(Hasil kajian bersama Bapak KH. Abdul Wahid Hasyim, rutin dan urut mengkaji kitab tafsir IBNU KATSIER setiap hari Ahad di Masjid Al Masyhur desa Bageng – Gembong )
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لاَ تُفسِدُوا فِي اْلأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ {} أَلاَ إِنَّهُم هُمُ الْمُفِسِدُونَ وَلَـكِن لاَّ يَشْعُرُونَ
Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab:"Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan". (QS. 2:11)
Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (QS. 2:12)
Ayat diatas memberikan gambaran akan bentuk - bentuk tindakan munafik yang telah dikatakan Allah sebagai membuat kerusakan di muka bumi, pada prinsipnya adalah ketika kehidupan ini tidak diatur dengan sistem Allah maka yang terjadi adalah kerusakan di muka bumi. Karena kehidupan akan menjadi kacau dan tidak teratur. Dan sesungguhnya itulah yang dikehendaki orang - orang munafik. Meskipun yang mereka katakan adalah sedang berbuat kebaikan. Dengan hujjah keadilan dikatakannya bahwa apa yang mereka lakukan semata - mata untuk mendamaikan antara kelompok mukmin dan kelompok kafir yang berasal dari kelompok musyrikin dan ahli kitab. Akan tetapi Allah Maha Tahu atas kebusukan hati orang - orang munafik. Mereka tidak pernah berharap kebaikan bagi umat Islam. Maka dengan tegas Allah menjawab, bahwa orang - orang munafik beraharap kerusakan, akan tetapi mereka tidak sadar bahwa apa yang mereka lakukan adalah wujud dari membuat kerusakan.Adapun yang di maksud dengan membuat kerusakan di muka bumi adalah :
1. Orang beriman menjadikan orang kafir sebagai pimpinan dan sebagai orang kepercayaan.orang - orang munafiq berharap agar Rasulullah SAW memberikan posisi kepada Yahudi dan Nasrani agar bisa mempunyai peran dalam menentukan kebijakan - kebijakan publik.
Namun tidak pernah dipahami bahwa Yahudi – Nasrani tidak akan mungkin bisa diajak bersama - sama untuk membangun masyarakat Madinah karena dalam hati mereka penuh dengan kebencian kepada Islam.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لاَ يَأْلُونَكُمْ خَبَالاً وَدُّوا مَاعَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَآءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ اْلأَيَاتِ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (QS. 3:118)
Sampai kapanpun orang - orang Ahli Kitab tidak akan pernah berkehendak untuk tegaknya syariat Islam. Mereka bekerja sama dengan orang - orang munafik berusaha sekuat mungkin untuk membengkokkan syari’at.
Bahkan dalam Qs AL Baqoroh : 120
وَلَن تَرْضَى عَنكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَآءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَالَكَ مِنَ اللَّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. 2:120)
Dengan jelas Allah menyatakan bahwa Yahudi dan Nasrani belum akan tidur nyenyak sebelum mereka membuat Uamat Islam masuk ke dalam agama mereka. Nasrani berharap agar umat Islam murtad dari agamanya, maka berbagai upaya ditempuh untuk mengkristenkan umat Islam. Lain dengan target Yahudi, yang tidak begitu berharap uamat Islam murtad dan masuk ke dalam agama mereka. Akan tetapi lebih dari itu Yahudi menginginkan ide ide sekulernya bisa masuk ke dalam sanubari segenap umat Islam. Dan tampaknya Yahudi telah berhasil mengembangkan misinya.
2. Tidak patuh kepada Nabi
3. Membuat makar dengan jalan menselisihi kebijakan Nabi dan Sahabat (membuat kelompok oposisi) .
Tentang hal ini Allah menjelaskan dalam QS AT TAUBAH : 107
وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِّمَنْ حَارَبَ اللهَ وَرَسُولَهُ مِن قَبْلُ لَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَآ إِلاَّ الْحُسْنَى وَاللهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang. orang yang mendirikan mesjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mu'min), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mu'min serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah:"Kami tidak menghendaki selain kebaikan". Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya) (QS. 9:107)
Atas dukungan Raja Romawi, Heraclius orang orang Munafik membangun Masjid Dhiror, yang dibangun dekat sekali dengan Masjid Quba’.
Ini adalah konspirasi kejahatan yang dilakukan orang orang Munafik untuk memecah belah dan melemahkan kekuatan umat Islam. Mereka membangun masjid bukan diniatkan sebagai tempat untuk beribadah akan tetapi sengaja untuk menandingi Rasulullah yang semakin mempuinyai pengaruh kuat di masyarakat Madinah.
Karena itu Rasulullah tidak membiarkan makar yang dilakukan orang orang Munafik, dengan memperintahkan sahabat untuk merobohkan masjid tersebut.
Sehingga harapan orang munafik agar orang orang Yahudi-Nasrani bisa berperan untuk menentukan kebijakan public sudah cukup akan membuat rusaknya system Islam. Rusaknya system Islam berakibat rusaknya system alam dan seisinya.
Seperti yang disabdakan Rasulullah SAW Riwayat Baihaqi dari Ali Bin Abi Thalib
يُوشِكُ اَنْ يَاتِي علي النَّاسِ زَمَانٌ لَا يَبْقَي مِنَ الْاِسْلَامِ اِلَّا اِ سْمُهُ وَلَا يَبْقَي مِنَ الْقُرْاَنِ اِلَّا رَسْمُهُ وَمَسَاجِدهُمْ عَامَّرَةٌ وَهِيَ خَرَابٌ مِنَ الْهَدْيِ وَ عُلَمَاءُهُمْ شَرُّ مَنْ تَحْيَ ادِيْمَ السَّمَاءِ مِنْ عِنْدِهِمْ تَخْرُجُ الْفِتَنِ وَفِيْهِمْ تَعُوْدُ (رواه البيحقي)
“ Akan datang suatu jaman di mana Islam tinggal nama, Al Qur’an tinggal tulisan. Masjid masjidnya makmur akan tetapi jauh dari petunjuk. Ada petunjuk akan tetapi petunjuk yang menyesatkan. Ulamanya jahat di bawah kolong langit, dari mereka timbul fitnah”
Produk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
Kader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
Pengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
Kajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar