فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ
Artinya :
Dalam hati mereka ada penyakit [23], lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (Al-Baqoroh:10)
[23] Yakni keyakinan mereka terdahap kebenaran Nabi Muhammad s.a.w. lemah. Kelemahan keyakinan itu, menimbulkan kedengkian, iri-hati dan dendam terhadap Nabi s.a.w., agama dan orang-orang Islam.
Didalam ayat ini Alloh memberikan penjelasan kepada kita bahwa orang menjadi munafik disebabkan dari hati keimanannya terdapat “penyakit”.Adapun penyakit yang menjadikan munafik adalah : Tidak menghendaki serta tidak berhukum dengan hak Allah dan Rosul didalam menyelesaikan masalah dunia, sebagaimana terdapat didalam QS : An-Nuur ayat 47-48 yang berbunyi :
وَيَقُولُونَ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالرَّسُولِ وَأَطَعْنَا ثُمَّ يَتَوَلَّىٰ فَرِيقٌ مِنْهُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ ۚ وَمَا أُولَٰئِكَ بِالْمُؤْمِنِينَ(٤٧) وَإِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ إِذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ مُعْرِضُونَ (٤۸ )
Artinya :
(47). dan mereka berkata: "Kami telah beriman kepada Allah dan rasul, dan Kami mentaati (keduanya)." kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. (48). dan apabila mereka dipanggil kepada Allah [1044] dan Rasul-Nya, agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang. (An-Nuur:47- 48)
[1044] Maksudnya : dipanggil untuk bertahkim kepada Kitabullah.
Dan QS : An-Nisaa’ ayat 60 yang berbunyi :
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا
Artinya :
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? mereka hendak berhakim kepada thaghut [312], Padahal mereka telah diperintah mengingkari Thaghut itu. dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. (An-Nisaa : 60).
[312] Yang selalu memusuhi Nabi dan kaum muslimin dan ada yang mengatakan Abu Barzah seorang tukang tenung di masa Nabi. Termasuk Thaghut juga:
- Orang yang menetapkan hukum secara curang menurut hawa nafsu.
- Berhala-berhala.
Dijelaskan didalam surat diatas bahwa orang munafik memiliki keraguan untuk berhukum dengan hak Alloh dan Rosul dan sengaja menolak jika “hukum” tersebut tidak sesuai dengan nafsunya dan tidak menguntungkan atau tidak berfihak terhadap kepentingannya.
1. Bertaubah penolakan atau kekafiran setelah mendengarkan keterangan Al-Quran, karakter ini terdapat dalam QS : At-Taubah ayat 124-125 yang berbunyi,
وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَٰذِهِ إِيمَانًا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ (۱۲۴) وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ (۱۲۵)
Artinya :
(124). dan apabila diturunkan suatu surat, Maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turannya) surat ini?" Adapun orang-orang yang beriman, Maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira. (125). dan Adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit [666], Maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. (At-Taubah:124-125)
[666] Maksudnya penyakin bathiniyah seperti kekafiran, kemunafikan, keragua-raguan dan sebagainya.
Dimana, jika seseorang dalam hatinya ada keimanan maka saat mendengar Al-Qur’an dengan segala syariat yang ada didalamnya maka akan menambah iman dan kepatuhannya kepada syariat Alloh, dan hal ini berlainan dengan keadaan orang munafik.
2. Membuat makar untuk melemahkan Islam, diantaranya peristiwa fitnah terhadap Aisyah didalam perang Al-Muraisi. Dimana pada saat kepulangan rombongan, Aisyah tetinggal dari rombongan (Aisyah fisiknya mungil dan berada didalam tenda yang dipanah). Karena pada saat rombongan beristirahat, Aisyah merasa kehilangan kalung dan dia keluar dari tandu untuk mencari kalungnya yang hilang dan akhirnya Aisyah tertinggal dari rombongan. Singkat cerita akhirnya Aisyah yang tertinggal ditemukan oleh sahabat Shofwan Ibnu Mu’aththal ( pasukan penyisir ) dan memperlisahkan Aisyah naik diatas untanya, dan Shofwan berjalan menuntun unta sehingga bertemu dengan rombongan pasukan Rosululloh. Melihat peristiwa ini Abdullah bin Ubay ( seorang munafik pada jaman Rosul ) meniupkan api kemarahan dengan menuduh Aisyah berselingkuh sehingga membuat Rosululloh sedih, dan fitnah ini benar-benar mampu membuat instabilitas umat Islam.
3. Di akherat akan dipisahkan dari kelompok orang beriman, sebagaimana terdapat didalam QS : Al-Hadiid ayat 14 yang berbunyi,
يُنَادُونَهُمْ أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ وَلَٰكِنَّكُمْ فَتَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ الْأَمَانِيُّ حَتَّىٰ جَاءَ أَمْرُ اللَّهِ وَغَرَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ
Artinya :
Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: "Bukankah Kami dahulu bersama-sama dengan kamu?" mereka menjawab: "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran Kami) dan kamu ragu- ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang Amat penipu. (A-Hadiid:14)
Didunia orang munafik tidak bisa dibedakan dengan orang beriman karena kemunafikan memang berasal dari keimanan yang “ berpenyakit ”, sehingga pada jaman Rosululloh pun orang munafik sholatnya dishof paling depan saat sholat bersama Rosullulloh.
Produk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
Kader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
Pengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
Kajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar