Ayat 35 :
وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ
Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.
Atas kelebihan ilmu yang diberikan Allah kepada Adam, Allah memberikan kenikmatan kepadanya untuk bertempat tinggal di surga di mana yang ia sukai, dan diberi kebebasan untuk makan makanan yang ada di dalamnya sekehendak hati. Itu semua adalah kemuliaan yang diberikan Allah kepada Adam.
Allah memuliakan Adam dengan diperkenankan untuk tinggal di surga karena ilmu yang dimilikinya. Hal ini menunjukan keutamaan orang-orang yang berilmu, yang akan melapangkannya kepada jalan surga. Hadist Riwayat Muslim :
وَعَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ:وَمَنْ سَلَكَ طَرِيْقًايَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا,سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الجَنَّةِ
“Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (H.R Muslim).
Firman Allah selanjutnya“ Diamilah olehmu dan istrimu di surga “ Allah menciptakan Hawa untuk menemani Adam di surga . Tentang penciptaan Hawa para ulama berselisih pendapat, ada yang mengatakan Hawa diciptakan sebelum Adam masuk surga, sebagaimana penjelasan Muhammad bin Ishak. Sedangkan ulama lain berpendapat Hawa diciptakan setelah Adam masuk surga.
Kemudian Allah berfirman dengan memberikan sebuah larangan untuk mendekati sebuah pohon, yang dalam hal inipun beberapa ulama berselisih pendapat. Ada yang mengatakan pohon gandum, ada pula yang mengatakan pohon tin, juga ada yang berpendapat itu adalah pohon kurma. Yang jelas itu adalah pohon yang tumbuh di surga, Al Qur’an dan As Sunnah tidak menjelaskan lebih lanjut jenisnya. Ibn Jarir mengatakan bukan hal yang akan member manfaat dengan mengetahui jenisnya, juga bukan sesuatu yang merugikan manakala tidak mengetahuinya. Yang penting kita harus iman dengan ayat tersebut.
Ayat 36 :
فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ
Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan".
Allah sedang membuat skenario Adam akan dijadikan kholifah di dunia, maka Allah membuat sebab : Adam dan Hawa memakan buah yang tumbuh dari pohon itu, sehingga keduanya terjerumus dalam sebuah kesalahan, durhaka terhadap larangan Allah SWT. Setan telah menggelincirkan Adam dari surga dengan cara membujuk atau menipu lewat Hawa agar makan buah terlarang.
Diperjelas Allah dalam firmanNYA yang terdapat di QS THAAHAA : 116-121
فَلَا يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَنْ لَا يُؤْمِنُ بِهَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَتَرْدَىٰ(16) وَمَا تِلْكَ بِيَمِينِكَ يَا مُوسَىٰ(17) قَالَ هِيَ عَصَايَ أَتَوَكَّأُ عَلَيْهَا وَأَهُشُّ بِهَا عَلَىٰ غَنَمِي وَلِيَ فِيهَا مَآرِبُ أُخْرَىٰ(18) قَالَ أَلْقِهَا يَا مُوسَىٰ(19) فَأَلْقَاهَا فَإِذَا هِيَ حَيَّةٌ تَسْعَىٰ(20) قَالَ خُذْهَا وَلَا تَخَفْ ۖ سَنُعِيدُهَا سِيرَتَهَا الْأُولَىٰ (21)
Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang menyebabkan kamu jadi binasa"(16). Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa?(17). Berkata Musa: "Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya"(18). Allah berfirman: "Lemparkanlah ia, hai Musa!"(19). Lalu dilemparkannyalah tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat(20). Allah berfirman: "Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula(21).
Bukan hanya mempengaruhi manusia agar berpaling dari perintah Allah, bahkan Iblis juga bersumpah untuk menggelincirkan Adam dan Hawa untuk keluar dari surga, seperti dijelaskan Allah dalam QS AL A’RAAF : 21
وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ
Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua",
Itulah hebatnya Iblis, ketika dirasa dengan membujuk Adam tidak mempan maka beralih kepada Hawa. Ketika dengan berbagai bujukan dan tipu dayanya Adam dan Hawa masih bisa bertahan untuk tidak makan buah larangan itu, maka Iblispun menipu dengan disertai sumpah. Maka hal inilah yang membuat mereka berdua semakin mantap terhadap apa yang dikatakan Iblis, untuk melanggar larangan Allah, yaitu makan buah dari pohon tersebut.
Ketika Adam dan Hawa mencicipi buah tersebut, secara tiba-tiba pakaian keduanya terlepas dan mereka dalam keadaan telanjang. Naluri kemanusiaannya masih berjalan maka diambilah beberapa dedaunan yang dirakit untuk dijadikan penutup aurot masing-masing. Kemudian Allah memperintahkan Adam dan Hawa untuk keluar dari surga dan diturunkan ke bumi. Allah memberi ketentuan di bumi manusia akan saling bermusuhan, saling berbeda pendapat, agar kehidupan menjadi lebih dinamis. Cerita permusuhan manusia di bumi dimulai dari kisah pertengkaran anak keturunan Adam yaitu perselisihan antara Habil dan Qobil dan terjadi pembunuhan satu kepada yang lainnya.
Untuk kemudian Allah memberi peringatan kepada mereka agar berhati-hati dengan segala bentuk tipu daya Iblis. Bahwa iblis sangat lihai untuk membujuk, mempengaruhi, dan menipu manusia agar berpaling dari beribadah kepada Allah. Maka dari kisah tersebut ada beberapa ibroh untuk dijadikan pelajaran bagi manusia, yaitu :
- Bahwa secara fitroh semua manusia membenci setan (kata sifat dari Iblis).
- Semua manusia tahu bahwa pekerjaan setan adalah mengajak kepada jalan kesesatan.
- Namun anehnya mayoritas manusia tersesat karena bisikan-bisikan setan. Sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah dalam hadist Qudsi, Bukhory meriwayatkan dari Abu Sa’id bahwa Rasulullah SAW bersabda : Allah SWT akan berfirman kepada Adam, “ wahai Adam !” Adam menjawab,” Aku mendengar panggilan-MU, aku patuh kepada perintah-perintah-MU, dan semua kebaikan ada di tangan-MU. Kemudian Allah SWT memerintahkan Adam : “ sisihkan para penghuni neraka ? Adam bertanya, “ berapa banyak jumlah penghuni neraka ?” Allah SWT berfirman ,” dari setiap 1000 orang, ambil 999 orang.”
- Yang lebih aneh lagi, mayoritas manusia tidak merasa telah disesatkan setan. SETAN adalah kata sifat yang mengajak, menipu, dan mempengaruhi manusia untuk tersesat dari jalan Allah. Berbentuk dari Jin dan Manusia, jin diwakili oleh Iblis, sedangkan manusia diwakili oleh mereka-mereka yang mengajak kepada jalan kesesatan.
Agar manusia selamat dari empat fenomena akibat dari bisikan setan, Allah memberi resep sebagaimana yang dinyatakan dalam QS THAAHAA : 123
قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ
Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
Yaitu mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-NYA, dengan jalam mengkaji Al qur’an dan as Sunnah dengan pemahaman Sunnah, yaitu sebagaimana pemahaman Sahabat, Shalafush Sholeh. Inilah jalan yang menyelamatkan kehidupan dunia dan akhirat.
Allahu ‘alam
Produk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
Kader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
Pengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
Kajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar