Berbagai Macam Aliran Syi’ah
Dijelaskan dalam Dairah al-Ma’arif bahwa Syi’ah ini bercabang–cabang menjadi lebih dari 73 cabang yang terkenal. Bahkan disinyalir sendiri oleh Mir Baqir al Damad, seorang pemuka Syi’ah, bahwa hadits yang menjelaskan tentang terbaginya umat menjadi 73 golongan adalah golongan Syi’ah, dan yang selamat dari golongan–golongan tersebut adalah Syi’ah al-Imamiyah.
Dikatakan oleh al-Maqrizi bahwa golongan mereka berjumlah sampai 300 golongan. Disebutkan oleh Syahrastani bahwa Rafidhah terbagi menjadi lima bagian besar, yaitu al-Kisaniyah, az-Zaidiyah, al-Imamiyah, al-Ghaliyah dan al-Ismailiyah.
Al-Baghdadi berkata, “Rafidhah setelah masa Ali bin Abi Thalib RA terbagi menjadi empat golongan, Zaidiyah, Imamiyah, Kisaniyah dan Ghulat.” Dengan catatan bahwa Zaidiyah tidak termasuk dalam golongan Rafidhah, melainkan al-Gharudiyah bagian atau sempalan dari Zaidiyah yang masuk ke dalam Rafidhah.
Jejak Yahudi dalam Syi’ah
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Sisi kesamaan antara Yahudi dan Syi’ah adalah bahwa fitnah yang ada pada Rafidhah itu sama dengan fitnah yang ada pada Yahudi. Jika orang Yahudi mengatakan yang hanya layak memimpin kekuasaan adalah keluarga Dawud, sedangkan menurut Syi’ah / Rafidhah yang layak memimpin imamah hanyalah keturunan Ali bin Abi Thalib RA.
Orang Yahudi mengatakan bahwa tak ada jihad di jalan Allâh swt sehingga al-Masih ad-Dajjal keluar dan pedang turun di tangan. Sementara orang–orang Rafidhah mengatakan bahwa tak ada jihad di jalan Allâh swt sehingga Imam al-Mahdi (Imam Kedua Belas Syi’ah) keluar dan ada yang mengkomandokan dari langit.
Orang–orang Yahudi mengakhirkan shalat sampai munculnya bintang, seperti orang–orang Rafidhah mengakhirkan shalat Maghrib sampai munculnya bintang.
Sedangkan Rasûlullâh SAW memperingatkan dalam haditsnya ,
لاَ تَزَالُ أُمَّتِى عَلَى الْفِطْرَةِ مَا لَمْ يُؤَخِّرُوا الْمَغْرِبَ إِلَى أَنْ تَشْتَبِكَ النُّجُومُ
Umatku masih tetap dalam keadaan fitrah selama mereka tidak mengakhirkan shalat Maghrib hingga munculnya bintang.
Orang–orang Yahudi memutarbalikkan at-Taurat dan merubahnya, sebagaimana orang–orang Syi’ah memutarbalikkan al-Qur’an dan merubahnya. Orang–orang Yahudi tidak menganggap mengusap khuf (sepatu) sebagaimana orang–orang Rafidhah juga tidak menganggapnya.
Orang–orang Yahudi sangat membenci Malaikat Jibril AS, bahkan mereka berkata, “Jibril adalah musuh kami dari golongan Malaikat.” Demikian juga orang–orang Rafidhah mengatakan, “Malaikat Jibril salah alamat saat menyampaikan wahyu kepada Muhammad SAW.” Aliran al-Gharibiyah mengatakan Jibril berkhianat karena telah menyampaikan wahyu kepada Muhammad, sebab yang berhak membawa risalah Islam ini adalah Ali bin Abi Thalib RA.
Orang–orang Syi’ah juga banyak kesamaannya dengan orang–orang Nashrani dalam masalah maskawin, yaitu wanita–wanita Nashrani tidak berhak menerima maskawin karena mereka hanya untuk dipakai bersenang–senang (mut’ah) sebagaimana Syi’ah mensyari’atkan nikah mut’ah dan menghalalkannya.
Namun demikian orang–orang Yahudi dan Nashrani masih memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang–orang Rafidhah. Jika orang–orang Yahudi ditanya siapa sebaik–baik pemeluk agama di antara kalian? Mereka akan menjawab, para sahabat setia Nabi Musa AS. Dan jika orang–orang Nashrani ditanya siapa sebaik–baik pemeluk agama di antara kalian? Mereka akan menjawab, para sahabat setia Nabi Isa AS.
Tapi, jika orang–orang Rafidhah ditanya tentang siapa yang paling buruk dari pemeluk agama di antara kalian? Mereka pasti menjawab, para sahabat Nabi Muhammad SAW.
bersambung …….
Produk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
Kader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
Pengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
Kajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk

Tidak ada komentar:
Posting Komentar