• MAJALAH SINARANProduk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
  • KADER DAKWAHKader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
  • ARAHAN PAK YAIPengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
  • KAJIAN JUM'ATKajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
  • MPAQ Daerah CilacapPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
  • MPAQ Daerah KlatenPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
  • css sliderPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Magelang dsk
  • MPAQ Daerah YogyaPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk

Tafsir surat AL BAQOROH Ayat 34

(Hasil kajian bersama Bapak KH. Abdul Wahid Hasyim, rutin dan urut mengkaji kitab tafsir IBNU KATSIER setiap hari Ahad di Masjid Al Masyhur desa Bageng – Gembong )

Ayat 34  :
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

Adam telah dipersiapkan sebagai kholifah di muka bumi, maka Allah memberi kelebihan-kelebihan ilmu dibanding malaikat. Ini merupakan kemuliaan  besar yang diberikan Adam As dari Allah, dan juga menganugerahkan kepada anak turunnya, sebagai makhluk yang lebih mulia dari pada penghuni bumi lainnya.

Untuk memberi  penghormatan kepada Adam As, maka diperintahkanlah para malaikat untuk bersujud kepadanya. Sebagaimana  diberitakan dalam hadist tentang syafa’at : “ Dia menjadikan para malaikat-NYA untuk sujud kepadamu. “ Sujud ini merupakan penghormatan, pengagungan, penghargaan, dan ketaataatan kepada Allah SWT, sedangkan malaikat adalah makhluk Allah yang tidak pernah membantah sedikitpun apa yang menjadi perintah Allah. Meskipun secara logika malaikat tercipta dari bahan  baku yang lebih baik, yaitu dari cahaya, dibanding Adam yang tercipta dari tanah.

Maka semua malaikat sujud kepada Adam, memenuhi perintah Allah tanpa ada yang menolak, kecuali Iblis. Sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam QS AL-KAHFI : 50

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.

Iblis termasuk yang diperintah untuk sujud kepada Adam, akan tetapi karena dia merasa lebih unggul, dan merasa lebih mulia karena tercipta dari Api dia menolak perintah untuk sujud kepada Adam. Tentang Iblis Muhammad bin Ishaq meriwayatkan dari Ibn Abbas, dia berkata : “ Sebelum Iblis melakukan maksiat, dia termasuk golongan malaikat namanya ‘AZAAZIIL, termasuk golongan malaikat yang yang paling bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah, dan paling banyak mempunyai ilmu. Hal itulah yang mendorong dia untuk menjadi sombong, dan berani menolak perintah Allah. “ Seperti penjelasan Allah dalam QS AL-A’RAAF :  12

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".

Karena membangkang perintah sujud kepada Adam, maka iblis termasuk golongan KAFIR, karena ingkar kepada Allah. Padahal mestinya esensi sujud kepada Adam adalah wujud dari kepatuhan kepada Allah SWT. Namun kesombongan Iblis membawanya kepada kekafiran. Seperti dijelaskan Allah dalam QS SHAAD : 74-76

إِلَّا إِبْلِيسَ اسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ(74) قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ ۖ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ(75) قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ ۖ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ(76)

kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir(74).  Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?" (75). Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah" (76).

Ayat ini diturunkan agar menjadi IBROH bagi kita, bahwa :
  1. Kesombongan sangat mudah menjadikan seseorang untuk menjadi kafir.
  2. Apapun perintah Allah, meski terkadang tidak sesuai dengan ego pribadi, harus disikapi SAMI’NA WA ATHO’NA. Menolak perintah Allah sama dengan KAFIR, mengkritisi/ merivisi perintah Allah sama dengan NIFAQ
  3. Kesombongan menjauhkan diri dari pintu surga, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Bukhory…..

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلّى الله عليه وسلم: “لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال ذَرَّة من كِبْر

“Dari ibnu mas’ud-semoga Allah meridhoinya- berkata : Rasulullah-shalawat dan salam untuknya- bersabda : “Tidak akan masuk kedalam syurga orang yang dihatinya ada kesombongan meskipun seberat biji sawi. HR Bukori Muslim.

Allahualambisowab

Ditulis Oleh

Author
HM. Kartono
Sekretaris Umum MPAQ
Nantikan Tafsir Surat berikutnya, hanya ada di www.mpaqpusat.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar