• MAJALAH SINARANProduk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
  • KADER DAKWAHKader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
  • ARAHAN PAK YAIPengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
  • KAJIAN JUM'ATKajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
  • MPAQ Daerah CilacapPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
  • MPAQ Daerah KlatenPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
  • css sliderPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Magelang dsk
  • MPAQ Daerah YogyaPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk

Tafsir surat AL BAQOROH Ayat 30

(Hasil kajian bersama Bapak KH. Abdul Wahid Hasyim, rutin dan urut mengkaji kitab tafsir IBNU KATSIER setiap hari Ahad di Masjid Al Masyhur desa Bageng – Gembong )

 وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".

Allâh memberi khabar tentang karunia yang DIA berikan kepada anak cucu Adam, dimana Allâh membicarakan tentang diri manusia di hadapan para malaikat sebelum Allâh menciptakan manusia.  Bahwa Allâh akan menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Yakni suatu kaum yang akan menggantikan kaum yang lain, kurun demi kurun, generasi demi generasi dan berkesinambungan sampai akhir jaman. Sebagaimana Allâh Ta’ala berfirman dalam QS.FATHIR  [35]: 39

هُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ ۚ فَمَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ ۖ وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ إِلَّا مَقْتًا ۖ وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ إِلَّا خَسَارًا
Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka.

Dan Allâh berfirman dalam QS AN NAML [27]: 62.

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ
Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allâh ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).

Allâh menciptakan manusia sebagai Kholifah agar menjadi pemakmur bumi, yaitu menguasai, mengeksplorasi dan memanfaatkan bumi seisinya untuk kepentingan hidup manusia. Seperti yang firmankan Allâh dalam QS HUD  [11]: 62.

قَالُوا يَا صَالِحُ قَدْ كُنْتَ فِينَا مَرْجُوًّا قَبْلَ هَٰذَا ۖ أَتَنْهَانَا أَنْ نَعْبُدَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا وَإِنَّنَا لَفِي شَكٍّ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ مُرِيبٍ
Kaum Tsamud berkata: "Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami".

Sehingga yang dimaksud Kholifah di sini bukan saja Adam, karena selanjutnya ayat bercerita tentang pernyataan yang bernada pertanyaan dari malaikat : “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi, yang orang itu akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah ?”

Berkenaan dengan ayat di atas al-Qurthubi berkata, ”sebagian ulama berpendapat, sesungguhnya malaikat membuat pernyataan tersebut dari sebab informasi yang diberikan Allâh bahwa jenis makhluk tersebut terbuat dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang berbentuk, yang kemudian Allâh menyebutnya sebagai Khalifah : yaitu orang yang membuta keputusan ketika terjadi perselisihan, dan mencegah mereka dari perbuatan terlarang dan dosa.

Dan Qotadah berkata, bahwa para malaikata telah mengetahui bahwa makhluk yang tercipta dari tanah itu nantinya akan membuat kerusakan di muka bumi dan saling bermusuhan satu dengan yang lain, yang akhirnya saling menumpahkan darah. Ini bukan sanggahan malaikat, karena Allâh menciptakan malaikat sebagai makhluk yang tidak akan membantah. Seolah-olah malaikat hendak mengatakan : “Ya Rabb, apa maksud dari diciptakannya manusia (khalifah) yang nantinya mereka akan membuat kerusakan di muka bumi dan saling menumpahkan darah ?” Seandainya yang dikehendaki adalah agar mereka hanya beribadah, tunduk patuh dengan segala perintah-MU, maka kami senantiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan-MU. Dan kami tidak akan melakukan apa-apa yang akan dilakukan manusia. Mengapa tidak cukupEngkau hanya menciptakan kami saja.”

Allâh Ta’ala menjawab pernyataan malaikat : “Sesungguhnya Aku mengetahui apa-apa yang kamu tidak ketahui.” Maksudnya Allâh lebih tahu dengan penciptaan manusia itu terdapat kemaslahatan yang lebih besar daripada sebagian kerusakan yang disebutkan malaikat. Allâh lebih tahu bahwa sebagian diantara mereka Allâh akan menjadikan para Nabi dan Rasul yang diutus di tengah-tengah mereka untuk mengajarkan risalah Tauhid. Di antara mereka juga da yang menjadi orang-orang  yang shidiq, sholeh, dan para syuhada’ yang membela agama Allâh sampai  akhir hayatnya. Hikmah tersebut yang Allâh tidak mengabarkan kepada malaikat. Allâh Maha Tahu dengan sangat terinci di balik penciptaan makhluk yang nantinya akan menjadi khalifah di muka bumi, sedangkan malaikat tidaklah mengetahui.

Kholifah adalah suatu kaum yang menggantikan kaum lainnya, kurun demi kurun dan generasi demi generasi. Dan setiap kali pergantian generasi  selalu terjadi penyimpangan dari generasi sebelumnya. Misalnya generasi awal Nabi Musa maupun Nabi Isa As adalah generasi yang yang masih berpegang kepada kitab. Namun ketika berganti generasi sedikit  demi sedikit menyimpang dari kitab, yang pada akhirnya umat nabi Musa As jauh dari kitab Taurot, dan orang-orang Nasrani jauh dari kitab Injil. Penyimpangan yang mendasar adalah masalah Tauhid. Orang-orang Yahudi dan Nasrani yang mengaku memegang kitab akan tetapi sesungguhnya mereka telah menyimpang jauh dari ajaran Tauhid nabi Musa dan nabi Isa.

Adapun penyebab utama penyimpangan Tauhid dari setiap pergantian generasi adalah masalah duniawi. Umat tergoda dengan kepentingan-kepentingan duniawi sehingga mereka menselisihi kitab. Seperti yang tergambarkan dalam QS AL A’RAF [7] : 168-169.

وَقَطَّعْنَاهُمْ فِي الْأَرْضِ أُمَمًا ۖ مِنْهُمُ الصَّالِحُونَ وَمِنْهُمْ دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ(168) فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ وَرِثُوا الْكِتَابَ يَأْخُذُونَ عَرَضَ هَٰذَا الْأَدْنَىٰ وَيَقُولُونَ سَيُغْفَرُ لَنَا وَإِنْ يَأْتِهِمْ عَرَضٌ مِثْلُهُ يَأْخُذُوهُ ۚ أَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِمْ مِيثَاقُ الْكِتَابِ أَنْ لَا يَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ وَدَرَسُوا مَا فِيهِ ۗ وَالدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ(169)
Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)(168). Maka datanglah sesudah mereka generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan berkata: "Kami akan diberi ampun". Dan kelak jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allâh kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya?. Dan kampung akhirat itu lebih bagi mereka yang bertakwa. Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti?(169).

Allâhu A’lam

Ditulis Oleh

Author
HM. Kartono
Sekretaris Umum MPAQ
Nantikan Tafsir Surat berikutnya, hanya ada di www.mpaqpusat.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar