• MAJALAH SINARANProduk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
  • KADER DAKWAHKader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
  • ARAHAN PAK YAIPengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
  • KAJIAN JUM'ATKajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
  • MPAQ Daerah CilacapPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
  • MPAQ Daerah KlatenPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
  • css sliderPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Magelang dsk
  • MPAQ Daerah YogyaPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk

KEUTAMAAN SEDEKAH DAN ADAB-ADABNYA

Keutamaan sedekah sangatlah banyak Di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari hadits Ibnu Mas’ud -radhiyallâhu ‘anhu-, beliau berkata, Rasûlullâh -shallallâhu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

أَيُّكُمْ مَالُ وَارِثِهِ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ مَالِهِ؟ قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، هَلْ مَا مِنَّا أَحَدٌ إِلَّا مَالُهُ أَحَبُّ إِلَيْهِ. قَالَ: فَإِنَّ مَالَهُ مَا قُدِّمَ، وَمَالُ وَارِثِهِ مَا أَخَّرَ

Siapa di antara kalian yang harta ahli warisnya lebih dia cintai dari hartanya sendiri?’ mereka menjawab, ‘tidak seorang pun dari kami kecuali lebih mencintai hartanya sendiri.’ Nabi bersabda, ‘sesungguhnya harta seseorang adalah apa yang dinafkahkan (semasa hidupnya) dan harta ahli warisnya adalah apa yang dia simpan.’”

Dalam ash-Shohihain dari hadits Abu Hurairah -radhiyallâhu ‘anhu-,  bahwa Rasûlullâh -shallallâhu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ -وَلَا يَصْعَدُ إِلَى اللهِ إِلَّا الطَّيِّبُ- فَإِنَّ اللهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِيْنِهِ، ثُمَّ يُرَبِّيْهَا لِصَاحِبِهَا كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ حَتَّى تَكُوْنَ مِثْلَ الْجَبَلِ

barangsiapa bersedekah seberat biji kurma dari hasil usaha yang baik -dan tidak akan naik kepada Allâh kecuali yang baik saja- maka sesungguhnya Allâh menerimanya dengan Tangan kananNya kemudian mengembangkannya untuknya sebagaimana salah seorang di antara kalian memelihara anak kudanya, sehingga sedekah itu menjadi seperti gunung.

Dalam hadits lain,
إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَقِي مِيْتَةَ السُّوْءِ

sesungguhnya sedekah memadamkan murka Rabb dan menjaga dari kematian buruk.

Dalam hadits lain,
تَصَدَّقُوْا فَإِنَّ الصَّدَقَةَ فِكَاكُكُمْ مِنَ النَّاِر

bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya sedekah adalah yang membebaskan kalian dari neraka.

Dari Buraidah dari Rasûlullâh -shallallâhu ‘alaihi wa sallam- bahwa beliau bersabda,
مَا يُخْرِجُ أَحَدٌ شَيْئاً مِنَ الصَّدَقَةِ حَتَّى يَفُكَّ عَنْهُ لَحْيَ سَبْعِيْنَ شَيْطَاناً

tidaklah seseorang mengeluarkan sesuatu dari sedekah sehingga ia (sedekah) melepaskannya dari jepitan 70 setan.”

Diriwayatkan bahwa seorang rahib beribadah selama 60 tahun dalam biaranya. Suatu hari dia turun dengan membawa sepotong roti, lalu seorang wanita menghadangnya dan memperlihatkan bagian-bagian tubuhnya yang menggiurkan, lalu rahib tersebut terjatuh ke dalam pelukannya, ajal kematian datang sementara ia dalam kondisi tersebut. Pada saat seperti itu seorang pengemis datang, maka rahib itu memberinya sepotong roti yang dibawanya dan akhirnya dia mati. Amal 60 tahun dihadirkan, diletakkan di atas salah satu daun timbangan dan kesalahannya di daun yang lainnya, maka kesalahannya lebih berat, lalu sepotong roti dihadirkan dan diletakkan bersama amalnya, maka ia mengalahkan berat kesalahannya.



Dalam hadits yang hanya diriwayatkan oleh Muslim dari hadits abu Hurairah dari Nabi -shallallâhu ‘alaihi wa sallam- beliau bersabda,
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
sedekah tidak mengurangi harta.”

Diriwayatkan dari ‘Aisyah,
أَنَّهُمْ ذَبَحُوْا شَاةً، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا بَقِيَ مِنْهَا؟ قُلْتُ: مَا بَقِيَ مِنْهَا إِلَّا كَتِفُهَا. قَالَ: بَقِيَ كُلُّهَا غَيْرَ كَتِفِهَا

bahwasannya orang-orang menyembelih seekor kambing, lalu Nabi -shallallâhu ‘alaihi wa sallam- bertanya, ‘apa yang tersisa darinya?’ Aisyah menjawab, ‘yang tersisa hanyalah sampilnya (paha depan).’ Rasûlullâh bersabda, ‘yang tersisa adalah semuanya kecuali sampilnya.’”

Adapun adab-adabnya, maka sama dengan adab-adab zakat. Para ulama berbeda pendapat, apa yang lebih utama bagi orang miskin, menerima zakat atau menerima sedekah? Ada yang berkata dari zakat lebih utama, ada yang berkata dari sedekah lebih utama.

Sedangkan tentang sedekah paling utama adalah sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah bahwa beliau berkata, Rasûlullâh -shallallâhu ‘alaihi wa sallam- ditanya,

أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيْحٌ شَحِيْحٌ، تَخْشَى الْفَقْرَ، وَتَأْمُلُ الْغِنَى، وَلَا تُمْهِلْ حَتَّى ((إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُوْمَ)) قُلْتَ: لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ

“‘sedekah apa yang paling utama?’ Beliau menjawab, ‘kamu bersedekah sementara kamu masih sehat, mencintai harta, takut miskin dan ingin kaya. Dan jangan menunda sampai ketika nyawa sampai di kerongkongan (sakaratul maut) lalu kamu berkata, “(berikan) untuk fulan sekian dan untuk fulan sekian.” Padahal hartanya itu telah menjadi milik fulan.’” Diriwayatkan dalam ash-shohihain.

Ditulis Oleh

Author
Ust. H. Sigit Sulistyo, Lc
Mjelis Syuro MPAQ
Nantikan kajian Tazkiyatun Nafs berikutnya, hanya ada di www.mpaqpusat.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar