![]() |
| Majalah Sinaran Ed. 17 Hal. 31 - 32 |
Memang indah gaya taqiyyah Syiah ketika mereka belum kuat, mereka akan menyandarkan sebagai jamaah pecinta ahlul bait, kemudian juga menyandarkan kepada habaib-
habaib, sehingga seolah damai dan enak, padahal bagaimana mungkin Rasulullah saw dengan budaya partial chal menyambung keturunannya dengan Fatimah ra, sedangkan Islam lebih mengedepankan “bin” dibanding “binti” untuk sistem pewarisan dan perwalian dengan landasan dalil Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw, ( Tentu saja kita sangat hormat dan sayang dengan putra dan keturunan Rasulullah saw, termasuk istri-istri beliau sebagai Ummahatul Muslimin )
Memang indah gaya taqiyyah Syiah, ketika mereka mengajak orang-orang yang belum kuat Islam, untuk “ sholat 3 waktu saja, karena sholat 5 waktu itu repot…….. “ katanya. Dan memang indah gaya taqiyyah Syi’ah ketika memaknai nikah mut’ah hanya ilmu yang tidak semua jamaah Syi’ah boleh disosialisasikan, padahal dalam praktek ajaran inilah yang digencarkan dan digemari khususnya dikalangan mahasiswa, sehingga kasus penyakit kelamin terjadi di perempuan berhijab besar sering terjadi di Bandung.
Maka ketika kita akan memahami Syi’ah, paling tepat jika kita buka kitab-kitab Syiah karangan para imam dan mullah mereka, yang dibuku Pak Kyai cukup lengkap membahasnya, atau kita sandarkan kepada pernyataan para imam madzhab, seperti :
Kata Imam Malik ra, “ Jangan bicara dengan mereka dan jangan meriwayatkan hadits dari mereka, sesungguhnya mereka adalah pembohong “. Atau Imam Syafi’I ra, “ Saya tidak melihat seorang sekaliber saksi bohong daripada Syi’ah “, Atau Imam Ahmad ra ketika ditanya tentang Syi’ah , “ Saya tidak berpendapat termasuk Islam “. Rugi kita membaca buku DR. Qurays Shihab, yang berisi taqiyyah/ kebohongan dan berbanding terbalik dengan kitab karya ulama Syi’ah sendiri.
Yang paling pokok dari ajaran atau aqidah mereka yang membahayakan kedudukan berbangsa dan bernegara adalah “ doktrin politik mendirikan negara “, dimana bagi mereka menganggap semua pimpinan negeri-negeri Islam non Syi’ah adalah kufur dan wajib diganti untuk kemudian dikaitkan dengan keimamahan mereka, seperti pernyataan imam kelima mereka yaitu Abu Ja’far ketika menerangkan rukun Islam yang lima, yaitu Sholat, Zakat, Haji, Puasa dan Negara, ketika ditanya mana yang lebih utama ?, jawabnya adalah “ Negara “. ( dinukil dari kitab Syi’ah wa sunnah pada bab Wilayah Wal Washoya.
Apalagi ditambah budaya caci maki kepada sahabat utama ( Abu Bakar, Umar dan Ustman ra) dan menuduh pelacur ummahat mukminin ( Aisyah dan Hafsah ra ), menganggap Al-Qur’an ahlus sunah sebagian ada yang kurang dan dipalsukan dan menganggap Al-Qur’an Fatimiyah yang ghoib lah yang benar, merasa perebutan tahta kekholifahan yang mustinya untuk Ali ra direbut Abu Bakar, Umar dan Ustman ra, semua adalah masalah sensitive bagi Ahlus Sunah dan hal inipun bisa menjadi simbol perpecahan dan konflik horizontal ummat.
Maka di era presiden sekarang yang segala macem serba bebas, sehingga anak-anak PKI beroleh kedudukan terhormat, bahkan putri Indonesia 2015 juga berkaos palu arit tidak mendapat hukuman ( sebagai simbol partai terlarang ), dan Syi’ah merebak dimana-mana dan sudah mendapat tempat terhormat di Parlemen dan jabatan publik. Semoga kesadaran kita atas bahaya Syi’ah terus ada, dan bertindak sesuai kapasitas tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan kita masing-masing. Semoga Allah melindungi kita semua dari bahaya Syi’ah, amin.
Allahu a’lam bishowab ( MJK ).
Produk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
Kader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
Pengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
Kajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk

Tidak ada komentar:
Posting Komentar