Sekulerisme ibarat gurita yang kaki-kakinya menjerat erat semua sisi kehidupan. Sulit rasanya lepas dari jeratan sekulerisme . Sekulerisme telah merambah dalam tiap sisi kehidupan, mulai dari kehidupan pribadi sampai bermasyarakat dan bernegara. Semua telah terkontaminasi oleh ajaran sekuler. Sekulerisme secara terminology adalah faslud din an alhayah yakni pemisahan agama dari segala aspek kehidupan yang pada akhirnya akan melahirkan pemisahan agama dari Negara.
Secara Sosio historis Sekulerisme lahir di Eropa bukan di Dunia Islam sebagai kompromi antara dua pemikiran ekstrim yang kontradiktif. Pemikiran pertama diwakili oleh pihak gereja yang mengharuskan segala urusan kehidupan harus tunduk menurut agama katolik. Sedangkan pemikiran kedua diwakili oleh pihak filsuf dan pemikir yang mengingkari keberadaan tuhan atau menolak hegemoni agama dan gereja katholik. Karena menurutnya campur tangan pihak gereja hanya akan menjadikan negara mengalami kemunduran dan keterbelakangan dalam berbagai aspek kehidupan seperti ekonomi, politik, sosial dan ilmu pengetahuan.
Maka atas hal ini dikompromikanlah kedua pemikiran tersebut sebagai jalan tengah. Dimana agama tetap diakui tapi tidak boleh turut campur dalam pengaturan urusan masyarakat. Peran agama hanya pada urusan privat saja (aqidah, ibadah dan akhlaq). Tapi agama dilarang mengatur urusan publik seperti politik, ekonomi, sosial dan sebagainya. Dalam kata lain agama tidak memiliki otoritas di dalam mengatur kehidupan.
Masuknya Faham Sekulerisme di Indonesia
Kalau kita runut, masuknya sekulerisme di Indonesia tidak lepas dari pengaruh liberalisme yang dibawa oleh kolonial belanda. Upaya pemisahan antara agama dengan segala aspek kehidupan merupakan TOP Target dari paham sekulerisme ini. Padahal konsep negara sekuler ini tidak kita kenal sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia. Sebenarnya semenjak masuknya Islam di Indonesia pada abad ke-7 M, institusi kerajaan secara bertahap berganti baju menjadi kesultanan islam yang menjadikan syariah islam sebagai asas bernegara. Yang kemudian lama kelamaan dan berangsur-angsur luntur seiring dengan masuknya kolonialisme di Indonesia.
Gagasan sekulerisme yang dibungkus dengan gagasan nasionalisme merupakan gagasan yang diusung oleh anak-anak bangsa yang mengecap pendidikan sekuler barat, mereka silau dengan kehidupan barat yang sekuler. Mereka berpandangan dengan menerapkan sekulerisme ini negara akan bisa keluar dari keterkungkungan dan keterbelakangan. Memasukkan agama dalam tata kehidupan baik secara pribadi maupun bernegara bagi mereka adalah musibah yang terbesar yang bisa menjadikan negara terpuruk sampai titik nadhir.
Kedudukan sekulerisme menempati posisi sebagai basis ideologi kapitalisme sebab sekulerisme adalah asas filosofis yang menjadi induk bagi lahirnya berbagai pemikiran dalam ideologi kapitalisme (peradaban barat), seperti demokrasi sebagai sistem pemerintahan, kapitalisme sebagai sistem ekonomi, liberalism, dan sebagainya.
Kapitalisme Ekonomi
Masih ingatkah krisis global 2008 yang menimpa Amerika Serikat. Krisis yang disebabkan oleh kredit macet perumahan yang menyebabkan kesulitan pemasukan uang kas bagi lembaga keuangan. Kemudian bangkrutnya perusahaan sekuritas Lehman Brothers, perusahaan yang sudah berumur 158 tahun itu akhirnya gulung tikar yang tentu berdampak terhadap kolapsnya beberapa bank dan perusahaan besar lainnya di AS. Contoh yang lain adalah Krisis ekonomi Yunani yang dalam bahasa sederhananya Negara yang bangkrut, karena Negara sudah tidak mampu lagi membayar hutang-hutangnya ke IMF yang sudah jatuh tempo. Dan bila ditotal keseluruhan jumlah hutang yang tidak terbayar dari berbagai kreditor sebesar 360 miliar euro atau setara dengan sekitar 5000 trilyun rupiah, jumlah yang sangat fantastis.
Itulah sebenarnya bukti bahwa ekonomi kapitalisme sangat rapuh dan rentan terhadap krisis. Kebangkrutan ekonomi kapitalisme sebenarnya disebabkan oleh sistem kapitalisme itu sendiri. Kapitalisme menjadikan para pelakunya berusaha mengejar keuntungan sebesar-besarnya apapun caranya. Peran pemerintah dihilangkan dalam artian hanya berfungsi sebagai pengawas dan semuanya diserahkan pada mekanisme pasar. Bagi kaum kapitalis, uang merupakan komoditas yang bisa diperjualbelikan seperti yang terjadi di bursa saham padahal uang hanyalah sebatas sebagai alat tukar saja. Ekonomi sektor non riil sangat dominan dibanding dengan sektor riil. Uang hanya berputar pada segelintir orang saja. Sistem bunga menjadi acuan yang berdampak pada inflasi yang tinggi. Akibatnya banyak perusahaan yang gulung tikar karena biaya produksi yang membengkak. Walhasil angka pengangguran pun semakin meningkat lantaran banyak perusahaan yang merasionalisasi para pekerjanya dalam rangka menyelamatan perusahaannya.
Ekonomi Islam Sebagai Solusi
Pada prinsipnya madzhab ekonomi di dunia ini ada 3 yaitu ekonomi kapitalis, ekonomi sosialis dan ekonomi islam. Kalau dalam ekonomi kapitalis peran pemerintah sangat minim kebalikannya dengan ekonomi sosialis dimana peran pemerintah sangat begitu dominan. Sedangkan ekonomi islam ada yang beranggapan hasil kompromi antar kedua madzhab kapitalis dan sosialis sebagai jalan tengah. Namun pandangan tersebut tidaklah semua benar karena ekonomi islam didasarkan atas ajaran dan nilai-nilai Islam yang termaktub dalam al-Qur’an, hadits, Ijma, dan Qiyas.
Prinsip-prinsip ekonomi islam secara garis besar dapat dijabarkan sebagai berikut ;
- Sumber daya dipandang sebagai amanah Allâh kepada manusia, sehingga pemanfaatannya harus bisa dipertanggungjawabkan di akherat kelak.
- Kepemilikan pribadi diakui dalam batas-batas tertentuyang berhubungan dengan kepentingan masyarakat dan tidak mengakui pendapatan yang diperoleh secara tidak sah
- Bekerja adalah kekuatan penggerak utama kegiatan ekonomi islam
- Kepemilikan kekayaan tidak boleh hanya dimiliki oleh segelintir orang-orang kaya. Dan harus berperan sebagai kapital produktif yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
- Islam menjamin kepemilikan masyarakat dan penggunanya dialokasikan untuk kepentingan orang banyak.
- Zakat harus dibayarkan atas kekayaan yang telah memenuhi batas (nishab)
- Islam melarang riba dalam segala bentuknya.
- Seorang muslim harus tunduk kepada Allâh dan hari pertanggungjawaban di akherat.
Adapun ciri-ciri ekonomi islam adalah :
- Aqidah sebagai substansi yang menggerakkan dan mengarahkan kegiatan ekonomi
- Syariah sebagai batasan untuk memformulasi keputusan ekonomi
- Akhlaq berfungsi sebagai parameter dalam proses optimalisasi kegiatan ekonomi.
Kesimpulan
Ekonomi kapitalis yang telah terbukti rapuh dan rentan terhadap krisis pernah juga menerpa Indonesia. Dan tidak menutup kemungkinan akan menerpa lebih dahsyat lagi seperti yang dialami oleh Negara Yunani. Maka jawabanya tentu Negara harus berbenah, segeralah tinggalkan ekonomi kapitalis di dalam arah kebijakan ekonomi dan mulailah menerapkan pola ekonomi islam sebagai sistem ilahiyah yang akan mengantarkan rakyatnya kepada kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran dalam bingkai Negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr.
Wallâhu A’lam bish showab.
Produk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
Kader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
Pengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
Kajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk

Tidak ada komentar:
Posting Komentar