• MAJALAH SINARANProduk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
  • KADER DAKWAHKader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
  • ARAHAN PAK YAIPengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
  • KAJIAN JUM'ATKajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
  • MPAQ Daerah CilacapPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
  • MPAQ Daerah KlatenPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
  • css sliderPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Magelang dsk
  • MPAQ Daerah YogyaPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk

JALAN-JALAN IBLIS DALAM MENGUASAI HATI MANUSIA

Kita ketahui bersama bahwa yang paling mulia dari angota tubuh pada manusia adalah hati, karena hatilah yang mampu mengetahui Allah SWT, beramal untuk sang penguasa alam semesta, berjalan dan mendekat kepada sang penguasa manusia. Semua angota tubuh akan tunduk dan menjadi pengikut hati yang akan mengikuti semua perintah-perintahnya. 

Maka barangsiapa yang mengetahui hatinya dia akan mengetahui Robnya, sedangkan kenyataanya kebanyakan manusia tidak mengetahui hati dan dirinya sendiri, padahal Allah SWT senantiasa ada diantara hati dan diri manusia itu sendiri. Hati secara fitroh manusia akan mudah menerima hidayah dari Allah SWT sekalipun didalam hati manusia terdapat syahwat dan hawa nafsu yang sentiasa menjadikan hati menjauh dari petunjuk. Oleh sebab itu didalam hati manusia akan sentiasa terjadi peperangan antara kekuatan maliakat dan syaiton, jika hati dalam kondisi baik senantiasa mengingat Allah dan gemar beramal sholih maka kekuatan malaikatlah yang lebih mendominasi diri manusia, akan tetapi sebaliknya jika hati itu lalai maka kekuatan syaitonlah yang mendominasi dan menguasai diri manusia. 

Hati manusia oleh para ulama diibaratkan seperti sebuah benteng sedang setan itu sendiri diibaratkan sebagai musuh yang hendak memasuki, menguasai dan memimpin benteng tersebut, tidak mungkin kita akan mampu menjaga benteng melainkan kita harus menjaga pintu-pintunya dan tidak akan bisa menjaga pintu melainkan kita harus mengetahui tehnis dan setrategi masuknya musuh kedalam benteng, demikian juga kita tidak akan mampu melawan setan melainkan kita mengetahui pintu dan jalan-jalan setan dalam menguasai manusia. Adapun jalan-jalan setan menguasai manusia sangatlah banyak hanya saja dalam pembahasan ini kita sebutkan beberapa saja yang sekiranya dianggap besar peluang setan untuk masuk didalamnya, diantaranya adalah:  
  1. Hasad dan ambisi yang belebihan, jika seseorang sedang memiliki ambisi untuk memiliki sesuatu secara berlebihan maka ketika itu pula ia akan dibutakan oleh ambisinya serta ditutup cahaya hatinya sehingga ia tidak mengetahui tipu daya setan. Demikian pula jika seseorang sedang dilanda sifat hasad maka setan ketika itu akan mendapatkan peluang yang besar untuk menjadikan manusia dikuasai oleh hawa nafsunya sehingga ia akan menempuh segala jalan untuk mencapai tujuan sekalipun jalan tersebut buruk dan mungkar. 
  2. Marah, kemarahan adalah hantu bagi akal manusia, ketika akal manusia merasa ketakutan maka ia kan menjadi lemah maka ketika itupula setan akan menguasai dan bermain pada diri manusia. Diriwayatkan bahwa iblis suatu saat berkata, “ jika ada seorang hamba sedang marah maka kami akan permainkan dia seperti seorang anak memainkan bola. 
  3. Gemar berhias, baik dalam masalah rumah, kendaraan, paikaian maupun perabotan rumah tangga. Setan sentiasa akan terus meyerukan kepada manusia untuk terus membangun dan menghiasi rumahnya, menganti dan memfareasi mobilnya, hanting model baru pakean dan perabotan rumahnya sehinga manusia akan menjadi rugi karena sepanjang hidupnya hanya digunakan untuk berfikir dan memburu keinginannya. 
  4. Kenyang, jika seseorang dalam keadaan kenyang maka ia akan mudah menjauh dari ketaatan kepada Allah SWT. 
  5. Tamak terhadap apa yang dimiliki oleh orang lain, ketika seseorang sedang dihinggapi rasa tamak atau berharap medapatkan apa yang dimiliki oleh saudaranya baik itu harta atau kedudukan, maka ia akan bersikap berlebih didalam memujinya, senantiasa bersikap baik dihadapannya, ia tidak akan mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran yang dilakukannya. 
  6. Sifat tergesa-gesa, Rosulullah SAW bersabda, “ sifat tergesa-gesa adalah dari setan sedang sabar dan teliti adalah dari Allah SWT. “ 
  7. Cinta harta, ketika hati seseorang sedang dilanda dengan penyakit cinta harta maka hal tersebut bisa menjadikan hatinya menjadi rusak karenanya, serta akan membawanya untuk mencari harta dengan menghalalkan segala cara, serta menjadikan ia bakhil dan merasa menjadi fakir jika ia infak sodakohkan hartanya. 
  8. Fanatik madzhab tanpa didasari ilmu dan tidak mengamalkan ajarannya. 
  9. Berfikir tentang dzat Allah SWT, sehingga menjadikan ia ragu dan bimbang terhadap keberadaan Allah dikarenakan ia berfikir sesuatu diluar batas kemampuan akal berfikir. Rosulullah bersabda dalam hadisnya, “ berfikirlah terhadap apa yang telah diciptakan Allah dan janganlah berfikir tentang bagaimana dzat Allah.” 
  10. Suudzon dengan orang Islam, ketika sesorang memiliki prasangka buruk dengan saudaranya muslim maka secara otomatis ia akan merendahkan dia dan lisannya pun akan berkomentar sembarangan terhadap sesuatu yang belum tentu dilakukan oleh saudaranya muslim, serta ia akan menganggap dirinya paling baik dan sempurna. 

Demikianlah beberapa pintu-pintu dimana setan kerap kali menguasai manusia melaluai pitu tersebut. Maka ketika hati seseorang sedang tertimpa sifat-sifat diatas maka hal tersebut yang menjadikan ia sulit untuk mengingat Allah SWT dan membangun bangunan keimanan dan ketaqwaan didalam hati. 
Setan itu ibarat seekor anjing yang sedang lapar dan mendekatimu, jika kamu memiliki daging kemudian kamu berikan daging tersebut kepada anjing maka ia tidak akan menggonggong, namun sebaliknya jika kamu tidak memiliki apa-apa yang bisa menjadikan anjing terdiam maka anjing tersebut akan terus menggonggong. Demikian hati manusia yang tidak memiliki bekal untuk mediamkan setan maka nafsunya akan terus menggonggong sekalipun dia sedang melaksanakan amal ketaatan. 

Jika anda pengen membuktikan hal tersebut silahkan perhatikan  pada shalat anda, ketika anda memulai mengucapkan takbirotul ihrom dalam shalat maka mulailah pikiran anda melayang berfikir pada hal-hal yang sangat banyak sekai, tentang pekerjaan, masa depan, kesempatan dan peluang dan lain-lain yang bersifat duniawi, sehingga secara otomatis kekhusukan shalat anda pun dengan sendirinya terganggu bahkan bisa hilang. lihatlah bagaimana nafsu akan terus menggonggong sedang anda sedang dalam amal ketaatan dan cobalah anda lihat pada seluruh amalan yang anda telah lakukan dan jalani. Maka demikianlah iblis akan terus menghancurkan amal manusia melalui nafsu yang dikuasainya. Menutup pintu-pintu setan adalah cara yang mudah untuk menghentikan gonggongan setan pada diri manusia. Semoga kita semua tergolong orang-orang yang diberi kekuatan oleh Allah SWT dalam menundukkan dan mengalahkan nafsu setan yang akan menjerumuskan kita dalam gubangan kehinaan.

CATATAN: 
Kepada pembaca majalah SINARAN yang insyaallah di muliakan oleh Allah SWT, sedikit kami memberitahukan kususnya bagi para pembaca rubric tazkiyatun nafs, kami minta maaf karena lupa mencantumkan refrensi kitab yang kami jadikan seb agai rujukan, adapun rubric tazkiyatun nafs sinaran 1 sampai 30 kami ambil dari kitab, “ TAZKIYATUN NUFUS WA TARBIYATUHA KAMA YUQORIRUHU ULAMA SALAF” karya tiga ulam besar, Ibnu rojab al-Hambali, Ibnu Qoyim al-Jauzi dan Abu Hamid al-Gozali. Dan alhamdulilah sudah kita khatamkan. Adapun kusus rubric tazkiyatun nafs sinaran 31 ini kami ambil dari kitab “ MUKHTASOR MINHAJUL QOSIDIN” yang ditulis oleh ulama besar Ibnu Qudamah al-Maqdisi. 


Ditulis Oleh

Author
Ust. H. Sigit Sulistyo, Lc
Mjelis Syuro MPAQ
Nantikan kajian Tazkiyatun Nafs berikutnya, hanya ada di www.mpaqpusat.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar