi dia harus melawan kebijakan tsb, bersama salah satu rekannya yg dari PAN dia menolak dunduman yg tiada jluntrung itu.

Mestinya masih banyak catatan-catatan tentangnya, akan tetapi dua catatan di atas bagi saya sudah cukup mewakili sikapnya yang mampu membuat warna politik yang serba abu-abu menjadi hitam atau putih. Barangkali dia terlahir sebagai orang yang anti mainstrem.....mencoba keluar dari pakem wajarnya sebagai anggota legeslatif yang dipandang miring masyarakat karena 'gur' mikir awake dhewe, hidup dengan enak dan mewah, mendapatkan uang mudah dengan jalan memainkan proyek-proyek pemerintah untuk mengembalikan modal yg dikeluarkan ketika pemilu.

Tapi saya melihat tidak begitu dengan bang Yusri, sampai saat ini tidak ada asset yang tampak menonjol yg dimiliki sbg hasil menjadi anggota dewan selama 2 periode. Dia dan keluarganya masih menempati rumah dinas yayasan, karena jabatannya sebagai pimpinan pondok di SMP Ittihadul Muwahidin.

Ke mana-mana masih naik sepeda motor dinas , maksudnya sepeda motor inventaris lembaga. Tahun 2009 beliau tidak lagi menjadi anggota dewan. Meninggalkan dunia yang abu-abu. Dan sekarang lebih konsent memimpin anak-anak di pondok.

Bang Yusri......
Ternyata Allah lebih menyayanginya....
Tadi malam sekitar pk 23.45 saya terima sms dari teman yang mengabarkan Bang Yusri meninggal di Palangkaraya. Sakit mendadak sesak nafas.

Dua hari yang lalu bersama beberapa ustadz/ah terbang ke Palangkaraya, mendampingi kegiatan Borneo Edutour siswa-i SMP IT jaringan Bias Pati-Yogya. Dan siang nanti beliau akan di terbangkan dari bandara Cilik Riwuut-Palangkaraya ke kampung halamannya di Riau-Pekanbaru. Menyelesaikan semua perjalanan hidupnya. Dan pulang ke kampungNYA yang abadi.

Selamat jalan bang Yusri....
salam buat ust Partoyo dan Pak Tri ya.....
Pati, 26.2.16


Ditulis Oleh

Author
HM. Kartono
Sekretaris Umum MPAQ
Selamat jalan bang Yusri...

Percikan

Nabi tidak memiliki keturunan adalah keunggulan Islam. Saat kajian ahadan rutin di masjid pak yai, yang terletak di mBageng Gembong Kab. Pati dari keterangan tafsir yang ada, pak yai menyampaikan bahwa keunggulan Islam adalah dengan adanya Rasûlullâh SAW tidak memiliki keturunan. Selama ini kita ketahui bahwa kebesaran dan kekuatan kelompok atau keluarga pastilah diawali dengan banyaknya ummat namun untuk persoalan beragama, maka ketiadaan keturunan dari Rasûlullâh justru menunjukkan akan validitas agama yang memang berasal dari sumber tanpa tercampuri apapun yakni al-Qur’an dan Sunnah serta ulama sebagai manusia yang mumpuni keilmuannya. karena anak atau keturunan tidak bisa dipastikan kemampuannya untuk menjaga kemurnian agama kecuali merekapun memiliki ilmu.

Subhanalloh, Alloh Bishowab

KUNJUNGI LOKASI PONDOK MUWAHIDUN II

PESERTA MUNAS KUNJUNGI LOKASI PONDOK MUWAHIDUN II - Selepas Penutupan Munas I MPAQ di Bageng, Pati; Peserta Munas berkesempatan mengunjungi lokasi pengembangan Pondok Pesantren Muwahidun yang diasuh KH Abdul Wahid Hasyiem. Areal seluas 5800 mester persegi tersebut direncanakan untuk Pondok Pesantren Putra serta pengembangan Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Muwahidun. Selain tangguh dalam keilmuan, santri Muwahidun ditempat dengan kompetensi Tahifidz, kemampuan Bahasa Arab, kemampuan membaca Kitab yang merupakan standar dasar perkaderan keulamaan.

Sekolah yang berkhidmat mencetak Kader calon ulama ini, telah meluluskan beberapa Alumnusnya di beberapa Perguruan Tinggi dan Perguruan Diniyah. Diantaranya ITS Surabaya, Undip Semarang, Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Ar Royyaah Sukabumi, dan LIPIA dan berbagai perguruan lain. Beberapa alumni yang telah lulus dari perguruan tinggi, melaksanakan pengabdian di Madrasah Muwahidun sesuai keahlian masing-masing. Beberapa diantaranya melanjutkan pendidikan di Timur Tengah diantaranya Saudi Arabia dan Mesir.

Standar kader ulama yang diharapkan adalah Program Doktoral Lulusan Madinah dengan pengalaman sepuluh tahun mengamalkan dakwah di Indonesia. Niatan mulia ini tidak terlepas dari semakin langkanya Ulama Warrasatul Anbiya’ di tanah air. Pondok Pesantren Muwahidun beberapa waktu yang lalu tengah menyelesaikan pembangunan Ponpes I di Gembong, Pati.

Santri Ponpes Muwahidun berasal dari berbagai penjuru tanah air. Dengan meningkatnya animo pendidikan Diniyah yang berkualitas, maka pengembangan Ponpes Muwahidun II ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang kian meningkat. (Ust. Wiji, Humas MPAQ)

GAPURA YANG MENYAMBUT

GAPURA YANG MENYAMBUT PESERTA MUNAS ITU....
YA UMMI FATIMAH
Terjawab sudah, pertanyaan dari para peserta Munas MPAQ di Pati. Gerbang yang beberapa waktu lalu belum berbentuk, telah ramah menyapa kedatangan para peserta Munas MPAQ. Dengan Aksen warna warni, tulisan Yaumi Fatimah seolah mempertegas kesiapan Panitia Munas dalam menyambut peserta Munas. 

Dibalik gerbang baru Yaumi Fatimah tersebut ternyata dibumbui sajian Kuliner khas Pati yang disiapkan Panitia. Mulai dari Soto Kemiri hingga Nasi Gandul yang khas memanjakan para peserta Munas dari berbagai daerah. Maka semakin semaraklah Munas MPAQ yang dibuka Sabtu, 21 Februari 2015. 

Maka tak ayal, sebagian peserta menyempatkan diri berpose di depan Gerbang baru. Jazakumullah segenap Panitia dan Keluarga besar Ya Ummi Fati
mah Pati (Ari, Humas MPAQ)

MUNAS MPAQ SEMARAK

HM Jatmiko saat membuka Munas MPAQ
didampingi Ketua Pengurus Pusat MPAQ
 H. Slamet BS
Musyawarah Nasional Majelis Pengkajian Al Qur’an dan Sunnah (MPAQ) Pertama dibuka Dewan Pembina MPAQ Bapak H Muhammad Jatmiko Chusnin Sabtu, 21 Februari 2015. Diikuti 205 peserta dari utusan-utusan Pengurus Daerah MPAQ dan Pengurus Majelis Ta’lim bertempat di Aula Ya Ummi Fatimah Jl. Diponegoro 155 Pati Jawa Tengah. Bertepatan Peringatan 30 tahun MPAQ (dulu bernama KPAQ). Dalam Sambutannya HM Jatmiko CH menekankan pentingnya semua Kader MPAQ istiqomah bersatu dalam menggenggam Aqidah Shohihah dengan manhaj Sahabat Salafus Sholih.

Produk-produk Majelis Syuro MPAQ yang telah disosialisasikan di berbagai daerah juga merupakan bagian yang mesti dipegang teguh oleh semua anggota jamaah Majelis Ta’lim. Himbauan Dewan Pembina untuk setiap anggota MPAQ memproduk amaliah yang akan mendatangkan kecintaan Allah dan Rasulullah SAW dan sebaliknya mendatangkan kecintaan kita kepada Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW. Pada gilirannya Dakwah Tauhid yang diusung MPAQ dengan mengilmui, mengkaji, memahami dan mengamalkan Al Qur’an dan Sunnah dapat dioperasionalkan secara proporsional sesuai sasaran dakwah yang beragam. (Humas BIAS
Ditulis Oleh
Author
Ust. Danang Dwi Prasetyo, M.Pd
Humas MPAQ Pusat
Baca terus kajian kami hanya ada di www.mpaqpusat.com

PENGURUS PUSAT MPAQ DIKUKUHKAN

Pengurus Pusat Majelis Pengkajian Al Qur’an dan Sunnah (MPAQ) Ahad, 22 Februari 2015 telah dikukuhkan oleh KH Abdul Wahid Hasyim di Masjid Muwahidun Bageng, Pati Jawa Tengah. Ikrar Pengukuhan di bacakan olah Ustadz Wiji Mulyono. Dikukuhkan pula Dean Pembina MPAQ Pusat HM Jatmko, CH, H. Abdul Kholiq Ar Raniri, Hj. Lilik Indriati dan Hj. Ade Yari Choirunnisa.

KH Abdul Wahid Hasyiem dalam Sambutan Pengukuhan mengajak segenap Dewan Pembina dan Majelis Pengurus Pusat untuk memantapkan keyakinan dalam mengemban amanat sesuai isi tekad yang diikrarkan. Bapak Kyai juga menenkankan agar dalam mengemban amanah Dakwah Tauhid ini tidak ada keraguan, apalagi berpikir mundur. Sementara Hj. Lilik Indriati selaku Dewan Pembina mengajak semua peserta Munas untuk bersungguh-sungguh dalam melaksanakan pengkajian Al Qur’an dan Sunnah, dengan Manhaj dan pemahaman sahabat. Mengupayakan penguasaan ilmu alat, nahwu saraf maupun lughot. Harapan untuk dapat membaca Kitab dari bahasa aslinya. Disisi lain dapat semakin menggalakkan program pengkajian Al Qur’an pada masyarakat luas, terlebih semakin dibutuhkannya pemahaman dan pelaksanaan Al Qur’an dalam menghadapi tantangan jaman yang semakin kompleks. Rencana Pengurus Pusat MPAQ akan segera menyelenggarakan Pengukuhan Pengurus-pengurus Daerah, serta Road Show sosialisasi Program ke berbagai daerah (Jati, Humas MPAQ).

MPAQ JOGJA SAMBUT MUNAS I MPAQ DI PATI

Jajaran Anggota Majelis Ta’lim MPAQ BIAS Jogja, siap Sukseskan Munas MPAQ Dalam rangka menyambut perhelatan Munas I MPAQ, MPAQ BIAS Jogja dipelopori Ketua Pimpinan Daerah MPAQ Yogyakarta menyelenggarakan Musyawarah Jumat, 6 Februari 2015 yang lalu. Musyawarah PD MPAQ Yogyakarta diantaranya menginventarisasi calon peserta Munas MPAQ Kafilah DIY. 

 Pimpinan Daerah MPAQ Yogyakarta, menurut Ustadz Arif, membina beberapa Majelis Ta’lim baik yang terdiri dari binaan ustadz-ustadzah karyawan, wali siswa maupun masyarakat umum. MPAQ Yogyakarta yang berkedudukan di Jl. Wirosaban Barat No. 8, tengah mengerahkan potensi Majelis Ta’lim yang ada untuk bisa menghadiri Munas MPAQ yang bersejarah tepat di Dua Dasa Warsa (20 tahun) Gerakan Dakwah Pendidikan BIAS, juga 20 tahun Gerakan BMT Jaringan Ya Ummi Fatimah. 

Ustadz Arif berharap Kepengurusan Pusat MPAQ dapat lebih menata eksistensi kegiatan Pengkajian Al Qur’an di daerah-daerah. Semaraknya Majelis Ta’lim akan lebih menyemarakkan kegiatan Ngaji yang meluas daya jangkaunya pada lapisan masyarakat yang heterogen. Pada gilirannya MPAQ diharapkan dapat menghadirkan ajaran Islam sebagai solusi bagi kehidupan masyarakat. Semringah Pesta Silaturahmi di area Munas sudah sangat dinantikan.(Tanto MPAQ Jogja).

ARAHAN BP. KYAI JELANG MUNAS

Sabtu, 24 Januari 2015 yang lalu Pengurus Pusat MPAQ didampingi Majelis Syuro bersilaturahmi ke kediaman Bapak Kyai Abdul Wahid Hasyiem. Rombongan yang dipimpin H. Kartono dn anggota Dewan Syuro Ustadz Sigit Sulistyo Lc, mendapatkan arahan dari Bapak Kyai dalam rangka melaksanakan Munas Pertama di Pati 21-22 Februari 2015.

Hal penting yang diamanatkan Bapak Kyai adalah memperteguh Manhaj gerakan MPAQ dalam rangka Dakwah Tauhid Lintas Generasi. Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah, yang menjunjung tinggi kemurnian ajaran Rasulullah Muhammad SAW. Pesan yang tak kalah penting adalah perlunya mengoperasionalkan pendekatan dakwah secara proporsional dan kondisional. Pendekatan yang menempatkan proses “Ngaji” sebagai media pencerahan umat. 

 Pengajaran Kitab Burhan yang telah beliau susun, juga ditekankan menjadi landasan pokok dalam mengembangkan dakwah MPAQ. Kitab Burhan yang telah dilaksanakan di Ponpes Muwahidun, lembaga pendidikan BIAS dan Ittihadul Muwahidin terus dikembangkan dan didukung Pendidikan Ustadz-ustadzah menuju standar pembajarannya.

BISIKAN PENGURUS PUSAT

Kajian Al Qur’an, istilah kerennya Ngaji, merupakan kegiatan Pokok Majelis Pengkajian Al Qur’an MPAQ (dh. KPAQ). Karakter menonjol Ngaji ini adalah ngaji serius terbimbing dan kontinyu, mendasar bersumber dari pemahaman asli yang merujuk Rasulullah SAW dan para sahabat. Karakter yang tak kalah penting Ngaji KPAQ adalah ngaji yang bermotivasi untuk diamalkan. Karenya ditopang aksi amal nyata berupa Amar ma’ruf nahi mungkar, berinfak dan amal usaha secara produktif. Pendekatan amaliah diterapkan secara operasional dengan kondisional dan proporsional. Proses Ngaji dengan pembahasan dan diskusi, bukan indoktrinasi, memungkinkan penyadaranpenuh mendapatkan pemahaman dan gerak amal. Karakter menjalankan fungsi Kholifah Fil Ardh, dengan memakmurkan bumi, memberi manfaat dan bukan berbuat kerusakan. Amar ma’ruf dilandasi sikap kasih sayang akan keselamatan akhirat dan kharos dalam menimba ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat. Maka hadirnya MPAQ yang lebih tertata diharapkan menjadi jalan keluar Umat untuk mendapatkan ibadah menjadi mudah, tapi tetap benar dan shahih.

Musyawarah Pengurus MPAQ 31 Januari 2015 di Yogyakarta Pengurus Pusat MPAQ baru saja menghimpun materi pada Musyawarah Pengurus Pusat MPAQ pada tanggal 31 Januari 2015 di SMA BIAS Yogyakarta dalam rangka Munas 1. Beberapa keputusan penting telah dirumuskan guna mensukseskan Munas I MPAQ di Pati 21-22 Februari 2015 mendatang. Semoga niatan kita semua untuk membangkitkan Dakwah Tauhid Lintas Generasi melalui rumah baru MPAQ ini, mendapatkan Ridho Allah, Amiin. (H. Slamet BS).

SIAP SAMBUT PESERTA MUNAS MPAQ

Gempita penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) MPAQ Pertama, kian hangat. Komplek Ya Ummi Fatimah kini akan semakin cantik, dengan hadirnya Gapura Baru yang didisain khusus MPAQ Pati, ibu kota Ngaji MPAQ. Disain yang konon sudah dipersiapkan tahun lalu ini, sebenarnya direncanakan untuk menyempurnakan performance Komplek Ya Ummi Fatimah.

Setelah melalui berbagai proses penyempurnaan disain, Ustadz Wiji yang dipercaya merancang mengajukan 6 disain kepada Pimpinan Ya Ummi Fatimah. Bp HM Jatmiko merekomendasikan satu disain yang pengerjaannya dipercepat, terlebih menghadapi Event Munas MPAQ I. Hari-hari ini merupakan saat yang menyemangati Pengurus dan jajaran pembina MPAQ Pusat di Pati dalam menyambut kehadiran Peserta Munas I MPAQ.

Dimana keunikan Gapura bersejarah ini? Saatnya akan datang ketika para kafilah MPAQ Daerah hadir 21-22 Februari 2015 mendatang. Selamat ber Munas! (Humas MPAQ).