• MAJALAH SINARANProduk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
  • KADER DAKWAHKader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
  • ARAHAN PAK YAIPengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
  • KAJIAN JUM'ATKajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
  • MPAQ Daerah CilacapPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
  • MPAQ Daerah KlatenPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
  • css sliderPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Magelang dsk
  • MPAQ Daerah YogyaPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk

Tafsir surat AL BAQOROH Ayat 47

(Hasil kajian bersama Bapak KH. Abdul Wahid Hasyim, rutin dan urut mengkaji kitab tafsir IBNU KATSIER setiap hari Ahad di Masjid Al Masyhur desa Bageng – Gembong ).


Ayat 47
يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ
Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat(47).

Allah ta’ala mengingatkan kepada Bani Israil, atas nikmat-nikmat yang diberikan kepada mereka, diantaranya :.
  1. Diutusnya  para Rasul dari kalangan bangsa mereka sendiri.
  2. Diturunkannya beberapa kitab mereka sebagai petunjuk.
  3. Kekuasaan, atau keutamaan mereka dari umat-umat yang lain pada zamannya, sebagaimana difirmankan Allah ta’ala dalam QS Ad-DUKHAAN : 32

وَلَقَدِ اخْتَرْنَاهُمْ عَلَىٰ عِلْمٍ عَلَى الْعَالَمِينَ
Dan sesungguhnya telah Kami pilih mereka dengan pengetahuan (Kami) atas bangsa-bangsa.

Atau dalam QS AL MAIDAH : 20
وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنْبِيَاءَ وَجَعَلَكُمْ مُلُوكًا وَآتَاكُمْ مَا لَمْ يُؤْتِ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ
Dan [menyebutkan, O Muhammad], ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Hai kaumku, mengingat nikmat Allah kepadamu ketika Dia ditunjuk di antara kamu nabi-nabi dan membuat Anda pemiliknya dan memberi Anda bahwa yang Dia tidak diberikan siapa pun di antara dunia.

Kecuali dari beberapa hal di atas Allah juga memberikan kelebihan kepada Bani israil sebagai bangsa yang unggul, dari sebab mereka berpegang teguh kepada kitab dan mengoprasionalkan dalam

kehidupan sehari-hari, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Muslim :

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَلَ: قَلَ رَسُوْلُ اللّٰهِ عَلَيْهَ وَسَلَّمَ : اَنّ اللّٰهَ يَرْ فَعُ بِهَذَ الْكِتَابِ أقْوَاماً وَيَضَعُ بِهِ آخَرِيْنَ
Sesungguhnya Allah akan mengangkat suatu kaum dengan kitab, dan merendahkan suatu kaum yang lain juga dengan kitab. “  (Hr. Muslim)

Maksudnya suatu kaum akan terangkat derajat kehidupannya apabila berpegang teguh kepada kitab serta bersedia untuk mengamalkannya, dan sebaliknya suatu kaum akan hancur sehancur-hancurnya manakala kaum tersebut abai terhadap kitab, bahkan memusuhi orang-orang yang berpegang teguh kepada kitab.

Demikian juga dengan orang-orang Bani Israil saat ini, seandainya mereka mau kembali berpegang teguh kepada isi Al Qur’an niscaya Allah akan memberikan kembali kejayaan Bani Israil
sebagaimana kejayaan semasa Nabi Sulaiman dan Nabi Daud. Akan tetapi kenyataannya tidaklah demikian, kita lihat dalam sejarah semenjak Bani Israil meninggalkan kitab (menyimpang jauh dari taurot dan Injil) maka kita lihat mereka menjadi bangsa yang terhina sepanjang jaman. Meskipun bisa kita lihat saat ini orang-orang Yahudi bisa menguasai negeri Palestina, namun itu hanya keunggulan yang sangat kecil, tidak sebanding dengan perasaan takut dan khawatir yang senantiasa meliputi bangsa Israil. Menjadi bangsa yang hina dan tidak aman mulai sejak menyatakan berdiri tahun 1948 sampai dengan sekarang.

Secara lengkap Allah ,menceritakan perjalanan kehidupan Bani Israil dalam QS AL BAQOROH : 61

وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَىٰ لَنْ نَصْبِرَ عَلَىٰ طَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنْبِتُ الْأَرْضُ مِنْ بَقْلِهَا وَقِثَّائِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا ۖ قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَىٰ بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ ۚ اهْبِطُوا مِصْرًا فَإِنَّ لَكُمْ مَا سَأَلْتُمْ ۗ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ ۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۗ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.

Umat Nabi Muhammad lebih mulia dibanding Bani Israil, ayat tersebut di atas harus dipahami seperti itu, sebagaimana firman Allah ta’ala dalam QS ALI-IMRON : 110

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

 Makna ayat di atas tidak boleh dibelokkan untuk mengunggulkan Bani Israil atas umat-umat lain, baik yang sebelum ataupun yang sesudahnya. Untuk konteks sekarang kaum yang diunggulkan yang dimaksud adalah umat Nabi Muhammad SAW.

 Nabi Ibrahim As yang ada sebelum mereka adalah lebih unggul dari segenap Nabi-nabi terdahulu. Tetapi Nabi Muhammad SAW yang lahir setelah mereka adalah orang yang yang paling unggul dan mulia atas semua makhluk, junjungan umat manusia baik di dunia maup[un di akhirat. Sholawat, salam dan berkah Allah semoga dilimpahkan kepadanya.

Umat Islam adalah umat yang terbaik dibanding umat-umat yang lain dengan syarat : menegakan AMAR MAKRUF NAHI MUNKAR. Dengan tetap Iman kepada Allah menjadi poros dalam beramal dan berkarya. Sebagaimana yang diwujudkan pada generasi Sahabat dan Salafush Sholeh, mampu menunjukan sebagai umat terbaik, karena istiqomah berpegang teguh kepada Al Qur’an dan As Sunnah, yang diwujudkan dalam sikap :
  1. SHIDIQ,  yaitu jujur dan sportif dalam bersikap.
  2. IKHLASH, mengamalkan Al Qur’an tanpa reserve, beribadah kepada Allah tanpa syirik, dan baro’ (berlepas diri) dari sistem Non Islam.
  3. Menjunjung tinggi Ilmu.
  4. JIHAD dengan harta dan nyawa.
Dalam sebuah hadist dari Mu’awiyah al-Qusyairi, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda :
Kalian sebanding dengan 70 umat, kalian adalah umat terbaik dan paling mulia di sisi Allah.


Allahu ‘alam bishowwab......

Ditulis Oleh

Author
HM. Kartono
Sekretaris Umum MPAQ
Nantikan Tafsir Surat berikutnya, hanya ada di www.mpaqpusat.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar