• MAJALAH SINARANProduk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
  • KADER DAKWAHKader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
  • ARAHAN PAK YAIPengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
  • KAJIAN JUM'ATKajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
  • MPAQ Daerah CilacapPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
  • MPAQ Daerah KlatenPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
  • css sliderPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Magelang dsk
  • MPAQ Daerah YogyaPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk

Jangan Lagi Berdebat Tentang Qunut

Bahaya tentang sekte Syiah sudah di depan mata kita. Menurut sumber yang terpercaya, saat ini Syiah di Indonesia sudah menulis 100 nama tokoh (salah satunya adalah Ust. Farid Achmad Okbah) yang akan dibantai sebelum mereka melakukan revolusi di Indonesia. 

Mari rapatkan barisan. Jangan lagi berdebat tentang qunut atau tidak qunut, bismillah jahr atau sirr, tahlil atau tidak tahlil, maulid atau tidak maulid.Sudah bukan masanya ummat Islam berdebat tentang hal yang sejak zaman dahulu dan sampai kapan pun tidak mungkin terselesaikan.Ingat di depan kita ada musuh yang teramat sangat berbahaya, yaitu Syiah.

Musuh Bersama
Mari kita jadikan Syiah sebagai musuh bersama ummat Islam.Jangan sampai genosida yang mereka lakukan di Suriah mereka lakukan juga di negeri ini.Dulu ummat Islam di Suriah tidak begitu menggubris peringatan tentang bahaya Syiah, sehingga sekarang mereka baru merasakan bahwa Syiah itu aliran agama yang sangat kejam dan tidak manusiawi alias sangat biadab.Bahkan kalau dibandingkan dengan kebiadaban Yahudi sekalipun, Syiah ini lebih kejam dan biadab.Saat terjadi perang di Irak orang-orang Syiah melakukan pembantaian. Siapapun warga Irak yang memiliki nama Abu Bakar, Umar, Utsman atau Aisyah langsung mereka penggal kepalanya. Hal yang tidak dilakukan oleh orang Yahudi saat bertemu dengan orang yang memiliki nama Hitler.

Mengapa kita harus menjadikan Syiah sebagai musuh bersama ummat Islam?Karena Syiah sendiri sudah menyatakn anti-Islam. Emilia Renita, istri dari dedengkot Syiah di Indonesia Jalaludin Rahmat, sudah menyatakn dengan terang benderang di status fesbuknya bahwa Syiah bukan Islam. Tuhan Syiah juga tidak sama dengan Tuhan agama Islam. Artinya Syiah ini bukan bagian dari Islam.Dan yang terpenting adalah kita harus belajar dari sejarah tentang bagaimana bencinya Syiah kepada Islam.Maka sudah seharusnya kita menjadikan Syiah sebagai musuh bersama.

Jebakan Syiah
Kita harus waspada dengan agenda Syiah yang berusaha memperbanyak anggotanya di negeri ini.Cara pertama yang mereka pakai tentu saja dengan ber-taqiyah, yaitu berpura-pura menjadi penganut Ahlus Sunnah.Mereka tidak menampakkan ke-Syiah-an mereka.Sebagaimana yang terjadi di Ponpes YAPI Bangil Jawa Timur. Bertahun-tahun ummat Islam tertipu dengan pesantren ini yang bertaqiyah sebagai pesantren Ahlus Sunnah. Dan syukurlah kebohongan itu pun akhirnya terbongkar, bahwa ponpes YAPI Bangil adalah ponpes Syiah.

Setelah mereka bertaqiyah, mereka akan merekrut anggota dengan cara memberikan materi ajar tentang kecintaan kepada Nabi secara berlebihan. Kecintaan kepada Ahlul bait secara berlebihan. Dan jika materi ini berhasil, maka mereka akan sampaikan riwayat-riwayat palsu, hadits-hadits palsu yang mendeskreditkan para shahabat. Dari sini mereka akan menanamkan kebencian kepada para shahabat nabi terutama Abu Bakar, Umar, dan Utsman.

Cara jitu lainnya yang dipakai oleh Syiah dalam merekrut banyak anggota adalah zina mut’ah. Bahkan dikatakan bahwa mereka yang mau melakukan zina mut’ah maka akan mendapatkan pahala yang sangat besar. Dari jebakan ini, banyak sekali lelaki yang tergiur untuk masuk ke dalam agama Syiah.Syiah tahu bahwa zaman akhir adalah zaman dimana manusia semakin suka untuk memperturutkan nafsu mereka. Ironisnya di saat yang sama, kaum muslimin ahlus sunnah dicemooh ketika melakukan sunnah poligami. Padahal poligami adalah sunnah thoyyibah yang dicontohkan oleh Nabi (bahkan kekasih Allâh, Nabi Ibrahim as juga berpoligami), dan lazim dilakukan oleh para shahabat.

Kebrutalan Syiah
Tidak dapat disangsikan agama Syiah adalah agama penjagal, agama pembasmi manusia.Selain di Irak, fakta-fakta kebrutalan Syiah di Suriah yang dipimpin oleh rezim Assad juga terjadi. Ada banyak bukti yang bisa kita saksikan di internet.Bagaimana seorang wanita dilempar ke jalan setelah ditelanjangi dan diperkosa oleh tentara-tentara setan Assad.Padahal ia adalah gadis muslimah yang selalu menjaga auratnya. Kaum muslimin tidak berani mendekat, hanya meratap dari balik tembok rumah mereka.Ketika datang seorang pemuda memberanikan diri hendak menyelamatkannya, ia diberondong peluru hingga tewas. 

Ada pula seorang pemuda yang dipaksa untuk mengucapkan “Laa ilaaha illa Bashar” (Tiada Tuhan selain Bashar al-Assad). Namun ia bergeming dan diam seribu bahasa. Ia masih memegang tauhid bahwa Tuhannya hanyalah Allâh, bukan yang lain, apalagi manusia. Maka ia pun dikubur hidup-hidup oleh tentara jahat Syiah Bashar al-Assad. 

Anak-anak usia 2 sampai 3 tahun dikumpulkan di satu tempat, lalu satu per satu mereka digorok dengan pisau dan tewaslah anak-anak tak berdosa itu di tangan tentara Syiah Assad. Para wanita diperkosa di depan anak-anak dan suami mereka. Pria disembelih dan dipotong-potong di depan istri dan anak-anak mereka. 

Masjid-masjid kaum muslimin dihancurkan, diratakan dengan tanah.Lalu disana dikibarkan bendera bertuliskan “Yaa Hussein”.

Di tanah Syam, dimana shahabat Khalid bin Walid dimakamkan. Syam bumi yang diberkahi.Di sanalah kelak seluruh manusia dikumpulkan pada Hari Kiamat.Mereka anak-anak kita disembelih secara brutal.Mereka saudara-saudara kita dibantai dengan kejam tanpa ampun. Sungguh kita tidak boleh tinggal diam. Jangan sampai Syiah juga melakukan hal yang sama di negeri ini Indonesia. 

Mengapa Hanya Husein?
Kita harus tahu, mengapa Syiah senantiasa memuja dan menyembah Husein saja dan tidak mencintai anak-anak Fatimah yang lain? Berikut daftar nama anak kandung laki-laki dari Ali bin Abi Thalib r.a:

  1. Hasan bin Ali bin Abi Thalib.
  2. Husein bin Ali bin Abi Thalib.
  3. Muhsin bin Ali bin Abi Thalib.
  4. Abbas bin Ali bin Abi Thalib.
  5. Hilal bin Ali bin Abi Thalib.
  6. Abdullah bin Ali bin Abi Thalib.
  7. Jakfar bin Ali bin Abi Thalib.
  8. Usman bin Ali bin Abi Thalib.
  9. Ubaidillah bin Ali bin Abi Thalib.
  10. Abu Bakar bin Ali bin Abi Thalib.
  11. Umar bin Ali bin Abi Thalib.

Dan selama ini kita tidak pernah melihat bendera bertuliskan “Ya Hasan”, “Ya Muhsin”, atau putra-putra Ali yang lain. Kita hanya mendapati bendera Ya Husein. Padahal Hasan bin Ali bin Abi Thalib lahir juga dari rahim Fatimah. Mengapa hanya Husein yang disembah?

Dan, tahukah anda bahwa 12 imam Syiah itu seluruhnya berasal dari keturunan Husein saja? Syiah hanya mensakralkan Husein saja, dan tidak mensakralkan Hasan atau anak-anak Ali bin Abi Thalib yang lain. Jawabannya adalah karena Husein menikahi wanita Persia Iran, putri dari Raja Yazdegerd yang bernama Shahrbanu atau yang dikenal dengan namaSyahzinan. Ketika itu Persia ditaklukkan oleh Khalifah Umar bin Khattab, putra-putri raja Persia ditawan. 

Saat itu Umar menghadiahkan putri sang Kaisar yang bernama Syahzinan kepada Husein bin Ali bin Abi Thalib. Dan Husein pun menikahi wanita ini.Oleh karena itulah Syiah begitu mensakralkan Husein dan para imam Syiah yang terlahir dari Syahzinan berdarah Persia. Artinya mereka mencintai keturunan raja mereka yang berdarah Persia, bukan mencintai ahlul bait atau keturunan Nabi. Jadi jika mereka mengaku mencintai ahlul bait, ini adalah omong kosong belaka.

Hakekatnya, mereka sangat mencintai ahlul bait kaisar Persia yang menjadi moyang 12 imam yang kesemuanya berasal dari ibu berdarah Persia. Mereka sangat fanatik dalam mencintai dan memuja kakek anak-anak Husein, bukan sang Nabi saw yang berasal dari Arab. Imam-imam yang mereka sakralkan dan mereka anggap maksum satu level dengan nabi itu hanyalah imam-imam yang berasal dari keturunan raja Persia, tidak ada satupun yang berasal dari Arab. Dan sejarah pun telah membuktikan betapa sekte Syiah ini teramat sangat benci kepada Arab.

Pernah dalam sejarah, selama setahun lamanya tidak ada orang yang mengunjungi Ka’bah, baik untuk menunaikan Haji maupun Umroh.Pada masa itu, orang Syiah di bawah pimpinan Abu Thohir.Meskipun namanya Thohir yang berarti suci, tapi di bawah pimpinannya justru dialah yang mengotori Makkah.Air zamzam pada zaman itu berubah warnanya menjadi warna darah, akibat tindakan Syiah ini.Sekte Syiah ini menguasai Makkah dan menyatakan bahwa ibadah Haji adalah suatu amalan yang menyesatkan.Sehingga siapapun orang yang berhaji dibunuh oleh orang Syiah pada zaman itu.Mereka berdiri di perbatasan Makkah untuk membunuh siapapun yang datang ke Makkah dalam rangka ibadah Haji.

Dan orang yang sudah berada di Makkah, mereka bantai lalu mayatnya dilemparkan ke sumur zamzam.Dan bahkan mereka merusak pintu Ka’bah, melepeaskan kiswahnya lalu merobek-robek dan mencuri Hajar Aswad.Mereka mencongkel Hajar Aswad hingga pecah, membawa Hajar Aswad ke negeri mereka. Lama sekali Ka’bah tidak memiliki Hajar Aswad akibat perbuatan mereka ini. Dan sungguh luarbiasa, di pinggir Ka’bah, mereka orang-orang Syiah ini, menantang: “Mana nih burung ababil! Ayo turun kalian.”Itulah kebiadaban Syiah, sejarah demi sejarah telah membuktikan.Ini bukan fiksi, tapi fakta.Inilah agama yang paling kejam saat ini.Musuh nyata ummat Islam.

Selamanya Syiah akan benci kepada Arab, dimana Rasul dan para shahabat dilahirkan. Bohong besar, kalau mereka mencintai ahlul bait.Bahkan meskipun mereka pergi untuk “haji”, namun bukan untuk beribadah.Yang mereka lakukan di tanah suci adalah untuk membuat kekacauan. Lafal yang mereka lantunkan pun bukan “labbaikallahumma labbaik”, akan tetapi yang mereka ucapkan adalah “labbaika ya husein, labbaika ya husein.”Pada hari ini, siapa saja yang benci kepada segala hal yang berbau Arab, jangan-jangan mereka adalah bagian dari sekte Syiah.Padahal Islam diturunkan di tanah Arab, al-Qur’an berbahasa Arab, ibadah sholat dianggap sah jika dilafalkan dengan bahasa Arab. Waspadalah! @muhsinsuny.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar