• MAJALAH SINARANProduk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
  • KADER DAKWAHKader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
  • ARAHAN PAK YAIPengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
  • KAJIAN JUM'ATKajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
  • MPAQ Daerah CilacapPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
  • MPAQ Daerah KlatenPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
  • css sliderPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Magelang dsk
  • MPAQ Daerah YogyaPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk

Tafsir surat AL BAQOROH Ayat 23

(Hasil kajian bersama Bapak KH. Abdul Wahid Hasyim, rutin dan urut mengkaji kitab tafsir IBNU KATSIER setiap hari Ahad di Masjid Al Masyhur desa Bageng – Gembong )



وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.

Dalam ayat-ayat sebelumnya Allah telah menjelaskan tentang Tauhid Uluhiyah, yaitu ketetapan bahwa tidak ada Tuhan yang memberi ketenangan, yang diibadahi, dimintai pertolongan, dan dicintai secara Ghaib kecuali DIA. Kemudian ditetapkan juga kenabian Rasulullah Muhammad SAW, dengan membawa kitab Al Qur’an, akan tetapi orang-orang kafir RAGU.

  1. Ragu bahwa Al Qur’an benar-benar wahyu Allah.
  2. Ragu terhadap kebenaran isi Al Qur’an.
  3. Ragu  terhadap eksistensi Rasulullah, dan menuduh Nabi Muhammad belajar kepada orang Yahudi, kemudian membuat susunan Al Qur’an.

Maka Allah menantang orang-orang kafir yang RAGU , perorangan atau berkelompok  untuk membuat satu surat saja yang semisal Al Qur’an seperti yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Bila diperlukan mintalah bantuan kepada para penyair ahli sastra, kepada semua orang yang dianggap mampu, bahkan kepada ilah-ilah selain Allah. Tantangan ini senada dengan QS Al-Isro’ : 88

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain".

Jawabnya jelas sekali, sekali-kali TIDAK ! orang-orang kafir tidak ada yang mampu menjawab tantangan Allah, untuk membuat satu surat semisal Al Qur’an, meskipun mereka bersekutu, baik yang buta huruf maupun yang ahli bahasa, bahkan seandainya mereka mendatangkan jin untuk membantunya.

Dan lebih jelas lagi Allah membuat pernyataan tentangnya, dalam QS YUNUS : 37-38

وَمَا كَانَ هَٰذَا الْقُرْآنُ أَنْ يُفْتَرَىٰ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ(37) أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِثْلِهِ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (38)


Tidaklah mungkin Al Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam(37). Atau (patutkah) mereka mengatakan "Muhammad membuat-buatnya". Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar"(38)

Ayat-ayat di atas membuktikan bahwa Al Qur’an adalah mukjizat, yang tidak akan tertandingi oleh siapapun dan fakta membuktikan bahwa sejak dahulu hingga sekarang, dan sampai kapanpun tidak akan ada yang mampu menyamai Al Qur’an dan  tidak mungkin bagi seorangpun akan bisa melakukannya. Al Qur’an adalah firman Allah, Rabb sang pencipta alam semesta, manalah mungkin disetarakan dengan susunan manusia yang penuh dengan keterbatasan.

Beberapa keistimewaan Al Qur’an :
1. Susunan kalimat, kalau kita cermati dan kita perhatikan dengan seksama akan kita temukan keunggulan yang tak tertandingi dalam seni sastra, baik yang tersurat maupun yang tersirat, baik dari sisi lafazh maupun makna.
QS  HUUD : 1

الر ۚ كِتَابٌ أُحْكِمَتْ آيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ
Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,
Susunannya tidak berbentuk puisi juga bukan prosa akan tetapi enak dibaca, dan didengar.

2. Berisi berita-berita GHOIBIYAH misalnya berita tentang kematian,  kiamat, surga dan neraka. Dan berita-berita WAQI’IAH, misalnya berita tentang kekalahan bangsa Rum yang diberitakan dalam QS AR-RUUM : 2-4

غُلِبَتِ الرُّومُ (2) فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ (3)فِي بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ الْأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ (4)
Telah dikalahkan bangsa Rumawi(2), di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang(3)  dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,(4) Dan baik berita Ghaibiyah maupun Waqi’iyah kesemuanya adalah berita benar.

3. Tidak hanya BENAR, isi Al Qur’an juga ADIL, dan berisi PETUNJUK.
QS AL-AN’AM : 115
وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا ۚ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dialah yang Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui.

Dengan demikian  seluruh kandungan  Al Qur’an adalah benar, dan adil. Di dalamnya tidak ada kebohongan dan sesuatu yang diada- adakan. Tidak sebagaimana sya’ir atau puisi yang seringkali diwarnai dengan bahasa yang serba dibuat-buat.

Sebagaimana sya’ir Arab yang berbunyi sebagaimana berikut :
Sesungguhnya kata yang paling indah adalah kata yang paling dusta.
Bila kita baca puisi yang panjang,  yang pada umumnya berisi pemujaan wanita,atau menggambarkan kegagahan kuda tunggangan, atau menceritakan sebuah kejadian, yang mana semua itu tidak mengandung faedah, kecuali hanya akan menonjolkan kemampuan sang penya’ir dalam mengolah kata-kata.

Sedangkan Al Qur’an, seluruh kandungannya benar-benar berisi, dan yang terpenting adalah BENAR, ADIL dan berisi PETUNJUK. Karena  Al Qur’an adalah Mukjizat terbesar dari Allah yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW,  dalam kitab Shahiih al-Bukhori dan Shahiih Muslim, diriwayatkan  sebuah hadist dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda

Tidak seorangpun dari para Nabi melainkan telah diberikan kepadanya beberapa mukjizat yang manusia akan beriman kepadanya. Adapun mukjizat yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang diwahyukan oleh Allah. Dan aku berharap menjadi Nabi yang paling banyak memiliki pengikut di hari Kiamat"

Allahu ‘Alam bishshowwab

Ditulis Oleh

Author
HM. Kartono
Sekretaris Umum MPAQ
Nantikan Tafsir Surat berikutnya, hanya ada di www.mpaqpusat.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar