• MAJALAH SINARANProduk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
  • KADER DAKWAHKader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
  • ARAHAN PAK YAIPengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
  • KAJIAN JUM'ATKajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
  • MPAQ Daerah CilacapPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
  • MPAQ Daerah KlatenPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
  • css sliderPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Magelang dsk
  • MPAQ Daerah YogyaPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk

Tafsir surat AL BAQOROH Ayat 37, 38, 39

(Hasil kajian bersama Bapak KH. Abdul Wahid Hasyim, rutin dan urut mengkaji kitab tafsir IBNU KATSIER setiap hari Ahad di Masjid Al Masyhur desa Bageng – Gembong )


فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

“....Kemudian Allah menerima beberapa kalimat....” As-Suddi meriwayatkan, dari Ibn Abbas tentang firman Allah ini, ia berkata : “ Adam berkata : “ Wahai Rabb-ku, bukankah Engkau telah menciptakan diriku ?” Maka dikatakan kepadanya : “ benar.” Bukankah Engkau telah meniupkan ruh milik-Mu ke dalam diriku ? Dikatakan : “ benar.” Dan aku bersin lalu Engkau mengucapkan “ Semoga Allah merahmatimu”, sedang rahmat-Mu mendahului murka-Mu ? Dikatakan : “ benar.” Dan Engkau telah menetapkan bahwa aku melakukan perbuatan ini ?” dikatakan  : “ benar.” Apabila aku bertaubat, apakah Engkau akan mengembalikan aku ke surga ? Dikatakan  : “IYA”

Maka Adam As taubat atas kesalahan yang telah dilakukan, yaitu melanggar ketentuan Allah untuk tidak mendekat pohon yang tumbuh di surga. Pertaubatan Adam As tergambarkan dalam QS AL A’RAAF : 23

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

Maka Allahpun menerima taubat Adam As. Allah sudah pasti akan menerima taubat bagi hamba-hamba-Nya yang melakukan kejahatan atau menganiaya diri sendiri dengan syarat mengakui kesalahannya, dan minta ampun kepada Allah. Sebagaimana ketetapan Allah dalam QS AN NISAA’ : 110

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Akan lebih sempurna taubatnya manakala disertai dengan amal sholeh, seperti firman Allah dalam QS AL FURQAAN : 71

وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا

Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.

Bukan hanya permintaan ampun demikian juga dalam masalah do’a, Allah akan mengabulkan setiap do’a hamba-hamba-Nya. Dengan syarat IMANnya tidak ternoda dengan syirik sedikitpun, dan ISTAJABAH yaitu mengikuti petunjuk Allah dengan menjauhi larangan-larangan-Nya.

 Dijelaskan Allah dalam QS AL BAQOROH : 186
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Allah akan mengabulkan doa-doa hambaNya dalam tiga bentuk :

  1. Doa dikabulkan sesuai dengan apa yang diharapkan.
  2. Dihindarkan dari mara bahaya.
  3. Doanya dikabulkan kelak di akhirat.

Ayat : 38-39
قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ(38)
وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ(39)

Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati"(38). Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya(39).

Dari sebab pelanggaran yang telah dilakukannya, Allah SWT menurunkan Adam As dari surga ke dunia, dengan  disertai petunjuk hidup. Yaitu dengan diturunkannya kitab-kitab, diutusnya para Rasul.

Ketetapan Allah barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Nya, yaitu menerima kitab yang diturunkan-Nya dan menyambut Rasul yang diutus maka manusia tidak akan  khawatir dan bersedih hati dalam menghadapi kehidupan dunia dan akhirat. Seperti yang dijelaskan Allah dalam QS THAHA : 123

قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ

Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.

Pada masa sekarang yang dimaksud petunjuk itu adalah Al Qur’an yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad SAW,  yang tertulis dan masih terjaga keaslian tekstualnya. Maka secara logika bukan sesuatu yang sulit bagi manusia sekarang untuk mendapatkan petunjuk, disbanding umat-umat terdahulu yang karena masalah teknologi mushaf Al Qur’an tersimpan dalam tulisan di batu atau di kulit-kulit binatang. Sedangkan sekarang sangat mudah kita menemukan mushaf Al Qur’an dalam bentuk cetakan kitab/ buku. Yang dengan begitu bukan yang sulit untuk kita mendapatkan dan membaca Al Qur’an. Lain dari pada itu pada masa sekarangpun banyak media yang bisa kita akses untuk mendengarkan kajian Al Islam dari para ulama ataupun ustadz yang ilmu agamanya sudah mumpuni, sebagaimana pemahaman Sahabat-Shalafush Sholeh.

Namun kenyataan tidaklah demikian, mendekati akhir jaman justru banyak manusia yang jauh dari petunjuk Allah. Penyebab utama umat manusia jauh dari petunjuk adalah karena terpengaruh dengan kepentingan-kepentingan duniawi. Salah satunya adalah kepentingan POLITIK, sebagaimana tersesatnya SYI’AH ! Yang menolak Islam sunnah gegara dendam dengan bangsa Arab yang pada masa kekholifahan Umar bin Khoththob mampu mengalahkan negeri Persi yang saat itu merupakan salah satu bangsa yang kuat.

Aadapun  penyebab yang kedua umat jauh dari petunjuk adalah faktor TABIAT manusia suka dengan sesuatu yang berbau kemusyrikan. Sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam QS AZ-ZUMAR : 45
وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ ۖ وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

Dan apabila hanya nama Allah saja disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati.

Orang-orang yang tidak beriman tidak begitu suka berdo’a hanya kepada Allah saja, sebaliknya justru hatinya gembira dan merasa optimisketika berdo’a kepada ilah-ilah selain Allah. Hal inilah yang menjadikan mereka semakin jauh dar petunjuk Allah.

Allahu’ alam bishshowwab



Ditulis Oleh

Author
HM. Kartono
Sekretaris Umum MPAQ
Nantikan Tafsir Surat berikutnya, hanya ada di www.mpaqpusat.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar