• MAJALAH SINARANProduk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
  • KADER DAKWAHKader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
  • ARAHAN PAK YAIPengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
  • KAJIAN JUM'ATKajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
  • MPAQ Daerah CilacapPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
  • MPAQ Daerah KlatenPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
  • css sliderPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Magelang dsk
  • MPAQ Daerah YogyaPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk

Tafsir surat AL BAQOROH Ayat 40 dan 41

(Hasil kajian bersama Bapak KH. Abdul Wahid Hasyim, rutin dan urut mengkaji kitab tafsir IBNU KATSIER setiap hari Ahad di Masjid Al Masyhur desa Bageng – Gembong ).

Tafsir surat AL BAQOROH Ayat 40
يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ

Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).

Panggilan Allah kepada Bani Isra’il untuk masuk Islam dan mengikuti agama Nabi Muhammad SAW, dengan menyertakan nama bapak moyang mereka yaitu ISRA’IL,  yang dimaksud adalah Nabi Ya’kub. Sebagaimana  hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud ath-Thayalisi dari Abdullah bin Abbas, ia berkata :  “ Sekelompok orang Yahudi datang ke hadapan Nabi Muhammad SAW. Beliau bertanya kepada mereka :  “ Apakah kalian mengetahui bahwa Israi’il itu adalah Ya’kub ? “ Mereka menjawab : “ Demi Allah, ya. “ Nabi Muhammad SAW bersabda : “ Ya Allah, saksikanlah. “ 

Sehingga panggilan  Bani isra’il adalah panggilan kepada anak-anak nabi Ya’kub, yang Nabi Ya’kub adalah cucu Nabi Ibrahim AS.  Nabi Ya’kub melahirkan dan membesarkan anak-anaknya menjadi bangsa Arab, sedangkan saudaranya Isma’il membesarkan anak-anaknya menjadi bangsa yang besar di Mekkah, yang kemudian terlahir manusia luar biasa, nabi penutup jaman Rasulullah SAW.
Adapun hikmah dari panggilan kepada Bani Isra’il adalah :

  1. Mengingatkan bahwa Bani Isra’il adalah keturunan orang-orang  TAUHID yang taat kepada perintah Allah.
  2. Mengingatkan atas keberadaan saudaranya Ismail yang juga mengembangkan peradaban dan menjadi bangsa besar di Mekkah.
  3. Agar mempunyai perasaan bersaudara dengan Islam.

Bani Isra’il diperintah untuk mengingat nikmat Allah yang telah diberikan kepada mereka, kemudian diperintahkan untuk bersyukur. Diantara nikmat Allah yang diberikan kepada mereka sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam QS AL BAQOROH : 47-51.

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ(47) وَاتَّقُوا يَوْمًا لَا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ وَلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ(48) وَإِذْ نَجَّيْنَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ ۚ وَفِي ذَٰلِكُمْ بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ(49) وَإِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ الْبَحْرَ فَأَنْجَيْنَاكُمْ وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ(50) وَإِذْ وَاعَدْنَا مُوسَىٰ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ثُمَّ اتَّخَذْتُمُ الْعِجْلَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَنْتُمْ ظَالِمُونَ(51)


Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat(47). Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa'at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong (48).  Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu(49).  Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan (50). Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu (sembahan) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang zalim(51).

Dari berbagai kenikmatan yang diberikan Allah kepada Bani Isra’il, yang paling penting adalah diselamatkannya mereka dari kejaran Fir’aun beserta bala tentaranya. Diceritakan ketika Fir’an dengan pasukannya mengejar orang-orang Bani Isra’il yang sampai pada tepi laut Merah, maka atas perintah Allah tongkat yang biasa digunakan  Nabi Musa untuk menggembalakan ternak dipukulkan ke tepi lautan,. Atas izin Allah lautan terbelah menjadi daratan maka menyebranglah Nabi Musa beserta Bani Isra’il dan selamat sampai tepi laut berikutnya. Menyusullah  Fir’aun beserta tentaranya, namun atas izin Allah pula ketika sampai di tengah perjalanan, daratan berubah kembali menjadi lautan dan tenggelamlah Fir’an beserta pasukannya. Maka selamatlah Bani Isra’il dan menjadi bangsa yang merdeka untuk kemudian membangun sebuah peradaban dan menjadi bangsa yang besar, yaitu isra’il Raya.

Dalam ayat yang lain Allah, yaitu QS AL MAIDAH ; 20 Allah kembali mengingatkan nikmat yang telah diterima kaum Bani Isra’il

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنْبِيَاءَ وَجَعَلَكُمْ مُلُوكًا وَآتَاكُمْ مَا لَمْ يُؤْتِ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi nabi diantaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun diantara umat-umat yang lain"

Nikmat penting lain yang diberikan Allah kepada Bani Isra’il adalah :

  1. Diberi Nabi-nabi dari bangsa yang merdeka dengan kemampuan yang luar biasa. Misalnya Nabi Musa yang mampu menyelamatkan mereka dari penjajahan Fir’aun. Kemudian Nabi Sulaiman yang mempunyai kerajaan dengan teknologi yang luar biasa hebatnya. Dan keduanya adalah bagian dari Nabi-nabi ayang terlahir dan besar dari bangsa Bani Isra’il. Hanya ada dua Nabi yang bukan dari bangsa Isra’il, yaitu Nabi Muhammad SAW dan  Nabi Ismail, meskipun keduanya sama-sama keturunan Nabi Ibrahim As.
  2. Diberikan kekuasaan yang besar yang tidak diberikan kepada bangsa lain. Kekuasaan terbesar Bani Isra’il pada masa kerajaan Babilonia, dan kebesaran inilah yang menjadikan iri Bangsa Zionist. Dengan diingatkan nikmat-nikmat tersebut tidak lain agar Bani Isra’il menjadi kaum yang bersyukur dengan mematuhi perintah – perintah Allah. Namun dalam kenyataan tidaklah demikian, kaum Bani Isra’il terkenal sebagai bangsa yang banyak berdusta dan menentang Allah dan Rasul-NYA. Bahkan mereka adalah bangsa yang paling berani membunuh Nabi. Sebagaimana yang dialami nabi Zakariya dan Yahya.

Kemudian Allah member peringatan kepada Bani Isra’il atas janji mereka kepada Allah yang tertulis dalam kitab Taurot. Yaitu janji untuk mengikuti dan mengakui keberadaan Nabi Muhammad SAW. Maka  bila mereka memenuhi janji tersebut, Allahpun akan memenuhi janji-NYA, mengampuni dosa-dosanya dan disediakan baginya surga. Sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam QS AL MAIDAH ; 

وَلَقَدْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيبًا ۖ وَقَالَ اللَّهُ إِنِّي مَعَكُمْ ۖ لَئِنْ أَقَمْتُمُ الصَّلَاةَ وَآتَيْتُمُ الزَّكَاةَ وَآمَنْتُمْ بِرُسُلِي وَعَزَّرْتُمُوهُمْ وَأَقْرَضْتُمُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَلَأُدْخِلَنَّكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۚ فَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ

Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus.

Isi perjanjian itu adalah :

  • Menegakan Sholat
  • Mendatangkan Zakat
  • Membantu dan membela dakwah Nabi
  • Jihad fie sabilillah dengan harta dan nyawanya.

Dan balasan surga akan disediakan kepada bani Israil yang telah menepati janjinya kepada Allah.
Allah juga telah mengambil sumpah kepada Bani Isra’il untuk menyembah hanya kepada Allah saja dan tidak mempersekutukannya. Ditegaskan Allah dalam QS AL BAQOROH : 83

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَ

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

Dan Bani Isra’il menselisihi janjinya kepada Allah, mereka mengingkari  dan mendustakan keberadaan Rasulullah Muhammad SAW . Hal itu disebabkan karena rasa kesukuan yang berlebih-lebihan, mereka menolak dari sebab mengapa Nabi yang diturunkan bukan dari bangsanya, bangsa Yahudi akan tetapi justru dari bangsa Arab.Mereka juga mengkhianati janji untuk bertauhid, beribadah hanya kepada Allah saja. Kecuali berdoa kepada Allah orang-orang Bani  Isra’il juga berdoa kepada ilah ilah selain Allah.

Karena telah melupakan janjianya kepada Allah, maka Allahpun melupakan  janji-NYA kepada kaum Bani Isra’il.  Di dunia saat ini kita lihat bangsa Yahudi adalah bangsa yang dikutuk oleh semua manusia, dan yang jelas di akhirat kelak mereka tidak akan mendapatkan ampunan atas dosa-dosa yang dilakukan ketika di dunia, dan Allah akan menyediakan neraka bagi mereka.

Tafsir surat AL BAQOROH Ayat  41 :
وَآمِنُوا بِمَا أَنْزَلْتُ مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ وَلَا تَكُونُوا أَوَّلَ كَافِرٍ بِهِ ۖ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ

Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa.

Bani Isra’il diperintahkan untuk beriman kepada kitab Al Qur’an yang berisis tentang keimanan kepada Allah dan Rasul-NYA, sebagaimana keimanan yang terkandung dalam kitab Taurot, kitabnya kaum Bani Isra’il. Yang di dalamnya terdapat berita tentang keberadaan Muhammad SAW, yang kepadanya kaum Bani Isra’il diperintahkan untuk mengimaninya, menolongnya, dan mengikuti Al Qur’an kitab yang dibawanya.

Intinya apa yang dijanjikan Allah dalam Al Qur’an sama dengan apa yang dijanjikan dalam kitab Taurot dan Injil. Maka ayat-ayat semacam ini banyak kita temukan dalam Al Qur’an dengan tujuan  memberi peringatan kepda orang-orang Yahudi dan Nasrani, mengapa mereka menolak Al Qur’an ? Mengapa mereka tidak mengakui keberadaan Muhammad Rasulullah SAW ? Mengapa merasa berbeda dengan Islam, bahkan memusuhi ?

Ditegaskan Allah dalam QS ALI IMRON : 64
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ



Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".

Bahwa antara Islam dengan ahli kitab mestinya tidak ada perbedaan yaitu :
1. Berserah diri/ tawakkal hanya kepada Allah saja.
2. Ikhlash beribadah hanya kepada Allah saja.

Namun kenyataannya tidaklah demikian, meskipun ayat-ayat semacam itu berkali-kali disebutkan dalam Al Qur’an namun rayuan setan memang luar biasa hebatnya, sehingga mampu membengkokkan hati tauhid untuk kemudian menjadi syirik.  Dan sudah semestinya dengan ayat tersebut sudah cukup menjadikan Ahli Kitab bisa menerima Islam. Akan tetapi mereka tetap menolak Islam, dikarenakan beberapa sebab :

  • Karena kepentingan kekuasaan bagi pendeta-pendeta, mereka rela menjual ayat-ayat dengan harga yang murah.
  • Karena tekanan penguasa, sehingga rela menanggalkan keimanannya.
  • Kepentingan mengikuti kebanyakan orang.

Abdullah bin Mubarak pernah berkata mengenai firman Allah ta’ala “ harga yang murah “, maksudnya adalah menukarkan apa yang ada dalam Al Qur’an berupa keimanan dan pengamalannya dengan apa yang terdapat di dunia berupa kemegahan yang menarik dan harta yang fana.

Akhirnya ayat ditutup dengan seruan agar Ahli Kitab bertakwa kepada Allah. Takwa adalah beramal karena taat kepada Allah dengan mengharap rahmat-NYA berdasarkan petunjuk dari Allah. Meninggalkan maksiyat dengan disertai perasaan takut atas siksa Allah. Mestinya ayat ini berupa ancaman bagi Ahli Kitab yang secara sengaja menyembunyikan kebenaran, yaitu menyembunyikan keberadaan Muhammad SAW yang dengan jelas telah disebutkan dalam kitab-kitab mereka, yaitu Taurot dan Injil.

Allahu ‘alam bishowwab

Ditulis Oleh

Author
HM. Kartono
Sekretaris Umum MPAQ
Nantikan Tafsir Surat berikutnya, hanya ada di www.mpaqpusat.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar