ABU DZAR AL GHIFARI - Tokoh gerakan hidup sederhana.
GHIFAR adalah suatu kabilah atau suku yang sangat terkenal berkemampuan mengembara dengan menempuh jarak yang sangat jauh di semenanjung Arabia. Dan mereka terkenal sebagai suku yang ganas, sehingga kalau ada suku lainnya jatuh ke tangan suku ghifar maka tidak ada ampun, akan terjadi pembantaian.
Ketika Islam baru saja bergerak dengan sembunyi-sembunyi, masih bersifat pembinaan rahasia di rumah Al-Arqom, maka disaat itulah ABU DZAR datang ke Mekah dengan menempuh perjalanan yang sangat jauh, dan apabila diketahui orang dia akan bertemu Muhammad pasti akan dibantai, oleh orang Quraisy.
Maka dengan diam-diam, Abu Dzar berpura-pura menjadi musafir yang sedang istirahat, setelah menempuh perjalanan jauh, sekaligus seolah-olah seperti orang-orang musyrik juga berthowaf disekeliling ka’bah dan patung-patung, sambil mendengarkan informasi tentang keberadaan Muhammad bersembunyi.
Abu Dzar termasuk orang jahiliyah yang TIDAK PERCAYA kepada pemujaan berhala dan kesyirikan lainnya, sehingga begitu ada berita datangnya Nabi membawa ajaran tauhid maka beliau langsung tancap gas,mendatangi Mekah mencari validitas berita itu.
Dan ketemu………,
Abu Dzar berkata kepada Rasulullah, bacakan kepadaku hasil GUBAHAN ANDA, maka Rasulullah menjawab ‘ Ini bukan syair sehingga bisa digubah, tetapi ini Al-Qur’an yang mulia ‘, bacakanlah kalau begitu, sahut Abu Dzar. Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam membacakan beberapa ayat Al-Qur’an dan Abu Dzar mendengarkan dengan penuh perhatian, sampai akhirnya terucaplah dari bibir Abu Dzar “ Asyhadu an laa ilaaha illallah, wa asyhadu anna muhammadan rasulullah……………..,
Rasulullah tersenyum lebar menyaksikan proses masuknya Abu Dzar, sebagai orang dari Ghifari yang terkenal sebagai petualang tangguh.
Abu Dzar masuk Islam, sejak awal dikumandangkan, sehingga ke-Islamannya termasuk barisan terdepan, dan Rasulullah masih menggunakan pola dakwah tersembunyi, namun tidak demikian dengan Abu Dzar yang nama aslinya Jundub bin Janadah, seorang radikal dan revolusioner, telah menjadi tabiatnya menentang kebatilan dimanapun berada, dan sekarang dengan pemahaman ketauhidan maka dia melihat kebatilan berada didepan matanya, orang yang menyembah batu-batu sebagai simbolisme arwah orang suci dipuja dan dijadikan sebagai perantara permohonan dan harapan orang-orang jahiliyah kepada Allah, adalah kebatilan yang sangat besar.
“ Wahai Rasulullah, apa yang harus aku kerjakan setelah ini ?, tanyanya kepada Rasulullah, maka Rasul pun mengarahkan agar dia kembali kepada kaumnya untuk menyerukan ketauhidan dan menunggu instruksi selanjutnya. Maka AbuDzar berujar , demi Allah yang menguasai nyawaku, saya tidak akan kembali sebelum meneriakkan Islam didalam masjidil Haram. Maka dia bergegas menuju Masjidil Haram, kemudian meminta perhatian orang-orang yang ada dan kemudian berteriak ‘ Asyhadu an laa ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah ‘, dan seruan ditempat umum demikian adalah seruan yang pertama, yang membawa kegoncangan di masyarakat Quraisy, dan dengan marah maka dikepunglah Abu Dzar dipukuli hingga pingsan, berkali kali, sampai kemudian datang ABBAS paman Rasulullah, dengan diplomasi halus menyatakan ‘ wahai kaum Quraisy, kalian adalah bangsa pedagang, yang mau tidak mau akan melewati kafilah Bani Ghifar, dan orang ini adalah salah satu pimpinannya, sehingga apabila mereka tidak terima, akan celaka kita ‘, dan omongannya Abas ternyata sangat berpengaruh bagi suku Quraisy, maka berangsur-angsur mereka meninggalkan Abu Dzar yang masih tergeletak pingsan, dan ditolong Abbas. Hal ini berulang beberapa kali.
Akhirnya Abu Dzar kemballi ke kaumnya dan menceritakan kepada kaumnya tentang ketauhidan yang akan membawa keberkahan dan kesejahteraan bagi warganya, demikian juga diceritakan akhlaq mulai yang dibawa Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wa salam, sampai beberapa tahun kemudian, datang serombongan suku ghifar yang disertai suku Aslam, yang telah masuk Islam, tunduk kepada kekuasaan Allah, dzat yang esa. Dan ketika Rasulullah melayangkan pandangannya kepada wajah-wajah yang berseri seri, maka komentar beliau ‘ Suku Ghifar telah di Ghafar –diamuni – Allah. Suku Aslam telah disalam - diterima dengan damai - Allah.
Abu Dzar hidup di sekeliling Rasulullah sampai Rasulullah wafat, maka disusul pemerintahan Abu bakar, dan juga Umar bin Khoththob, dimana masa di kedua kholifah ini pengendalian kehidupan masyarakat akan berlimpahnya harta masih berjalan dengan baik, fitnah harta tidak merong-rong kehidupan orang, sampai kemudian masa kekholifahan Usman bin Affan ketika kekuasan Islam sudah sepertiga dunia dan Islam menjadi superpower, maka fitnah harta mulai menimpa masyarakat Islam.
Abu Dzar melihat bahaya ini, maka kemana-mana beliau pun berseru dengan seruan tetap kurang lebih “ Beritakanlah kepada para penumpuk harta, yang menumpuk emas dan perak, mereka akan diseterika dengan seterika api neraka, menyeterika kening dan pinggang mereka dihari kiamat “, setiap Abu Dzar berjalan mendaki bukit atau menuruni lembah maka seruan ini terus berkumandang, membuat bergidik orang-orang serakah yang terfitnah harta.
Di Syria, ketika gubernur dijabat Muawiyah, telah menjadi daerah yang subur dan makmur, dan orang pun terbiasa dengan menumpuk harta, maka datanglah Abu Dzar ditempat itu dengan seruan khasnya ‘ wahai tuan-tuan tidaklah pernah kalian dengar Rasulullah Muhammad shallalahu alaihi wa salam bersabda dengan menyebut asma Allah ‘ Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkan dijalan Allah, bahwa mereka akan mendapat siksa yang pedih, yaitu ketika emas dan perak dipanaskan dalam api neraka, lalu diseterikakan ke kening , ke pinggang dan punggung mereka…….. Q.S. At taubah : 34 – 35.
Dan seruan itupun terus bergema selama Abu Dzar hidup, sehingga banyak orang tersadar untuk tidak berani menumpuk-numpuk kekayaan,seperti peringatan Abu Dzar diatas. MJK
( Disarikan dari buku Karakteristik hidup enam puluh sahabat Rasulullah ).
Produk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
Kader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
Pengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
Kajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk

Tidak ada komentar:
Posting Komentar