• MAJALAH SINARANProduk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
  • KADER DAKWAHKader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
  • ARAHAN PAK YAIPengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
  • KAJIAN JUM'ATKajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
  • MPAQ Daerah CilacapPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
  • MPAQ Daerah KlatenPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
  • css sliderPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Magelang dsk
  • MPAQ Daerah YogyaPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk

Membangun Kesepakatan Dengan Anak Dirumah

Andiii.....ayo mandii....segera berangkat ke sekolah, bereskan buku-bukumu, kapan waktumu belajar, ayo makannya, jangan berlama-lama kita akan segera berangkat ke sekolah, nanti ayah terlambat ke kantor dan lain-lain yang sering sekali kita mengingatkan kepada anak-anak kita untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangannya. Dalam mengingatkan di atas tentunya kita juga mearasa bosan terus anak harus di ingatkan akan tugas-tugasnya, bahkan kita juga sebagai orang tua kadang jengkel kenapa perkataan kita tidak diperhatikan oleh anak kita, padahal itu untuk kebaikan dia juga agar lebih mandiri dan faham akan tugas bantu dirinya, yang lebih farah lagi anak juga merasa bosan dan bahkan tidak nyaman terus saja bunda, ayah menginga atkanku untuk melakukan ini itu dsb. 

Sering kali banyak orang tua mengeluhkan bahwa ia kesulitan untuk mengingatkan anaknya berangkat sekolah, entah karena mandi, makannya berlama-lama, memakai baju, sepatu, menyiapkan barang keperluaannya tidak segera dilakukannya, padahal orang tua juga harus berangkat kerja ke kantor sehingga setiap pagi sering terjadi konflik kecil yang menyita energi kedua belah fihak (orang tua ataupun anak).

Kejadian ini, sepertinya masalah klasik yang sering dan biasa terjadi dalam sebuah rumah tangga kehidupan pendidikan di rumah, namun orang tua kadang tidak memahami apa yang seharusnya dilakukan. Banyak yang menyikapinya dengan cara yang keras dengan memaksakan kehendak agar anak mengikutinya segera mandi dan berangkat ke sekolah dengan dimandiin, dibantu atau disuruh segera dengan ancaman kecil agar orang tua tidak terbengkalai pekerjaan di kantornya. Ada juga orang tua yang membiarkannya anak yang tidak segera meyelesaikannya dengan cara ditinggalkannya begitu saja ke kantor terserah anaknya mau segera atau tidak.

Seharusnya bagaimana kita menyikapi permasalahan rutinitas yang sering mengganggu kenyamanan hubungan di dalam rumah..?, agar kita merasa tenang dan anakpun senang bisa melakukan tugas-tugas perkembangannya. Yang paling utama anak terbiasa melakukan tugas perkembangan tanpa merasa dipaksakan.

Salah satu cara agar kita bisa melakukan aktifitas dan mendidik anak kita menyelesaikan tugas-tugas perkembangannya yaitu dengan kontrak / membangun kesepakatan di rumah. Ada beberapa tahapan dalam membangun kesepakatan di rumah :


  1. Tenttukan masalah apa yang akan kita perbaiki dengan anak kita, misalnya anak suka berlama-lama kalau mandi sehingga menyebabkan aktifitas kita sering terlambat. 
  2. Bicarakan dengan anak kita kalau terus seperti ini kita semua akan kesulitan melaksanakan tugas kita masing-masing dan tawarkan bagaimana kalau mandi kamu antara jam sekian sampai sekian.
  3. Berikan poin apabila mandi sesuai jadwal, dan hitung poin tersebut kalau sudah seminggu bisa diberi reward / hadiah yang sesuai dengan kebutuhan anak.
  4. Kurangi poin apabila anak terlambat lagi mandi atau mandi di luar jam yang telah ditentukan.
  5. Terus lakukan dengan konsisten. Kalau sudah satu bulan dengan point sekian bias diberi penguat yang lebih baik misalnya diberikan mainan kesuakaannya dan lainlain.
  6. Pencatatan point bisa dengan gambar atau setiker yang menarik, apabila anak melakukan prestasi maka biarkan ia sendiri yang menempelkannya. 
  7. Pencatatan selalu tertempel terlihat dan mudah dijangkau anak, agar anak merasa bahwa ini merupakan prestasi dirinya.
  8. Kita tidak harus banyak mengingatkan, cukup mengatakan ini waktunya apa..?, Selamat mencoba…..bertahap sesuai kemampuan anak dan juga disesuaikan dengan permasalahan apa yang akan dibiasakan dan dilatihkan. Wallahu a’lam bishowab.


Ditulis Oleh

Author
Adin Suryadin, Psi., M.Si
Team Psikologi BIAS
Nantikan kajian Psikologi Syari'ah berikutnya, hanya ada di www.mpaqpusat.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar