• MAJALAH SINARANProduk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
  • KADER DAKWAHKader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
  • ARAHAN PAK YAIPengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
  • KAJIAN JUM'ATKajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
  • MPAQ Daerah CilacapPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
  • MPAQ Daerah KlatenPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
  • css sliderPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Magelang dsk
  • MPAQ Daerah YogyaPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk
Tampilkan postingan dengan label Wawasan Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawasan Islam. Tampilkan semua postingan

Dua hari raya ISLAM, yang sesuai dan dicontohkan Rasulullah

IDUL FITRI  DAN IDUL ADHA,
Dua hari raya ISLAM, yang sesuai dan dicontohkan Rasulullah, memang sudah mentradisi di Indonesia, lengkap dengan kembangannya.
Yang Idul Fitri ada halal bi halal, bahkan berlaku sampai sebulan di bulan Syawal, hanya sayangnya Idul Adha tidak begitu meriah, karena setelah pemotongan kurban seolah hari raya selesai, dan hal itu tidak apa-apa, memang Islam itu sederhana dan simple.

Mestinya ada lagi di hari JUM’AT, juga merupakan hari raya mingguan, meriahkan dengan sholat Jum’at dan memperbanyak shodaqoh, InsyaAllah akan meriah, misalnya  setelah Jum’atan disediakan BANCAKAN makan siang bersama, secara bergiliran dibanding orang membuat-buat bancakan yang dituntun agama Hindu, tentu saja bancakan setiap Jum’at bisa disertai dengan niat untuk bershodaqoh kepada orang tua yang sudah meninggal, Insya Allah pahalanya sampai.

MEMPRIHATINKAN memang di Indonesia, orang membuat-buat Ied – hari raya dengan beragam tema, dan hal itu dikaitkan dengan tholabull ‘ilmu, sehingga seolah-olah BELAJAR ISLAM setiap tahun tetap saja muter, mulai :
  • Tahun baru Hijriyah,
  • Maulud Nabi,
  • Isra’ mi’roj,
  • Nuzulul Qur’an,
  • Idul Fitri – Halal bi halal,
  • Ditambah kreasi-kreasi baru , seperti Indonesia bersholawat sampai ke kampong-kampung dan kampus-kampus.


SAMA SEKALI, tidak ada tuntunan dari Rasulullah.
Apalagi jika pengisi hanya mengajak NYANYI-NYANYI, atau tidak kompeten di agama, orang hanya membuat kesimpulan bagusnya Islam hanya karena titel pembicara, karena lucunya, karena karomahnya, dan lain-lainnya, sehingga arahan Tholabul Ilmi untuk memahami syare’at Islam dengan benar jauh panggang dari api.

Coba saja dikembalikan kepada cara Rasulullah, Hari raya hanya Idul Fitri dan Idul Adha serta Jum’atan, sedangkan tholabul ilmi dilakukan sehari-hari, memang orang Islam wajib belajar ilmu syare’at, karena dalam prinsip Islam  wajib BER ILMU SEBELUM BERAMAL  ( Bahkan di Hadits Buhori dikumpulkan dalam satu bab tersendiri ), dengan pemahaman tholabul ilmi merupakan ikhtiar membangun taman-taman surga, maka Insya Allah kemeriahan dan semarak Islam akan hadir dimana-mana, jangan malah yang benar-benar akan tholabul ilmi diusir dan dibubarkan justru oleh ormas Islam sendiri, memalukan.

KEMERIAHAN ISLAM, justru akan terlihat setiap waktu, ketika JAMA’AH SHOLAT tegak disetiap masjid, dimulai dengan adanya suara adzan, dan itulah syi’ar Islam, kemudian orang menghentikan segala aktifitas dan berbondong-bondong ke masjid untuk jamaah, inilah syi’ar Islam.

Kemudian seminggu sekali, orang bersegera ke masjid, itulah syi’ar Islam, sehingga kalau setiap Jum’at ada saja orang yang membuat bancakan dan dihidangkan setiap selesai Jum’atan, insya Allah keberkahannya jelas akan nampak nyata, dibanding bancakan menggunakan sistem 3 hari, 7 hari, 40 hari dan seterusnya. Namun di Indonesia hal ini  agak sulit berlaku, karena sistem libur HARI AHAD yang dipaksakan Belanda mampu mengarahkan orang-orang di Indonesia untuk menghormati hari MINGGU, sebagai hari ketuhanan orang lain, sehingga kalau hari Jum’at sebagai hari rayanya orang muslim para buruh muslim pun KUYU-KUYU datang dari kantor-kantor dan pabrik-pabrik dengan kondisi pas-pasaan dan mengantuk, Astaghfirullah………….

Mari kita rubah sendiri, hari masuk boleh tetap Jumat, namun begitu jam istirahat kita mandi, pakai pakaian terbaik kita, dan ke masjid dengan gagah, kemudian mendengarkan khutbah dengan segar, dan setelah jum’atan kita sediakan makan siang bersama, secara bergantian. Inilah hari raya kita, sedang hari-hari raya lainnya kita hilangkan atau dikurangi.

NANTI begitu Idul Fitri, kita siapkan energi untuk menyambut hari raya lagi, siapkan kunjungan SILATURAHIM ke tetangga, kepada kerabat dan saudara, sehingga hari raya setelah sholat Ied dengaan meriah, maka semarak hari raya itu berkibar dimana-mana.

KEMUDIAN Idul Adha, selain sholat hari raya juga penyembelihan kurban, kita gerakkan untuk bisa dilaksanakan dimana-mana, ada 4 hari kesempatan – Hari Raya Idul Adha ditambah 3 hari Tasyrik. Dahulu Rasulullah menyembelih kurban sampai 60 ekor kambing, maka jangan enggan untuk kita menyembelih 2 atau 3 ekor kambing, kalau perlu 1 sapi seutuhnya kita sembelih sendiri, tidak perlu dirombong orang ber tujuh.  Inilah hari penyembelihan hanya karena Allah ta’ala, tidak ada penyembelihan selain hanya penyembelihan hari ini ( dan Aqiqoh ), sehingga upacara penyembelihan lainnya wajib dihilangkan ( seperti untuk membangun jembatan, nglarung, untuk makam keramat dan lain-lain wajib dihilangkan ). Insya Allah kita mampu, dengan gaji yang kecil seorang pembantu rumah tangga, mampu berkurban enggan kambing paling besar, waktu itu, sehingga kalau setiap bulan kita sisihkan UANG PULSA  Rp. 200 ribu, Insya Allah setiap tahun kita akan gampang berkurban dengan 1 kambing, daripada uang terbuang untuk koran, pulsa dan lain-lainnya.

SELAMAT MENIKMATI HARI RAYA ISLAM SEBENARNYA, Hari Raya Idul Fitri untuk tahun ini, dan dilanjutkan Idul Adha untuk 2 bulan ke depan, dan jangan lupa untuk JUMATAN sebagai hari raya mingguan kita.  ( MJK ).



Ditulis Oleh

Author
HM. Jatmiko, Ch
Pimpinan BIAS Jogja & YAUMMI Pati
Nantikan tulisan Pak Jat berikutnya, hanya ada di www.mpaqpusat.com

Makan-makan, Pesta-Pesta, Santai-santai : Life Style Orang Kafir


Pada dasarnya  Allah menciptakan manusia di dunia ini adalah untuk BERIBADAH, setiap waktu setiap saat, dan nanti di akhirat maka setiap waktu setiap saat yang kita lalui akan diminta pertanggung jawabannya, benarkah untuk ibadah atau bukan ?


Maka kita melihat para salafus sholeh, mereka tidak ada waktu untuk mengikuti kesenangan dunia – mengikuti hawa nafsu yang haram, karena waktu di dunia  tidaklah  lama bagi setiap manusia, didunia hanya sebentar seperti jawaban Allah di dalam firman-Nya Q.S.  24 : 112 – 115 :  “ Dia ( Allah ) berfirman, berapa tahunkah lamanya kamu tinggal dibumi ? “, mereka menjawab  ‘ Kami tinggal dibumi SEHARI atau SETENGAH hari, maka tanyakanlah kepada mereka yang menghitung “. Dia ( Allah ) berfirman  ‘ KAMU TINGGAL DIBUMI HANYA SEBENTAR, jika kamu benar-benar mengetahui ‘. Maka, apakah kamu mengira KAMI  ( Allah ) menciptakan kamu main-main ? ( tanpa ada maksud ) dan bahwa kamu TIDAK AKAN DIKEMBALIKAN kepada kami ? “

Sehingga ketika Imam Ahmad  ditanya muridnya ‘ wahai imam, mengapa engkau mesti berlari untuk mengejar kajian ilmu yang selanjutnya ? – karena ketika itu meskipun sebagai imam besar beliau masih mendalami ilmu-ilmu lainnya dan ditempuh dengan berlari ketika menuju sumber ilmu selanjutnya  ‘ Kapan anda akan beristirahat ? ‘, maka jawab imam Ahmad  ‘ Nanti kalau jempol kaki kita sudah sampai ke sorga ‘.

BENAR memang, orang di dunia ini di tuntut untuk terus bergerak dalam dinamika ibadah, dan itu sudah dimulai sejak kita lahir, betapa beratnya perjuangan hidup, ketika bayi baru lahir menangis keras mencari tetek ibunya, kemudian semakin besar latihan berjalan dengan seringkali jatuh, kemudian beranjak kanak-kanak harus mencari ilmu dengan susah payah, bahkan ketika mulai usia SMP orang tua telah menuntut untuk mencari ilmu yang TIDAK BERGUNA bagi akhirat kita dengan kita les ini itu, kemudian ketika menginjak dewasa kita harus mencari nafkah untuk kepentingan tanggung jawab bagi laki-laki, dengan berumah tangga, terus…………., kehidupan memang berat, sampai kemudian kita tua badan melemah, berat dan terus berat, sampai kemudian nyawa kita dicabut malaikat atas kehendak Allah, maka kitapun akan terus dibebani dengan masalah untuk bertanggung jawab di kehidupan kita, di alam kubur dengan siksaan yang keras apabila ternyata kita tidak membawa amal ibadah yang sesuai sunnah, kemudian ketika kiamat,  masih lagi kita akan bertanggung jawab dipadang mahsyar dengan kondisi matahari sejarak 1 mil, dengan peluh bercucuran dan rasa malu disaksikan orang sedunia kita berdiri dihadapan Allah dengan kaki tercancang dan mulut terkunci, kemudian masih harus melewati jembatan sirothol mustaqiem yang mengerikan karena adanya gantolan besi yang menyambar-nyambar, sampai kemudian ada keputusan, apakah kita akan masuk sorga ? , demikian jawab Imam Ahmad, kita akan ber istirahat kalau jempol kaki kita sudah berada di surga.

AL QURAN  90 : 4 dan 10 – 12,  “ Sungguh, kami ( Allah ) telah menciptakan manusia berada dalam SUSAH PAYAH “.  “ Dan Kami ( Allah) telah menunjukkan kepadanya dua jalan ( kebajikan dan kejahatan ), tetapi dia TIDAK MENEMPUH JALAN YANG MENDAKI DAN SUKAR, Dan tahukah kamu apakah jalan mendaki dan sukar itu ? “.

SANGAT KONTRAS, dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang kafir dan sekuler, mereka seolah-olah  hidup ini bahagia jika dibuat-buat kehidupan serba mudah, serba glamour, serba mewah, serba wah ………, santai-santai , pesta-pesta dan makan-makan.

Dibuatlah settingan persoalan makan yang merupakan kegiatan sederhana untuk menguatkan tubuh agar betah dan kokoh beribadah, menjadi ajang kegiatan riya dengan segala pengolahan masakan dan penyajian yang wah, dengan beragam kulinernya. Saksikan disemua tayangan televisi, untuk URUSAN MAKAN saja dibuatlah bahasa-bahasa indah yang wah…., dibuatlah penyajian yang luar biasa, dengan komentar yang mempesona, seolah hidup urusan dan tujuannya hanya untuk makan, sehingga di Al-Quran menyebut SEPERTI BINATANG TERNAK, selain karena seperti tujuan hidupnya untuk makan, dan seolah makan adalah kegiatan satu-satunya yang mendasari kehidupan selainnya.

Di Q.S.  47 : 12, Allah berfirman  “ Sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. DAN ORANG-ORANG KAFIR MENIKMATI KESENANGAN HIDUP DI DUNIA, DAN MEREKA MAKAN SEPERTI HEWAN TERNAK, dan kelak nerakalah tempat tinggal bagi mereka “. Ya…… memang orang kafir sebagai life style nya menjadikan PESTA-PESTA – Kesenangan hidup – sebagai bagian terbesar dari kehidupannya, lihatlah orang merayakan, dari mulai pesta pernikahan, kelahiran, ulang tahun, sampai pesta kematian, masih ditambah dengan pesta hari ini dan hari itu, dan orientasinya pada urusan MAKAN, sehingga dijuluki Allah layaknya seperti binatang ternak. Seluruh potensi hidup untuk dunia, dengan bekerja keras dan  kepayahan, hasilnya ? justru di akhirat mereka akan tertunduk terhina dan menyesal, karena ternyata apa yang diusahai di dunia dengan menghabiskan potensi hidup tidak menetas apa-apa di akhirat. Dan puncaknya adalah masuknya mereka ke api yang menyala-nyala,

Q.S. 88 : 2 sd 4 : “ Pada hari itu banyak wajah yang TERTUNDUK LAGI TERHINA ( 2), karena BEKERJA KERAS LAGI KEPAYAHAN ( 3), Mereka memasuki api yang sangat panas ( neraka-4) “
SANGAT BERBEDA dengan kehidupan Rasulullah, yang ketika haji wada’ berkurbannya saja dengan SERATUS ekor unta dimana 63 ekor disembelih dengan tangan beliau sendiri, namun di akhir hayatnya beliau masih menggadaikan baju besi kepada orang yahudi, tidak pernah beliau makan menjadi life style dan berlebihan, apalagi pesta-pesta – bahkan untuk WALIMAH saja disarankan memotong 1 ekor kambing.  demikian juga yang diikuti para sahabat. Pantas saja kehidupan mereka BAHAGIA karena pola hidup beliau dan para sahabat adalah pola hidup ORANG-ORANG YANG BERUNTUNG,

Q.S.  24  : 51 – 52, “ Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka di ajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan perkara diantara mereka, mereka berkata ‘ kami mendengar dan kami taat. Dan mereka itulah orang-orang YANG BERUNTUNG “.

“ Dan barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertaqwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang YANG BERUNTUNG “.

Jadi KEBERUNTUNGAN adalah karena ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, bukan dengan ukuran dunia dengan pesta-perta, makan-makan dan hura-hura, karena memang nyata bagi mu’min bahwa  DUNIA ADALAH PENJARA  ( Hadits Shohih ).
Allahu a’lam bish-showab

Praktek Keagamaan di SAUDI ARABIA

PRAKTEK KEAGAMAAN DI SAUDI ARABIA
DAN FAKTA YANG DIRASAKAN MASYARAKAT DISANA
( Ditulis oleh Ust. Abdullah Roy, MA, dengan penyesuaian secukupnya – red )

Masyarakat dunia bisa dipastikan mengetahui adanya negara Saudi Arabia yang terletak dikawasan Timur Tengah dan terkenal sebagai satu-satunya negara yang menerapkan dan menetapkan Islam sebagai agama resmi negara. Bagaimana penerapannya yang dirasakan masyarakat disana yang dirasakan dan dilihat langsung oleh penulis ?

SISTEM PENDIDIKAN
Kerajaan Arab Saudi memisahkan sekolah antara laki-laki dan perempuan sejak setingkat SD, sehingga anak-anak sudah terbiasa dengan adab Islami dalam bergaul dengan lawan jenis. Siswi sejak SD tidak diperbolehkan memakai rok pendek, siswi dari kelas 1 sampai dengan kelas 3 masih diberi kelonggaran dengan tidak memakai kerudung, tetapi kelas 4 keatas dan terlihat sudah besar dan bisa menimbulkan godaan laki-laki maka sudah dibiasakan berkerudung ke sekolah dan ketika sudah usia baligh setingkat SMP maka sudah diwajibkan bercadar ketika sekolah yang diajar oleh guru putri juga.

Murid mulai dari tingkat TK sampai SD sudah dibiasakan membaca dzikir pagi yang disyari’atkan ketika awal belajar. Dan kurikulum di Saudi juga penuh nuansa Islami. Hafalan Al-Qur’an merupakan muatan tetap sejak dari TK sampai kuliah, dan hafalan dipisah dari pelajaran agama, dimana mulai TK anak sudah diajarkan tiga landasan utama, yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi, mengenal agama, tiga pertanyaan yang kelak kita ditanya tentang hal itu di alam kubur.

Dan hafalan Al-Qur’an berlanjut di masjid-masjid di kampong-kampung di Saudi, biasanya diadakan sehabis sholat Asar untuk anak laki-laki, sedangkan untuk anak  perempuan diadakan di sekolah khusus yang tertutup bukan di masjid.

Pelajaran lainnya, seperti IPA, Matematika dan  lainnya selalu dikaitkan dengan agama, sehingga terlihat ilmu-ilmu itu tidak bertentangan dengan agama.
Yang menarik semua sekolah di Saudi tidak memungut bayaran, bahkan apabila tingkat mahasiswa malahan negara memberi gaji kepada mereka.

SISTEM KESEHATAN
Di Saudi pasien laki-laki dan perempuan dipisahkan, demikian juga dokter laki-laki dan dokter perempuan, kecuali dalam keadaan darurat. Dengan tenaga cukup, sebagian adalah tenaga dari luar negeri.

Sering ditemui saat menunggu pasien para dokter di kamar-kamar praktek membaca Al-Qur’an, komputer mereka diisi dengan murottal, semuanya memanfaatkan waktu agar tidak sia-sia. Bahkan beberapa dokter adalah hafiz Al-Qur’an bahkan memiliki sanad dan mengajarkan kepada orang lain ketika sore hari.

Para dokter menasehati pasien agar bertawakkal kepada Allah, dan tidak bertawakkal kepada dokter atau kepada obat, mereka pahamkan para dokter dan obat hanyalah sarana, dan Allah lah Maha Pemberi Kesembuhan. Apabila kedatangan pasien kecil, sering yang ditanyakan adalah hafalan Al-Qur’annya sudah sampai mana ?

Para dokter wanita memakai cadar adalah pemandangan biasa, begitu juga dokter laki-laki berjenggot tebal adalah biasa. Mereka sholat dengan menunaikan berjama’ah di masjid rumah sakitnya kecuali dalam keadaan darurat yang mengharuskan tetap berada bersama pasien.
Yang menarik dirumah sakit pemerintah, taripnya free baik untuk orang Saudi maupun non Saudi.

SISTEM SOSIAL
Masyarakat kaya Saudi menyadari jika didalam harta mereka terdapat hak orang lain, banyak yayasan sosial berdiri untuk menjadi jembatan antara orang kaya dengan orang miskin dan yang membutuhkan. Banyak orang kaya yang mewakafkan bangunan untuk tempat tinggal, masjid dan lain-lainnya, mereka berlomba menginfaqkan hartanya dijalan Allah, bahkan sampai di Indonesia, dimana tahun 2015 kemarin dari jaringan kita mendapat  4 – empat masjid dari pribadi-pribadi orang Saudi, tanpa ada sarat dan ketentuan apapun kecuali tanah sudah atas nama wakaf.

Ketika Romadlon tiba semakin terlihat kedermawanan mereka, mulai dari berbuka puasa, membebaskan orang dipenjara karena dililit hutang, membagikan pakaian untuk lebaran dan lain-lain, bahkan dana mereka sampai di Indonesia untuk berbuka puasa bersama.

Apabila kita berhaji akan mudah dijumpai orang bershodaqoh dengan memakai kontainer, apakah berupa jus buah, atau bahkan makanan berat – nasi beserta lauknya – di jalan-jalan.

SISTEM KEAMANAN
Hal yang sangat dirasa di Arab Saudi adalah nikmat keamanan, meskipun orang sering menghembus-hembuskan bahayanya perempuan naik taksi sendirian, yang hal itu tidak mustahil akan menjadi sasaran empuk bagi penjahat – karena sopir taksi biasanya bukan orang Saudi, namun kejadian sebenarnya tidak pernah ada kedengaran adanya kengerian perkosaan terhadap wanita.

Di Saudi orang tidak takut berjalan jauh  ( asal bukan perempuan sendirian ), bahkan berjalan di terminal-terminal yang kalau di Indonesia gudangnya preman. Seorang teman membawa 7 koli barang di malam hari di terminal Saudi dan ketika jam sholat ditinggal di tepi jalan begitu saja, maka ketika kembali dalam keadaan utuh tidak terganggu sama sekali. Mobil-mobil pribadi sering ditinggal begitu saja ditepi jalan tanpa penutup pagar apalagi garasi.

Pada malam hari sekalipun dagangan para pedagang kaki lima di sekitar masjid Nabawi dan Masjidil Haram dibiarkan tergeletak saja diluar dengan hanya ditutup kain sampai pagi tanpa ada pengganggu.
Semua nikmat ini dari Allah karena mereka mau menerapkan syari’at Islam. Masyarakat Saudi ditanamkan rasa takut kepada Allah dan rasa takut di hari pembalasan, yang tentu saja mempengaruhi sikap hidup sehari-hari.

Di Arab Saudi tidak pernah kita lihat ada polisi berjaga-jaga di tepi jalan, karena selain masyarakatnya sadar hukum yang dipakai adalah hukum Allah Subhanallahu wa ta’ala juga karena kecaggihan sistem tata lalu lintas disana, semua serba komputer sehingga kalau ada pelanggaran kecepatan, tempat parkir, tinggal didenda ketika mereka mengurus perpanjangan nomor  polisi.

SISTEM KEMASYARAKATAN
Di Saudi perjalanan kemasyarakatan lumrah seperti di negara lain, bedanya ketika di angkutan umum, selain tempat penumpang putra dan putri terpisah maka alat angkutan umum tidak pernah membunyikan musik-musik yang memekakkan telinga, mereka cenderung memilih menghidupkan suara muratal Al-Qur’an dari qori’ ternama, demikian juga ketika kita di supermarket tidak pernah terdengar hingar bingar suara musik tetapi suara lembut muratal Al-Qur’an, dan penjaga supermarket pun bukan perempuan murahan dengan berdandan menor, tetapi supermarket dijaga oleh laki-laki.

Di Arab Saudi restaurant dibagi dua, ada yang hanya khusus laki-laki, ada yang bisa ditempati Family untuk keluarga laki-laki, perempuan dan anak-anak, apabila ditempat yang khusus laki-laki maka untuk perempuan hanya boleh take away – dibungkus kan. Demikian juga di jalan-jalan, jangan harap ada perempuan bebas melenggang dengan pakaian seronok tidak sopan dan tidak menutup aurat seperti di Indonesia yang memekakkan mata.

Bagaimana orang Arab Saudi berekreasi ? mereka cenderung berekreasi dengan keluarga, ada di padang pasir yang luas ketika malam hari dengan berkemah dan membakar kambing guling, di sekitar jabal Maghnit terlihat mobil-mobil ATR berseliweran dinaiki anak anak muda Arab Saudi beserta keluarganya menikmati pemandangan alam. Ada juga yang ke tempat-tempat hiburan dengan berbagai permainan dan lampu penerang berwarna-warni, umunya mereka berkelompok-kelompok dalam satu keluarga, tidak ada yang bergentayangan sendiri apalagi anak putri, tidak ada sama sekali. Beda sekali disini – Indonesia, perempuan bergentanyangan sendirian mengumbar syahwat lawan jenis.

AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR
Saudi satu-satunya negara yang memiliki polisi syari’ah yang tergabung dalam hai’ah amar ma’ruf nahi munkar, diawah bendera kementerian dalam negeri. Mereka bukan seperti ormas di Indonesia yang menggebrak sana menggebrak sini, tetapi dengan persuasive, tidak berseragam dan memiliki kewenangan terbatas  mengarahkan masyarakat agar berperilaku sesuai syara’, seperti menjaga jangan sampai ada laki-laki bukan muhrim berduaan di jalanan, merazia minuman keras, memberantas perdukunan, juga menertibkan syi’ar Islam seperti menjelang sholat jama’ah mereka mengajak masyarakat untuk segera ke masjid, mengontrol took-toko yang masih bandel membuka gerai dan lain-lainnya. Karena setiap sholat dan ditegakkan jama’ah di masjid-masjid maka semua aktifitas kehidupan berhenti, seperti kantor-kantor, pasar-pasar, SPBU-SPBU, took-toko, bahkan apabila membandel maka ijin mereka bisa dicabut lantaran persoalan jama’ah di masjid ini, karena memang fatwa ulama Saudi mewajibkan laki-laki sholat berjama’ah di masjid.

Demikian kenyataan yang ada di Saudi Arabia, sehingga ketika terjadi fitnah sebagai negeri yang sangar dan serba keras maka itu fitnah keji yang tidak ada bukti, memang benar Saudi sangat teguh menegakkan aqidah shohihah, menegakkan Al-Qur’an dan Sunnah sesuai manhaj sahabat, sehingga bagi sebagian golongan yang cenderung kepada penyimpangan aqidah dan beragama dengan sandaran bid’ah akan merasa terganggu dengan dakwah yang digelorakan dari Arab Saudi.

Jadi jika ditanyakan, bagaimana praktek keagamaan rakyat Saudi ? maka jawabnya seperti yang tertulis diatas, bahwa yang dimaksud praktek keagamaan adalah kehidupan mereka sehari-hari.
Cobalah tengok fakta kehidupan disana seperti yang ditulis diatas………….
Wallahu ‘alam bish-showab.

BPJS OH, be pe je es

Istilah indah, sebagai media tolong menolong sesama anak bangsa ditebar diawal sosialisasi, bahkan dua tokoh besar agama di Indonesia ( Bapak KH. Hasyim Muzadi dan Bapak KH. Dien Syamsudin) ikut mengkampanyekannya. Anggota DPR sepakat bulat mengesahkan undang-undangnya, yang apabila ada anak bangsa tidak tahu maka dianggap kesalahannya sendiri, seperti misalnya ada tanda VERBOODEN koq masih dilewati atau dimasuki maka pak Polisi akan menyemprit tanpa pandang bulu.

Dan genderang berlakunya undang-undang BPJS telah ditabuh pada tahun 2015 ini, siapapun orangnya berada di Indonesia wajib mengikuti, dan bagi perusahaan / yayasan / lembaga apapun yang ketahuan tidak ber – BPJS maka tangan Kejaksaan akan menjangkaunya, dan akan diberi sangsi mulai administrative sampai PENUTUPAN usaha / kegiatan yang dilakukan, dan Juli tahun ini semua itu mulai berlaku.

Marketing-marketing professional disebar untuk berburu nasabah, tidak menanggapi sekali maka surat yang judulnya Pemberitahuan ternyata adalah surat peringatan, dan hanya sampai pemberitahuan ( baca peringatan ) kedua, untuk kemudian Kejaksaan yang mengambil alih dengan pemanggilan yang bernilai pidana apabila tidak menghiraukan himbauan.

Sebagai rakyat kita tersenyum kecut dibuatnya, BPJS yang awalnya dikampanyekan sebagai upaya tolong menolong menjadi hantu yang menakutkan, karena akan memotong gaji siapapun yang menerima gaji dengan potongan sekitar 11 ( sebelas ) % per bulan baik untuk BPJS Ketenaga kerjaan maupun BPJS kesehatan ( BPJS Kesehatan 5 %, BPJS ketenagakerjaan sekitar 6 % ).

Kita hanya membayangkan, bukankah di Undang-undang Dasar ada disebutkan negeri ini berdiri / merdeka untuk menjadi bangsa yang adil makmur dengan “ bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai negara dan sebesar-besarnya untuk KEMAKMURAN rakyat “, dan ketika bumi dikuasai oleh Amerika, Inggris, Perancis, Jepang bahkan Cina berupa penguasaan tambang-tambang raksasa, bahkan Malaysia juga ikut merebut kebun sawit di Sumatera, sedangkan air sudah dikuasai DANONE dengan Aqua-nya dijual untuk bangsa Indonesia dengan harga berlipat-lipat, maka apa daya negara bisa memakmurkan rakyatnya ?, sedangkan untuk urusan primer kesehatan saja rakyat yang sudah melarat ini masih diperas iurannya, hanya yang berpenghasilan sekitar Rp. 230.000,- per bulan yang dibebaskan dan iurannya dibayar oleh negara, bayangkan siapa orang sekarang yang berpenghasilan kurang dari Rp. 10.000,- per hari ?, kuli di pasar atau tukang becak di jalan saja penghasilannya lebih dari itu. Terus apa tanggung jawab negara terhadap rakyatnya untuk memakmurkannya ? Aturan jelek / Undang undang yang tidak berperikemanusiaan ini dipaksakan anggota Dewan dan berdasarkan pesanan USAID tidak lain dan tidak bukan karena dari sebab demokrasi sembako dimana setiap anggota dewan dituntut mencari pokok kembalian modal yang digelontorkan saat pemilu ditambah keuntungan yang biasanya berlipat-lipat karena mereka dituntut oleh partainya untuk menjadi mesin uang. Dan pesanan undang-undang untuk kepentingan asing demikian sudah bukan rahasia lagi.

Sedangkan USAID berambisi mengegolkan undang - undang ini karena berkait dengan dampak krisis ekonomi global dimana sampai sekarang Amerika belum sembuh dari sakitnya karena RIBA ekonomi menjadikan nilai uang jatuh dan nilai saham hancur hancuran. Kekuatan dan kekuasan mereka menggerus kekayaan alam dinegeri-negeri jajahannya masih belum cukup menutup devisit mereka, maka diaturlah akal-akalan untuk mengumpulkan uang recehan dengan alat BPJS. Dan ketika sampai tahun 2019 sudah diberlakukan ke sangsi-sangsi bagi yang tidak ikut BPJS, bangsa Indonesia ini tidak akan dapat mengurus IMB, STNK, Sertifikat tanah sampai SIM konon sampai urusan tidak bisa membuat KTP, maka BPJS yang telah diperjuangkan pemerintah habis-habisan ini tentu saja menjadikan rakyat sudah akan BPJKS MINDED. Dan datanglah tahun 2020, ketika perdagangan dunia dibuka, maka tidak ada lagi proteksi negara terhadap usaha apapun juga, maka mulailah asuransi-asuransi Amerika panen uang recehan dengan ikut membuka semacam BPJS, karena bangsa MINDERWALDEGH COMPLEKS ini tentu akan lebih memilih perusahaan asing daripada perusahaan dalam negeri apalagi perusahaan negara, naudzubillahi min dzalik.

Tentu saja kita tidak mengerti atas ulah anggota Dewan yang keputusannya dijalankan pemerintah ini. Apalagi kalau dipandang secara ideologis, bahwa BPJS ini GHOROR dan RIBA, maka keberkahan bagi bangsa ini tentu akan tertutup dan harus bersiap berperang dengan Allah swt dan Rasul-Nya, karena ancaman riba di Al-Qur’an memang berperang itu, dan tentu saja sebagai muslim kita tidak mau itu, dan tentu saja kita tidak bisa menghindar dari BPJS, mau pindah kewarganegaraan tidak berani, maka apa akal ? Tentu saja mau muter akal secara apapun tidak bisa, karena seperti kasus Verbooden diatas kita wajib ikut selama masih warga negara Indonesia atau berdomisili di Indonesia, sambil kita beristighfar sebanyak-banyaknya, betapa teganya anggota dewan kita menjerumuskan bangsanya kedalam amaliah ghoror dan riba ini. Allahu a’lam bish-showaab.

MEWASPADAI BAHAYA SYIAH

Majalah Sinaran Ed. 17
Hal. 31 - 32
Munas MPAQ dibagikan buku saku “ mewaspadai bahaya Syiah “, karya bapak KH. Abdul Wahid Hasyim Mufti ‘Aam MPAQ, dan disarankan berinfaq untuk ambisi mencetak sejuta exemplar. Karena bahaya yang ditimbulkan sudah sangat terasa akibatnya bagi ahlus sunnah, di Iran pembantaian dan Cleaning Ethnic sudah bisa menghapus jejak ahlus sunnah di Iran dan di Suriah dengan kejam rezim Syiah Bashar Asad membantai rakyatnya sendiri dengan tiada ampun dan tiada henti, sedang di Indonesia, dimana Syiah masih lemah mereka sudah 20 ( duapuluh) kali melakukan makar, terakhir penyerbuan di jama’ah pengajian KH. Muhammad Arifin Ilham, naudzubillah………

Memang indah gaya taqiyyah Syiah ketika mereka belum kuat, mereka akan menyandarkan sebagai jamaah pecinta ahlul bait, kemudian juga menyandarkan kepada habaib-
habaib, sehingga seolah damai dan enak, padahal bagaimana mungkin Rasulullah saw dengan budaya partial chal menyambung keturunannya dengan Fatimah ra, sedangkan Islam lebih mengedepankan “bin” dibanding “binti” untuk sistem pewarisan dan perwalian dengan landasan dalil Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw, ( Tentu saja kita sangat hormat dan sayang dengan putra dan keturunan Rasulullah saw, termasuk istri-istri beliau sebagai Ummahatul Muslimin )

Memang indah gaya taqiyyah Syiah, ketika mereka mengajak orang-orang yang belum kuat Islam, untuk “ sholat 3 waktu saja, karena sholat 5 waktu itu repot…….. “ katanya. Dan memang indah gaya taqiyyah Syi’ah ketika memaknai nikah mut’ah hanya ilmu yang tidak semua jamaah Syi’ah boleh disosialisasikan, padahal dalam praktek ajaran inilah yang digencarkan dan digemari khususnya dikalangan mahasiswa, sehingga kasus penyakit kelamin terjadi di perempuan berhijab besar sering terjadi di Bandung.

Maka ketika kita akan memahami Syi’ah, paling tepat jika kita buka kitab-kitab Syiah karangan para imam dan mullah mereka, yang dibuku Pak Kyai cukup lengkap membahasnya, atau kita sandarkan kepada pernyataan para imam madzhab, seperti :

Kata Imam Malik ra, “ Jangan bicara dengan mereka dan jangan meriwayatkan hadits dari mereka, sesungguhnya mereka adalah pembohong “. Atau Imam Syafi’I ra, “ Saya tidak melihat seorang sekaliber saksi bohong daripada Syi’ah “, Atau Imam Ahmad ra ketika ditanya tentang Syi’ah , “ Saya tidak berpendapat termasuk Islam “. Rugi kita membaca buku DR. Qurays Shihab, yang berisi taqiyyah/ kebohongan dan berbanding terbalik dengan kitab karya ulama Syi’ah sendiri.

Yang paling pokok dari ajaran atau aqidah mereka yang membahayakan kedudukan berbangsa dan bernegara adalah “ doktrin politik mendirikan negara “, dimana bagi mereka menganggap semua pimpinan negeri-negeri Islam non Syi’ah adalah kufur dan wajib diganti untuk kemudian dikaitkan dengan keimamahan mereka, seperti pernyataan imam kelima mereka yaitu Abu Ja’far ketika menerangkan rukun Islam yang lima, yaitu Sholat, Zakat, Haji, Puasa dan Negara, ketika ditanya mana yang lebih utama ?, jawabnya adalah “ Negara “. ( dinukil dari kitab Syi’ah wa sunnah pada bab Wilayah Wal Washoya. Apalagi ditambah budaya caci maki kepada sahabat utama ( Abu Bakar, Umar dan Ustman ra) dan menuduh pelacur ummahat mukminin ( Aisyah dan Hafsah ra ), menganggap Al-Qur’an ahlus sunah sebagian ada yang kurang dan dipalsukan dan menganggap Al-Qur’an Fatimiyah yang ghoib lah yang benar, merasa perebutan tahta kekholifahan yang mustinya untuk Ali ra direbut Abu Bakar, Umar dan Ustman ra, semua adalah masalah sensitive bagi Ahlus Sunah dan hal inipun bisa menjadi simbol perpecahan dan konflik horizontal ummat.

Maka di era presiden sekarang yang segala macem serba bebas, sehingga anak-anak PKI beroleh kedudukan terhormat, bahkan putri Indonesia 2015 juga berkaos palu arit tidak mendapat hukuman ( sebagai simbol partai terlarang ), dan Syi’ah merebak dimana-mana dan sudah mendapat tempat terhormat di Parlemen dan jabatan publik. Semoga kesadaran kita atas bahaya Syi’ah terus ada, dan bertindak sesuai kapasitas tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan kita masing-masing. Semoga Allah melindungi kita semua dari bahaya Syi’ah, amin.

Allahu a’lam bishowab ( MJK ).