• MAJALAH SINARANProduk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
  • KADER DAKWAHKader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
  • ARAHAN PAK YAIPengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
  • KAJIAN JUM'ATKajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
  • MPAQ Daerah CilacapPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
  • MPAQ Daerah KlatenPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
  • css sliderPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Magelang dsk
  • MPAQ Daerah YogyaPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk

Praktek Keagamaan di SAUDI ARABIA

PRAKTEK KEAGAMAAN DI SAUDI ARABIA
DAN FAKTA YANG DIRASAKAN MASYARAKAT DISANA
( Ditulis oleh Ust. Abdullah Roy, MA, dengan penyesuaian secukupnya – red )

Masyarakat dunia bisa dipastikan mengetahui adanya negara Saudi Arabia yang terletak dikawasan Timur Tengah dan terkenal sebagai satu-satunya negara yang menerapkan dan menetapkan Islam sebagai agama resmi negara. Bagaimana penerapannya yang dirasakan masyarakat disana yang dirasakan dan dilihat langsung oleh penulis ?

SISTEM PENDIDIKAN
Kerajaan Arab Saudi memisahkan sekolah antara laki-laki dan perempuan sejak setingkat SD, sehingga anak-anak sudah terbiasa dengan adab Islami dalam bergaul dengan lawan jenis. Siswi sejak SD tidak diperbolehkan memakai rok pendek, siswi dari kelas 1 sampai dengan kelas 3 masih diberi kelonggaran dengan tidak memakai kerudung, tetapi kelas 4 keatas dan terlihat sudah besar dan bisa menimbulkan godaan laki-laki maka sudah dibiasakan berkerudung ke sekolah dan ketika sudah usia baligh setingkat SMP maka sudah diwajibkan bercadar ketika sekolah yang diajar oleh guru putri juga.

Murid mulai dari tingkat TK sampai SD sudah dibiasakan membaca dzikir pagi yang disyari’atkan ketika awal belajar. Dan kurikulum di Saudi juga penuh nuansa Islami. Hafalan Al-Qur’an merupakan muatan tetap sejak dari TK sampai kuliah, dan hafalan dipisah dari pelajaran agama, dimana mulai TK anak sudah diajarkan tiga landasan utama, yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi, mengenal agama, tiga pertanyaan yang kelak kita ditanya tentang hal itu di alam kubur.

Dan hafalan Al-Qur’an berlanjut di masjid-masjid di kampong-kampung di Saudi, biasanya diadakan sehabis sholat Asar untuk anak laki-laki, sedangkan untuk anak  perempuan diadakan di sekolah khusus yang tertutup bukan di masjid.

Pelajaran lainnya, seperti IPA, Matematika dan  lainnya selalu dikaitkan dengan agama, sehingga terlihat ilmu-ilmu itu tidak bertentangan dengan agama.
Yang menarik semua sekolah di Saudi tidak memungut bayaran, bahkan apabila tingkat mahasiswa malahan negara memberi gaji kepada mereka.

SISTEM KESEHATAN
Di Saudi pasien laki-laki dan perempuan dipisahkan, demikian juga dokter laki-laki dan dokter perempuan, kecuali dalam keadaan darurat. Dengan tenaga cukup, sebagian adalah tenaga dari luar negeri.

Sering ditemui saat menunggu pasien para dokter di kamar-kamar praktek membaca Al-Qur’an, komputer mereka diisi dengan murottal, semuanya memanfaatkan waktu agar tidak sia-sia. Bahkan beberapa dokter adalah hafiz Al-Qur’an bahkan memiliki sanad dan mengajarkan kepada orang lain ketika sore hari.

Para dokter menasehati pasien agar bertawakkal kepada Allah, dan tidak bertawakkal kepada dokter atau kepada obat, mereka pahamkan para dokter dan obat hanyalah sarana, dan Allah lah Maha Pemberi Kesembuhan. Apabila kedatangan pasien kecil, sering yang ditanyakan adalah hafalan Al-Qur’annya sudah sampai mana ?

Para dokter wanita memakai cadar adalah pemandangan biasa, begitu juga dokter laki-laki berjenggot tebal adalah biasa. Mereka sholat dengan menunaikan berjama’ah di masjid rumah sakitnya kecuali dalam keadaan darurat yang mengharuskan tetap berada bersama pasien.
Yang menarik dirumah sakit pemerintah, taripnya free baik untuk orang Saudi maupun non Saudi.

SISTEM SOSIAL
Masyarakat kaya Saudi menyadari jika didalam harta mereka terdapat hak orang lain, banyak yayasan sosial berdiri untuk menjadi jembatan antara orang kaya dengan orang miskin dan yang membutuhkan. Banyak orang kaya yang mewakafkan bangunan untuk tempat tinggal, masjid dan lain-lainnya, mereka berlomba menginfaqkan hartanya dijalan Allah, bahkan sampai di Indonesia, dimana tahun 2015 kemarin dari jaringan kita mendapat  4 – empat masjid dari pribadi-pribadi orang Saudi, tanpa ada sarat dan ketentuan apapun kecuali tanah sudah atas nama wakaf.

Ketika Romadlon tiba semakin terlihat kedermawanan mereka, mulai dari berbuka puasa, membebaskan orang dipenjara karena dililit hutang, membagikan pakaian untuk lebaran dan lain-lain, bahkan dana mereka sampai di Indonesia untuk berbuka puasa bersama.

Apabila kita berhaji akan mudah dijumpai orang bershodaqoh dengan memakai kontainer, apakah berupa jus buah, atau bahkan makanan berat – nasi beserta lauknya – di jalan-jalan.

SISTEM KEAMANAN
Hal yang sangat dirasa di Arab Saudi adalah nikmat keamanan, meskipun orang sering menghembus-hembuskan bahayanya perempuan naik taksi sendirian, yang hal itu tidak mustahil akan menjadi sasaran empuk bagi penjahat – karena sopir taksi biasanya bukan orang Saudi, namun kejadian sebenarnya tidak pernah ada kedengaran adanya kengerian perkosaan terhadap wanita.

Di Saudi orang tidak takut berjalan jauh  ( asal bukan perempuan sendirian ), bahkan berjalan di terminal-terminal yang kalau di Indonesia gudangnya preman. Seorang teman membawa 7 koli barang di malam hari di terminal Saudi dan ketika jam sholat ditinggal di tepi jalan begitu saja, maka ketika kembali dalam keadaan utuh tidak terganggu sama sekali. Mobil-mobil pribadi sering ditinggal begitu saja ditepi jalan tanpa penutup pagar apalagi garasi.

Pada malam hari sekalipun dagangan para pedagang kaki lima di sekitar masjid Nabawi dan Masjidil Haram dibiarkan tergeletak saja diluar dengan hanya ditutup kain sampai pagi tanpa ada pengganggu.
Semua nikmat ini dari Allah karena mereka mau menerapkan syari’at Islam. Masyarakat Saudi ditanamkan rasa takut kepada Allah dan rasa takut di hari pembalasan, yang tentu saja mempengaruhi sikap hidup sehari-hari.

Di Arab Saudi tidak pernah kita lihat ada polisi berjaga-jaga di tepi jalan, karena selain masyarakatnya sadar hukum yang dipakai adalah hukum Allah Subhanallahu wa ta’ala juga karena kecaggihan sistem tata lalu lintas disana, semua serba komputer sehingga kalau ada pelanggaran kecepatan, tempat parkir, tinggal didenda ketika mereka mengurus perpanjangan nomor  polisi.

SISTEM KEMASYARAKATAN
Di Saudi perjalanan kemasyarakatan lumrah seperti di negara lain, bedanya ketika di angkutan umum, selain tempat penumpang putra dan putri terpisah maka alat angkutan umum tidak pernah membunyikan musik-musik yang memekakkan telinga, mereka cenderung memilih menghidupkan suara muratal Al-Qur’an dari qori’ ternama, demikian juga ketika kita di supermarket tidak pernah terdengar hingar bingar suara musik tetapi suara lembut muratal Al-Qur’an, dan penjaga supermarket pun bukan perempuan murahan dengan berdandan menor, tetapi supermarket dijaga oleh laki-laki.

Di Arab Saudi restaurant dibagi dua, ada yang hanya khusus laki-laki, ada yang bisa ditempati Family untuk keluarga laki-laki, perempuan dan anak-anak, apabila ditempat yang khusus laki-laki maka untuk perempuan hanya boleh take away – dibungkus kan. Demikian juga di jalan-jalan, jangan harap ada perempuan bebas melenggang dengan pakaian seronok tidak sopan dan tidak menutup aurat seperti di Indonesia yang memekakkan mata.

Bagaimana orang Arab Saudi berekreasi ? mereka cenderung berekreasi dengan keluarga, ada di padang pasir yang luas ketika malam hari dengan berkemah dan membakar kambing guling, di sekitar jabal Maghnit terlihat mobil-mobil ATR berseliweran dinaiki anak anak muda Arab Saudi beserta keluarganya menikmati pemandangan alam. Ada juga yang ke tempat-tempat hiburan dengan berbagai permainan dan lampu penerang berwarna-warni, umunya mereka berkelompok-kelompok dalam satu keluarga, tidak ada yang bergentayangan sendiri apalagi anak putri, tidak ada sama sekali. Beda sekali disini – Indonesia, perempuan bergentanyangan sendirian mengumbar syahwat lawan jenis.

AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR
Saudi satu-satunya negara yang memiliki polisi syari’ah yang tergabung dalam hai’ah amar ma’ruf nahi munkar, diawah bendera kementerian dalam negeri. Mereka bukan seperti ormas di Indonesia yang menggebrak sana menggebrak sini, tetapi dengan persuasive, tidak berseragam dan memiliki kewenangan terbatas  mengarahkan masyarakat agar berperilaku sesuai syara’, seperti menjaga jangan sampai ada laki-laki bukan muhrim berduaan di jalanan, merazia minuman keras, memberantas perdukunan, juga menertibkan syi’ar Islam seperti menjelang sholat jama’ah mereka mengajak masyarakat untuk segera ke masjid, mengontrol took-toko yang masih bandel membuka gerai dan lain-lainnya. Karena setiap sholat dan ditegakkan jama’ah di masjid-masjid maka semua aktifitas kehidupan berhenti, seperti kantor-kantor, pasar-pasar, SPBU-SPBU, took-toko, bahkan apabila membandel maka ijin mereka bisa dicabut lantaran persoalan jama’ah di masjid ini, karena memang fatwa ulama Saudi mewajibkan laki-laki sholat berjama’ah di masjid.

Demikian kenyataan yang ada di Saudi Arabia, sehingga ketika terjadi fitnah sebagai negeri yang sangar dan serba keras maka itu fitnah keji yang tidak ada bukti, memang benar Saudi sangat teguh menegakkan aqidah shohihah, menegakkan Al-Qur’an dan Sunnah sesuai manhaj sahabat, sehingga bagi sebagian golongan yang cenderung kepada penyimpangan aqidah dan beragama dengan sandaran bid’ah akan merasa terganggu dengan dakwah yang digelorakan dari Arab Saudi.

Jadi jika ditanyakan, bagaimana praktek keagamaan rakyat Saudi ? maka jawabnya seperti yang tertulis diatas, bahwa yang dimaksud praktek keagamaan adalah kehidupan mereka sehari-hari.
Cobalah tengok fakta kehidupan disana seperti yang ditulis diatas………….
Wallahu ‘alam bish-showab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar