وَاتَّقُوا يَوْمًا لَا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ وَلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa'at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. Al-Baqarah Ayat 48
Setelah mengingatkan kembali beberapa nikmat yang telah diberikan kepada Bani Isra’il , selanjutnya Allah memberi ancaman kepada mereka tentang beratnya siksaan yang akan mereka terima kelak di hari pembalasan. Yaitu di hari yang saat itu tidak ada lagi keadaan saling tolong menolong satu dengan lainnya, terputus semua hubungan kekerabatan, dan tidak berharga lagi harta dan kekuasaannya. Tidak sebagaimana ketika di dunia, manusia bisa saling membantu dan saling membutuhkan. Anak butuh bantuan orang tua, orang tua butuh bantuan tetangga, tetangga membutuhkan bantuan tetangga lainnya, demikian seterusnya. Namun di hari kiamat akan putus semua hubungan kekerabatan itu. Tidak ada seseorangpun yang dapat mencukupi kebutuhan orang lain, sebagaimana firman Allah dalam QS AL-AN’AM : 37
وَقَالُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ ۚ قُلْ إِنَّ اللَّهَ قَادِرٌ عَلَىٰ أَنْ يُنَزِّلَ آيَةً وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Dan mereka (orang-orang musyrik Mekah) berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya Allah kuasa menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui".
Atau yang dijelaskan Allah dalam QS ‘ABASA :37
لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ
Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.
Maka yang terpenting dalam hidup ini adalah memperbanyak amal sholeh di dunia sebagia bekal untuk menghadapi kehidupan akhirat. Di mana saat itu hanya amal kebaikan kitalah yang akan menolong kita dari ancaman siksa api neraka. Beramalal di dunia untuk membangun kehidupan di akhirat. Allah berfirman dalam QS QHOSHOSH : 77
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Allah telah menyediakan alam beserta isinya kepada manusia untuk dikelola, dieksplorasi dengan ilmu pengetahuan sehingga memberikan hasil yang optimal. Allah juga membekali manusia dengan panca indera, kekuatan fhisik dan akal pikiran. Yang dengan kesemuanya itu bila dikembangkan sudah cukup bagi manusia untuk mengolah isi bumi dan akhirnya menguasai dunia.
Setelah mampu menguasai dan mengexplorasi bumi hasilnya digunakan untuk menghadapi kehidupan akhirat. Dalam bentuk mendistribusikan harta untuk kepentingan FIE SABILILLAH. Dan yang lebih penting dari itu semua, agar terselamatkan dari siksa api neraka manusia harus menggunakan mata, telinga dan hatinya untuk mengkaji ayat-ayat Al Qur’an. Allah berfirman dalam QS AL A’RAAF : 179
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Tentang SYAFA’AT
Allah berfirman dalam QS AL-MAIDAH : 36
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ أَنَّ لَهُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لِيَفْتَدُوا بِهِ مِنْ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَا تُقُبِّلَ مِنْهُمْ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang kafir - jika mereka memiliki semua yang ada di bumi dan sejenisnya dengan itu untuk menebus dirinya dari hukuman pada hari kiamat, itu tidak akan diterima dari mereka, dan bagi mereka adalah Hukuman yang menyakitkan.
Allah Ta’ala menjelaskan bahwa siapapun yang imannya rusak baik dia sebagai muslim ataupun ahli kitab maka kelak pada hari kiamat apapun yang dimiliki di dunia, kedudukan yang terhormat ataupun kedekatan kaum kerabat tidak akan memberi manfaat bagi mereka. Tidak ada kaum kerabat yang merasa iba kepada mereka, kemudian memberi pertolongan kepadanya.
Tentang ayat ini Ibnu Jarir mengatakan : “ Bahwa pada hari itu tidak ada seorang penolongpun yang menolong mereka sebagaimana tidak ada yang memberi syafa’at kepada mereka. Tidak diterima dari mereka tebusan dan juga ganti rugi. Habislah semua kehormatan, tertutuplah segala praktek suap-menyuap dan bantu membantu. Berakhirlah kesempatan untuk saling tolong dan saling bantu diantara mereka.”
Di hari kiamat kelak mereka tidak akan mendapat pertolongan dari siapapun juga tidak mendapatkan syafa’at dari Allah, dikarenakan perbuatan syirik sehingga imannya menjadi rusak. Karena syarat mutlak untuk mendapatkan syafaat dari Allah adalah : TIDAK SYIRIK.
Bahkan kekayaan yang dimilikinya meskipun mempunyai emas sebesar bumi tidak akan bisa menebus dari kekafirannya. Sebagaimana dijelaskan Allah dalam QS ALI IMRON : 91
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الْأَرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَىٰ بِهِ ۗ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.
Sudah menjadi tabiat manusia akan membangga-banggakan harta dan tahta ketika di dunia. Mereka merasa takabbur dengan apa yang dimilikinya. Sampai-sampai mempunyai keyakinan bahwa dengan harta dan kedudukan yang dimilikinya, mereka akan bisa membeli surga. Sesuai dengan apa yang disampaikan Allah dalam QS AL-KAHFI : 35-36
وَدَخَلَ جَنَّتَهُ وَهُوَ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ قَالَ مَا أَظُنُّ أَنْ تَبِيدَ هَٰذِهِ أَبَدًا(35) وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةً وَلَئِنْ رُدِدْتُ إِلَىٰ رَبِّي لَأَجِدَنَّ خَيْرًا مِنْهَا مُنْقَلَب(36)
Di akhir ayat Allah memberi ketegasan “......dan tidaklah mereka akan mendapatkan pertolongan. “
Demikianlah keadaan orang-orang yang tidak iman kepada Rasul-Nya dan tidak mengikuti ajaran yang dibawanya, serta tidak memenuhi kewajiban yang dibebankan kepadanya. Keadaan yang akan dialami oleh orang-orang yang imannya rusak, yaitu orang musyrik baik dari orang Islam maupun para ahli kitab. Mereka tidak akan mendapatkan pertolongan dari siapapun, dan juga tidak akan bisa saling menolong antara satu dengan yang lainnya.
Firman Allah dalam QS AS SAFFAT : 22-31
احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ(22)مِنْ دُونِ اللَّهِ فَاهْدُوهُمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْجَحِيمِ(23)وَقِفُوهُمْ ۖ إِنَّهُمْ مَسْئُولُونَ(24)مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُونَ(25)بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُونَ(26)وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ(27)قَالُوا إِنَّكُمْ كُنْتُمْ تَأْتُونَنَا عَنِ الْيَمِينِ(28)قَالُوا بَلْ لَمْ تَكُونُوا مُؤْمِنِينَ(29)وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ ۖ بَلْ كُنْتُمْ قَوْمًا طَاغِينَ(30)فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَا ۖ إِنَّا لَذَائِقُونَ(31)
(kepada malaikat diperintahkan): "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah,(22). selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka(23). Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya(24): "Kenapa kamu tidak tolong menolong?"(25), Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri(26). Sebahagian dan mereka menghadap kepada sebahagian yang lain berbantah-bantahan(27).Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka): "Sesungguhnya kamulah yang datang kepada kami dan kanan(28). Pemimpin-pemimpin mereka menjawab: "Sebenarnya kamulah yang tidak beriman"(29). Dan sekali-kali kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamulah kaum yang melampaui batas(30). Maka pastilah putusan (azab) Tuhan kita menimpa atas kita; sesungguhnya kita akan merasakan (azab itu)(31).
Pada hari kiamat kelak, orang-orang dzalim (syirik) akan dikumpulkan dengan Ilah-ilah selain dari Allah yang ketika di dunia dijadikan tempat berdoa dan berharap pertolongannya secara ghaib. Mereka bersama-sama digiring ke neraka. Pada suatu tempat mereka dikumpulkan dan ditanya mengapa sekarang tidak saling tolong menolong ? Sebagaimana keyakinan orang-orang syirik ketika di dunia ? Dan mereka akan mendapatkan jawaban yang sungguh-sungguh tidak mereka sangka sebelumnya. Bahwa ilah-ilah selain dari Allah yang ketika di dunia diyakini mampu mendatangkan pertolongan, namun pada hari ini mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Jangankan memberikan pertolongan, pada saat itu merekapun disibukan dengan kesulitannya sendiri-sendiri.
Yang lebih menyakitkan antara akan terjadi saling bantah, saling menuduh antara orang-orang dzalim dengan ilah-ilah selain dari Allah. Para pengikut akan menuduh pemimpin-pemimpinnya (maksudnya ilah-ilah selain dari Allah) telah mendatangi mereka dengan membawa tipu muslihat yang memikat hati. Maka akan dijawabnya, bahwa memang mereka adalah orang-orang yang tidak mau beriman. Bisa kita bayangkan betapa sakit hati dan sungguh mengecewakannya, orang yang diharap akan mampu memberi pertolongan justru menyalah-nyalahkan.
Demikianlah keadaan orang-orang syirik dan ilah-ilah selain dari Allah. Pada hari itu tidak ada yang mempunyai kemampuan apa-apa. Semuanya TASLIM, tunduk patuh kepada keputusan Allah.
Allahu ‘alam bish showwab.......
Produk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
Kader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
Pengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
Kajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar