• MAJALAH SINARANProduk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
  • KADER DAKWAHKader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
  • ARAHAN PAK YAIPengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
  • KAJIAN JUM'ATKajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
  • MPAQ Daerah CilacapPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
  • MPAQ Daerah KlatenPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
  • css sliderPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Magelang dsk
  • MPAQ Daerah YogyaPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk

Tafsir surat AL BAQOROH Ayat 29

(Hasil kajian bersama Bapak KH. Abdul Wahid Hasyim, rutin dan urut mengkaji kitab tafsir IBNU KATSIER setiap hari Ahad di Masjid Al Masyhur desa Bageng – Gembong )

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dialah Allâh, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu
Setelah mengajak manusia untuk berfikir tentang eksistensi diri sebagai manusia, selanjutnya Allâh menyebutkan dalil-dalil tentang penciptaan langit dan bumi.

 Dijelaskan dalam QS FUSHILAT : 9-12

قُلْ أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ الْأَرْضَ فِي يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُ أَنْدَادًا ۚ ذَٰلِكَ رَبُّ الْعَالَمِينَ(9) وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاءً لِلسَّائِلِينَ(10) ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ(11) فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَىٰ فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا ۚ وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ(12)

Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam" (9).  Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya (10). Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati" (11). Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui (12).

Dari ayat tersebut  bisa dipahami bahwa bumi diciptakan lebih dulu sebelum Allâh menciptakan langit. Meskipun  terjadi ikhtilaf di antara mufasirrin tentang penciptaan bumi sebelum langit, atau langit sebelum bumi, dengan masing-masing hujjah. Akan tetapi hujjah yang berpendapat bahwa bumi diciptakan lebih dulu sebelum menciptakan langit adalah lebih kuat karena firm
an Allâh : ‘” Dialah Allâh yang menciptakan segala yang ada di bumi untuk kamu, dan Dia berkehendak menuju langit.”

Dalam Shahih Bukhory dikatakan bahwa Ibn Abbas sendiri pernah ditanya mengenai hal itu, maka dia menjawab bahwa bumi diciptakan lebih dahulu daripada langit. Namun bumi baru dihamparkan  setelah langit diciptakan. Penghamparan dalam ayat ini maksudnya adalah dengan dikeluarkannya apa-apa yang tersimpan di dalam bumi, yaitu berupa air, kemudian tumbuhlah berbagai jenis tanaman, jenis, sifat, warna dan rasanya.

Namun yang lebih penting dari perbedaan dua pendapat di atas adalah bahwa Allâh menciptakan bumi dan langit semua untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Beberapa ayat yang memperjelaskannya adalah QS ‘ABASA [80]: 25-32

أَنَّا صَبَبْنَا الْمَاءَ صَبًّا(25) ثُمَّ شَقَقْنَا الْأَرْضَ شَقًّا(26) فَأَنْبَتْنَا فِيهَا حَبًّا(27) وَعِنَبًا وَقَضْبًا(28) وَزَيْتُونًا وَنَخْلًا(29) وَحَدَائِقَ غُلْبًا(30) وَفَاكِهَةً وَأَبًّا(31) مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ (32)

Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit) (25),  kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya (26),  lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu (27), anggur dan sayur-sayuran (28), zaitun dan kurma (29), kebun-kebun (yang) lebat(30), dan buah-buahan serta rumput-rumputan (31), untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu (32).

Allâh menciptakan air hujan dari langit, sehingga menjadi subur aneka tanaman yang ditanam di bumi, baik itu berupa buah-buahan dan sayuran yang bisa dikonsumsi oleh manusia, dan juga tumbuhnya rerumputan untuk binatang makanan ternak.  Semuanya terkait dengan penciptaan bahan makanan, yang merupakan kebutuhan pokok  manusia.

Dari binatang ternak, kecuali dagingnya bisa digunakan sebagai bahan makanan, beberapa ternak ada yang bisa digunakan sebagai alat transportasi dan ada juga yang bisa dimanfaatkan untuk membantu beberapa pekerjaan manusia. Semua diciptakan dan dipersiapkan untuk manusia.

Ayat yang senada Allâh berfirman dalam QS AN NAAZI’AAT [79]: 30-33

أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءَهَا وَمَرْعَاهَا(31) وَالْجِبَالَ أَرْسَاهَا(32) مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ(33)
Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya(30).   Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh (31), (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu (33).

Kecuali bumi dan langit, Allâh juga menciptakan lautan dengan aneka jenis ikan yang manusia bisa memanfaatkan untuk bahan konsumsi. Dengan laut juga bisa dijadikan media transportasi yang menghubungkan satu pulau dengan pulau yang lain, dan dengannya pula manusia jadi bisa langsung berinteraksi satu dengan lainnya. Sebagaimana yang dijelaskan Allâh dalam QS AN NAHL [16]: 14

وَهُوَ الَّذِي سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُوا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan Dialah, Allâh yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.

Allâh telah menciptakan bumi dan langit dengan segala isinya, kemudian manusia mengekplorasi semaksimal mungkin dengan tanpa meninggalkan aturan-aturan Allâh, untuk memenuhi kebutuhan dan kelangsungan hidup manusia. Tentang hal ini Allâh memberi semangat kepada umat Islam dengan kisah nabi Daud yang diceritakan Allâh dalam QS SABA’ [34]: 10-11

وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُودَ مِنَّا فَضْلًا ۖ يَا جِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُ وَالطَّيْرَ ۖ وَأَلَنَّا لَهُ الْحَدِيدَ(10) أَنِ اعْمَلْ سَابِغَاتٍ وَقَدِّرْ فِي السَّرْدِ ۖ وَاعْمَلُوا صَالِحًا ۖ إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ(11)


Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami. (Kami berfirman): "Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud", dan Kami telah melunakkan besi untuknya (10), (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan (11).

Kesimpulan ayat, bahwa Allâh telah menciptakan bumi, langit beserta isinya semua untuk kebutuhan hidup manusia. Manusia dipersilahkan untuk mengelola sebaik-baiknya dalam rangka tegaknya fungsi manusia sebagai Kholifah Fiel Ardh. Bukan justru sebaliknya, dengan nikmat Allâh yang begitu besarnya justru menjadikan manusia ingkar, berpaling dari petunjuk Allâh.

 ….Dan DIA Maha Mengetahui segala sesuatu……
Allâh Maha Tahu atas segala penciptaan-NYA, sedangkan pengetahuan manusia sangatlah terbatas  .
Allahu ‘Alam bi showab                                    


Ditulis Oleh

Author
HM. Kartono
Sekretaris Umum MPAQ
Nantikan Tafsir Surat berikutnya, hanya ada di www.mpaqpusat.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar