(وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ(45) الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ(46
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'(45), (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya (46).
Allah memperintahkan hamba-hamba-Nya untuk meraih kebaikan dunia akhirat dengan cara menjadikan Sholat dan Shabar sebagai penolong. Minta tolong harusnya hanya ditujukan kepada Allah saja, maka dalam hal ini sholat dan shabar hanya sebagai wasilah untuk minta tolong kepada Allah.
Dalam perjalanan kehidupan sudah barang tentu manusia akan menghadapi masalah-masalah, yang biasanya masalah tersebut terkait erat dengan kepentingan duniawi. Untuk itu setiap manusia pasti butuh pertolongan atau jalan keluar dari masalahnya. Dan kebanyakan manusia mempunyai kecenderungan untuk minta tolong kepada ilah-ilah selain Allah, biasanya kuburan orang sholeh yang sudah mati yang dijadikan obyek untuk minta tolong secara ghaib.
Maka dalam ayat ini Allah member resep untuk minta tolong kepada :
- SHABAR, yaitu shabar terhadap kesulitan yang dihadapi dengan tetap berdoa dan menjalankan ibadah kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Termasuk shabar di sini adalah menahan diri dari perbuatan maksiyat. Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Umar Bin Khoththob Ra, ia berkata : “ Shabar itu ada dua, shabar ketika mendapatkan musibah, itu adalah baik, dan shabar dalam menahan diri dari hal-hal yang diharamkan Allah, dan itu lebih baik. “
- SHOLAT, yaitu dengan menjalankan sholat sunnah Hajat kemudian dilanjutkan dengan terus berdoa kepada Allah. Sesungguhnya sholat termasuk perkara yang besar yang menolong seseorang intuk mendapatkan keputusan dalam sebuah perkara, sebagaimana firman Allah ta’ala dalam QS AL-ANKABUUT ; 45
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Rasulullah SAW member tauladan yang terbaik, ketika menghadapi kesulitan beliau melakukan sholat. Sebagaimana hadist yang diriwayatkan Abu Dawud…….
“ Apabila Rasulullah SAW menemui suatu kesulitan, maka beliau segera mengerjakan sholat. “
Dari Ali Ra, ia berkata : “ Menurut penglihatan kami pada malam perang Badr orang-orang pada tidur kecuali Rasulullah SAW, beliau sholat dan berdo’a hingga shubuh. “
“ Dan sesungguhnya wasiyat Shabar dan Sholat adalah masalah yang sangat berat “ dan tidak aka nada yang mampu melaksanakannya kecuali orang-orang yang mendapatkan keberuntungan yang besar. Allah berfirman dalam QS FUSHSHILAT : 34-35
وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۚ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ(34) وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ(35
Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia (34). Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar(35).
Karena dalam kenyataan banyak sekali orang yang ketika menghadapi kesulitan, tidak bisa menjadikan Shabar dan Sholat sebagai penolong. Bahkan yang lebih menyedihkan mayoritas mereka ketika mendapatkan kesulitan justru berdoa kepada Ilah-ilah selain Allah dengan mendatangi kuburan orang-orang sholeh yang telah mati.
Hanya orang-rang yang KHUSYU’ yang mampu meneriwa wasiyat Shabar dan Sholat….
Al Baqoroh : 46
الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
Yang dimaksud khusyu’ adalah orang-orang yang yakin akan bertemu Allah kelak di hari akhir kelak. Adapun beberapa proses kejadian hari akhir yang harus diimani adalah sebagai berikut :
- Dimulai dengan kehancuran alam semesta, gunung-gungung yang menjulang akan hancur menutupi lembah dan ngarai, sungai-sungai akan hilang di telan reruntuhan dan debu. Tidak ada tanah yang tinggi, tidak ada pula yang rendah. Bumi menjadi rata seluruhnya.
- Hari KEBANGKITAN ketika malaikat Isrofil meniup sangkakala maka semua manusia bangkit dari kuburnya, dan berbondong-bondong ke padang Mahsyar. Orang-orang kafir, munafik, musyrik, dan orang-orang mukmin yang tertipu dengan angan-angan (termasuk di dalamnya adalah orang-orang sekuler), akan dibangkitkan Allah dalam keadaan telanjang bulat. Karena ketika di dunia tidak membawa amal kebaikan, atau bisa jadi karena imannya batal maka amal-amalnya tidak ada nilai di hadapan Allah. Sedangkan orang-orang yeng beriman akan dibangkitkan dalam keadaan yang terhormat.
- HISAB, perhitungan amal manusia ketika hidup di dunia. Pada hari itu Allah SWT memperlihatkan semua amal manusia dan mereka mengakuinya, karena tangan, kaki dan anggota badan yang lain menjadi saksi. Pada hari itu semua manusia akan menerima kitab catatan amal masing-masing, dengan tidak ada satupun yang merasa terdzolomi. Saat itu Allah menegakan maha Adil-Nya.
- MIZAN, adalah timbangan untuk menimbang amal orang-orang yang beriman meskipun iman mereka hanya sedikit sekali. Sedangkan orang-orang kafir dan munafik yaitu orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah, amal mereka tidak ditimbang, karena tidak ada nilainya di hadapan Allah. Mereka tidak di Hisab dan ditimbang, kecuali langsung dimasukan ke dalam neraka.
- SHIROTH, yaitu jembatan sangat kecil dan panjang yang melintasi antara surga dan neraka. Orang-orang yang melewatinya juga dengan cara yang berbeda-beda sesuai dengan amal masing-masing. Ada yang seperti kilat, ada yang seperti angin, ada yang lari seperti larinya kuda, dan ada juga yang dengan merangkak . Dan yang terbanyak adalah yang jatuh ke dalam neraka.
Demikianlah peristiwa yang terjadi yang harus diimani dalam proses bertemu dengan Allah. Dengan iman akan membentuk sikap hidup. Misalnya iman kepada proses Hisab, harus dipahami bahwa jika ingin cepat hisabnya maka harus memperbanyak amal sholeh, dan meminimalkan maksiyat. Sehingga orang-orang yang mengaku dengan masa Hisab, maka hidupnya selalu berada di jalan-Nya, memperbanyak amal, dan yang lebih penting dalam mempercepat Hisab adalah dengan jalan Jihad fi Sabilillah, dengan harta dan nyawanya.
Sedangkan mereka yang kehidupannya ketika di dunia tidak memperdulikan petunjuk Allah, sesungguhnya dia adalah orang yang ragu terhadap Hisab-Nya Allah. Rasulullah SAW bersabda :
“ Allah marah kepada orang-orang yang pandai urusan dunia, tapi bodoh dalam ilmu akhirat. “
“ Dan bahwa mereka akan kembali kepada-NYA….” Dengan membawa amal masing-masing. Bagi orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, akan mengharap surga dan akan ketemu dengan Allah. Sedangkan bagi orang-orang yang ingkar, nifaq dan musyrik tentu juga akan menerima balasan yang setimpal, yaitu neraka dan kekal di dalamnya.
Produk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
Kader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
Pengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
Kajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar