• MAJALAH SINARANProduk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
  • KADER DAKWAHKader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
  • ARAHAN PAK YAIPengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
  • KAJIAN JUM'ATKajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
  • MPAQ Daerah CilacapPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
  • MPAQ Daerah KlatenPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
  • css sliderPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Magelang dsk
  • MPAQ Daerah YogyaPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk

KIPRAH SINARAN DAN MPAQ

Tertanggal 10 – 11 Shafar 1408 H / 03 – 04 Oktober 1987 M, untuk pertama kali SINARAN terbit, sangat sederhana, hanya lembaran-lembaran kertas di ketik dan di foto copy untuk kemudian edisi ke - 2 sudah memakai perbanyakan sheet, dengan pengantar redaksi tidak dijual bebas hanya yang selesai membaca wajib berinfaq Rp. 400,- bagi yang sudah punya hak pemilikan harta ( maklum, mayoritas gerakan waktu itu anak sekolah, sehingga kepemilikan harta karena supply dari orang tua juga sangat terbatas ), edisi ke - 2 tertanggal 19 Shafar 1408 H / 14 Oktober 1987 M ketikan itu sudah BERNAMA, sejak dahulu namanya memang SINARAN, setelah ada perdebatan sedikit apa di beri nama Kiprah, apa Amanah, apa Thoriqotun Mahmudah, atau Safinatun Najah, juga An Nur, maka ketemulah istilah SINARAN dengan dalih majalah ini akan member santunan pembaca siraman petunjuk bagi pembacanya.

Diterbitkan secara mobile, di koordinatori oleh Imam Waluyo, di hari Ahad kita mengaji dan di resume oleh Muhammad Jatmiko Ch, Tini di Kudus menyiapkan laporan daerah, dan Uzi di Semarang mengatur keuangannya ( keluar / masuknya uang ), dan Ridwan di Pati menyiapkan jawaban pertanyaan, dan pada pengkajian malam Reboan Fuad mengumpulkan seluruh naskah untuk di sheet di SEMARANG, dan Tatik di Pati membantu pemindahan dari kertas sheet, dan Jumat siap di cetak dan Tari serta Nanik melakukan penjilidan, untuk kemudian Ahad tersebar luas di Jateng dan DIY, itulah perjalanan SINARAN 30 tahun yang lalu, dan sebagian besar pelakunya sudah bergerak kemana-mana, hanya ada satu yang menekuni SINARAN sampai sekarang.

KEMUDIAN diadakan SEMINAR dakwah lintas generasi, di usung keprihatinan Nabi Zakaria yang tidak punya keturunan yang bisa menyambung dakwah masa depan, diangkat ayat “ Yaa YAHYA , ambillah kitab itu dengan sungguh-sungguh…… “ Q.S. Maryam : 12  menjadi slogan seminar dari sekitar 30-an anak-anak, yang mayoritas masih SMA dan mahasiswa 30 tahun yang lalu, dan seolah sudah siap MATI seperti Nabi Yahya dan Nabi Zakariya dalam memperjuangkan KITAB,  sehingga bergerak di seluruh kota di Jateng dan DIY gerakan kajian Al-Quran hasil transfer mengkaji dengan Bapak KH. Abdul Wahid Hasyim, dengan didahului generasi ring satu yang ngaji langsung dengan Bapak Kyai, untuk kemudian di transfer kemana-mana, masih dengan jalan kaki dari pasar Gembong setelah ngompreng dengan mobil angkutan umum dari Pati ke Gembong 10 km, itupun di mulai dari rumah dengan bersepeda, dengan Kelompok Pengkajian Al-Quran – KPAQ.

SEKARANG, Alhamdulillah berjajar mobil di depan masjid Bapak Kyai kalau hari Ahad, bahkan ada yang sudah tidak doyan setara Innova,  pelaku kajian sebagian sudah mulai beruban, bahkan beberapa sudah membawa cucu-cucu, namun Alhamdulillah semangat ngaji tidak padam, dan kemudian semakin kokoh dengan PENGUKUHAN pengurus-pengurus MPAQ di daerah-daerah sebagai pengganti KPAQ, sedang SINARAN pun terus terbit teratur menyinari para pembacanya.
Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberi  keberkahan bagi gerakan TAUHID ini, dengan tidak menjadikan fitnah majunya materi dari anak-anak NGAJI  untuk terus berkiprah di bumi Allah ini, Amien

Tidak ada komentar:

Posting Komentar