Setelah mempunyai negara yang dipimpin ulama` Syi`ah dalam lembaga wilayat al-faqih dan di dukung tentara yang kuat, mulai membersihkan rakyatnya dari yang beragama Islam. Masjid-masjid di hancurkan atau di ganti dengan masjid Syi`ah, Al-Qur`an di bakar dan di ganti dengan Qur`an Syi`ah, para pemimpin dan ulama`nya di bunuh dan di penjarakan sampai masuk agama Syi`ah.
Kebiadaban seperti ini mereka yakini untuk menyongsong munculnya Imam keduabelas Muhammad bin Hasan yang gaib pada tahun 260 h. Mereka yakin bahwa di negara yang rakyatnya taat kepada agama Syi`ah dan mempunyai militer yang kuat Al-Qoim akan datang dan dinobatkan menjadi Imam sebagai penguasa tunggal. Ia akan memimpin tentara yang besar menyerbu negara-negara Arab, menghancurkan masjid-masjid, membakar Al-Qur`an membunuh semua laki-laki dan membiarkan perempuan untuk di nikmati dan di zinahi. Kemudian menghancurkan masjid Nabawi diratakan dengan tanah terus bergerak ke Makkah menghancurkan masjid Haram dan Ka`bah diratakan dengan tanah.
Kemudian ia memerintahkan membangun ka`bah di Karbala dan memindahkan hajar aswad di sana, dan memerintahkan semua orang sholat menghadap Karbala. Setiap orang yang sholat masih menghadap masjid Haram yang telah hancur itu akan di bunuh.
روى المجلس: ان القائم يهدم المسجد الحرام حتى يرده الى اساسه والمسجد النبوى الى اساسه. ( بحار الانوار 53\338 والغيب للطوسى :282 )
Al- Majlisi meriwayatkan dalam kitab “Biharul Anwar “ bahwa Al-Qoim ( imam kedua belas) akan menghancurkan masjid Haram ( di Makkah ) dan masjid Nabawi (di Madinah)
Riwayat-riwayat seperti ini memberi arahan kepada para pemimpin dan ulama` Syi`ah bila mereka mendapat kekuasaan untuk melakukan kejahatan dan pembantaian umat Islam. Sejarah telah
Menyaksikan apa yang telah mereka lakukan di banyak negara, diantaranya adalah:
Pada zaman Kekhalifahan Abbasyiayah. Pada tahun 312 H Abu Thahir, penguasa Syi’ah Qaramithah menyerang Makkah dengan tentara yang besar.
- Mereka dengan beringas membantai jamaah haji lebih dari 70.000 orang
- Menyerbu Ihsa, Bahrain, Oman, Syam
- Serta menghancurkan masjid – masjid , bangunan – bangunan dan pemukiman penduduk
- Membantai warga sipil dan merampas harta mereka.
Pada tahun 317 H Abu Thahir dan bala tentaranya menyerbu Makkah lagi, membantai jamaah haji sebagaimana kedatangan pertama , merampas harta mereka dan mengambil Hajar Aswad untuk dibawa ke negerinya. Akan tetapi karena tak ada yang berziarah ke negerinya , pada tahun 339 H , Hajar Aswad dikembalikan ke tempat semula di Makkah.
Pada tahun 656 H , Nashir ath Thusi dan Muhammad bin Al Alqamy , dua orang menteri kekhalifahan Abbasiyah dari golongan Syi’ah melakukan hubungan rahasia dengan Hulagu Khan dan membuat konspirasi untuk menghancurkan Baghdad hingga dengan mudah tentara Mongolia di bawah komando Jenderal Hulagu Khan memporak – porandakan dan menghancurkan Baghdad , ibukota pemerintahan Kekhalifahan Abbasiyah. Jutaan orang dari golongan Ahlus Sunnah dibantai hingga air Sungai Eufrat dan Tigris berubah memerah oleh aliran darah kemudian kepalanya disusun seperti bukit.
DR.M.Hidayat Nur Wahid dalam makalah seminar tentang Syi`ah yang di rangkum dalam buku Mengapa Kita Menolak Syi`ah, menyampaikan bahwa DR. Musa Al Musawi seorang ulama` Syi`ah dalam bukunya menulis:
Ketika Syah Ismail Shofawi naik tahta pada tahun 907 h, kawasan Iran belum menjadi Syi`ah. Hanya beberapa kota yang di huni orang-orang Syi`ah yaitu Qum Qusyaim dan Naisabur, Syah Ismail lah yang mengumumkan dekrit Syi`ah menjadi agama resmi di Iran dan memaksa penduduknya harus beragama Syi`ah. Ia melakukan teror dimana-mana pada umat Islam Ahlu Sunnah, banyak ulama` di bunuh, masjid-masjid di ganti menjadi Syi`ah.
Kisah horor penyebaran Syi`ah terjadi dalm penaklukan Tabris, ketika Syah Ismail memaksa penduduknya untuk pindah beragama Syi`ah. Ia bertitah: saya mendapat mandat untuk melakukan ini, sesungguhnya Alloh dan Imam-Imam maksum bersamaku dalam hal ini, aku tidak takut kepada siapapun, maka bila aku temukan orang yang menentangku niscaya ku penggal kepalanya.
Seperti inilah seruan ulama dan para pemimpin Syi`ah, bila mendapat kekuasaan di suatu negara, bukan menjadikan rakyatnya aman dan tentram tapi melakukan teror dimana-mana, membunuh ulama` Islam dan membantai semua orang yang tidak mau murtad masuk agama Syi`ah.
Pada waktu revolusi Iran, untuk menumbangkan rezim sekuler Syah Reza Pahlevi, para pemimpin dan ulama` Syi`ah mengumandangkan slogan:
لَا شَرْقِيَةْ لَا غَرِبْيَة # اِسْلَامِيَةْ اِسْلَامِيَةْ
لَا شِيْعَة لَا سُنِّيَة # اِسْلَامِيَة اِسْلَامِيَة
Tidak timur tidak barat # Islam Islam.
Tidak Syi`ah tidak Sunni # Islam Islam..
Slogan ini hanyalah tipuan agar umat Islam mendukung revolusi Syi`ah, baik secara fisik di Iran maupun dukungan politik. Dalam agam Syi`ah, menipu bagian aqidah yang wajib bagi umatnya, untuk memperdayakan umat Islam. Siapa saja yang tidak mau menipu mereka adalah kafir, inilah keyakinan mereka dan di tetapkan dalam aqidah Syi`ah yang di namakan Taqiyah.
Slogan tersebut mereka kumandangkan dan di tayangkan lewat media baik televisi maupun cetak, tapi dalam hati mereka mengatakan:
لَا غَرِبْيَة لَا سُنِّيَةْ # شِيْعَة شِيْعَة شِيْعَة
Tidak barat, tidak pula Sunni # Syi`ah Syi`ah Syi`ah
Setelah memenangkan Revolusi Iran, Imam Khumaini berkata kepada murid kepercayaannya , yaitu Sayyid Husain al Musawi, yang berisi sebuah ancaman bagi Ahlus Sunnah, golongan yang membantu dengan kekuatan penuh dalam revolusinya, yang berbunyi,
“ Wahai Sayyid Hussain, sekarang inilah waktunya melaksanakan wasiat Para Imam, agar kita menumpahkan darah Nawashib ( Ahlus Sunnah ), membunuh anak laki – laki mereka, membiarkan hidup anak – anak perempuan mereka, hingga kita tidak membiarkan seorangpun dari mereka lepas dari hukuman ini. Harta – harta mereka harus dirampas untuk Syi’ah Ahlul Bait . Kita hapus Kota Makkah dan Madinah dari muka bumi , karena keduanya menjadi benteng Wahabi ( Ahlus Sunnah ). Dan Karbala, Bumi Allah yang penuh berkah dan suci itu, menjadi Kiblat manusia ketika shalat. Kita akan wujudkan impian para Imam ini. Tunggu apa lagi. Negara kita telah berdiri setelah kita perjuangkan bertahun – tahun lamanya, maka, tidak ada kata lain selain kita laksanakan sekarang.”
Untuk mempertajam keyakinan umat Islam mewaspadai bahaya Syi`ah, maka saya kutipkan surat dari Ikatan Ahlu Sunnah Iran di London, kepada Presidan Iran Muhammad Khotami. Isi surat ini minta gar sang presiden menghentikan pembantaian umat Islam di Iran. Surat tersebut di salin oleh Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam dan di masukkan dalam buku “ Mengapa Kita Menolak Syi`ah”. Dan Isi surat tersebut adalah sebagai berikut:
Pasti tuan Presiden lebih tahu dari yang lain tentang penduduk Ahlus Sunnah, baik mereka yang berasal dari suku Kurdi,Balusy, Turkistan atau penduduk Mawalis atau dari kawasan pinggiran pantai ( Hawasy) dan lain-lain yang tidak memiliki posisi apapun di jajaran kementerian ataupun kedutaan dan jabatan penting lain dalam pemerintahan. Bahkan lebih dari itu, merekapun tidak memiliki hak-hak sosial maupun sipil, sampai-sampai pembangunan sebuah masjid maupun tempat-tempat Ibadah di kota besar Iran saja tidak di perkenankan, hal mana dalam pemerintah – pemerintah non Islam hal tersebut di hormati dan di perbolehkan.
Ironisnya justru gereja-gereja bercokolan yang jumlahnya puluhan, yang lebih buruk lagi, pembangunan masjid dan madarasah-madrasah di kawasan yang mayoritas mutlak Ahlus Sunnah ( yang selayaknya) merupakan keberkahan pemerintah Islam Iran, malah menjadi dosa yang tak termaafkan. Cukup banyak dermawan dan aktivis yang terlibat dalam kegiatan ibadah di penjarakan dan di tekan agar membuat pernyataan untuk tidak kembali melakukan aktivitas tersebut dimasa yang akan datang, kemudian mereka di perintah agar mencukur jenggotnya dan dilarang memakai pakaian keagamaan mereka.
Peristiwa-peristiwa sperti itu hanya akan menambahi catatan panjang kejahatan sejarah umat Islam. Sementara pihak lain ( negara dan bangsa lain), ternyata malah bersikap lebih terbuka terhadap perbedaan pendapat. Dan keadaan yang buruk lagi, adalah masa sepeninggal Imam Khumaini, dimana penggantinya Ayatullah Ali Khumaini, mengibarkan bendera pembantaian para ulama` Ahlu Sunnah di empat kawasan Iran. Selain pembunuhan, juga penghancuran masjid-masjid dan madrasah-madrasah. Eksekusi pembunuhan, dilakukan oleh personil-personil intelijen Iran.
Sekedar contoh, berikut ini kami sebutkan kekejaman mereka terhadap ulama Ahlu Sunnah :
- As-Ustadz Haiman Syakury ( beliau di gantung tahun 1981).
- Maulawi Abdul Wahhab Khofy ( beliau di gantung tahun 1990).
- Maulawi Qudrotulloh Ja`fary( beliau di gantung tahun 1990).
- Syaikh Nashir Saimany (beliau di gantung tahun 1992).
- Dr.Ali Mudzaffariyan ( beliau di gantung 1992).
- Al-Allamah Ahmad Mufti Zaadah ( beliau digantung 1993 ).
- Syaikh Allamah Muhammad Sholeh Dhiya`i ( beliau di bunuh tahun 1994 ).
- Maulawi Abdul `Aziz Al – Ihyary ( beliau diracun tahun 1994).
- Dr. Ahmad Mirin ( beliau di bunuh tahun 1996).
- Syaikh Maulawi Abdul Malik Mulla Zadeh ( beliau di bunuh tahun 1996).
- Syaikh Farud Farsayad ( beliau di bunuh tahun 1996 ).
- Syaikh Jamayid Zahiy ( beliau di bunuh tahun 1996 ).
- Syaikh Mulla Muhammad Ruba`iy ( beliau di bunuh tahun 1996 ).
- Dr. Abdul Aziz Khazimi ( beliau di bunuh tahun 1996).
Dan masih banyak lagi yang lainya. Allahu yarchamhum.
Bersambung….
Produk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
Kader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
Pengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
Kajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar