• MAJALAH SINARANProduk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
  • KADER DAKWAHKader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
  • ARAHAN PAK YAIPengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
  • KAJIAN JUM'ATKajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
  • MPAQ Daerah CilacapPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
  • MPAQ Daerah KlatenPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
  • css sliderPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Magelang dsk
  • MPAQ Daerah YogyaPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk

Menjama’ shalat karena banjir

Pertannyaan
Kami ingin bertanya pada ustadz, dengan keadaan Jakarta yang banjir, jarak tempuh dari satu lokasi ke lokasi yang lain menjadi panjang. Sebagai contoh, seorang pekerja yang pulang kantor jam 16.30 sampai rumah bisa jadi udah masuk waktu shalat isya, pertanyaannya apakah shalat maghrib bisa dijamak dengan isya’? Terimakasih. 

Jawaban
Boleh saja dijamak shalatnya jika memang kondisi dalam keadaan banjir dan tidak memungkinkan untuk turun singgah dimasjid ketika dalam perjalanan.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ جَمَعَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ بِالْمَدِينَةِ فِى غَيْرِ خَوْفٍ وَلاَ مَطَر

majalah sinaran Ed. 17
Hal. 30
"Dari sahabat Ibnu Abas, beliau berkata bahwa Nabi SAW pernah menjamak antara shalat duhur dan asar dan shalat magrib dan isya di Madinah dalam keadaan tidak hujan dan tidak perang” (HR. Muslim)

Dari hadits diatas dipahami oleh para ulama akan dibolehkannya menjamak shalat dengan alasan hajat, dan termasuk hajat jika dalam keadaan banjir yang menyulitkan kita untuk melaksanakan shalat secara sempurna.  

Ditulis Oleh

Author
Ust. H. Sigit Sulistyo, Lc
Mjelis Syuro MPAQ
Pertanyaan bisa dikirim melalui e-mail : sinaranmpas@gmail.com atau SMS ke 085 640 406 157

Tidak ada komentar:

Posting Komentar