• MAJALAH SINARANProduk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
  • KADER DAKWAHKader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
  • ARAHAN PAK YAIPengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
  • KAJIAN JUM'ATKajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
  • MPAQ Daerah CilacapPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
  • MPAQ Daerah KlatenPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
  • css sliderPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Magelang dsk
  • MPAQ Daerah YogyaPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk

Tafsir Ayat ke 7 Surat Al-Fatihah

( Hasil kajian rutin kitab tafsir IBNU KATSIR bersama KH. Abdul Wahid Hasyim, setiap hari Ahad di Masjid Al -Masyhur, Desa Bageng Kecamatan Gembong Kabupaten Pati )
Majalah Sinaran Ed.17
Hal.25 - 28
Lanjutan ayat ke 7 Surat Al-Fatihah

غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّينَ

Adapun yang termasuk orang-orang yang dimurkai Allah, yang dibahas dalam Sinaran Edisi ke – 16 adalah sebagai berikut :

5. Berdusta dengan atas nama Allah
Yaitu membuat berita yang menyimpang dari hukum Allah dengan mengatas namakan Allah, seperti yang di jelaskan Allah dalam QS. Hud : 18

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أُولَئِكَ يُعْرَضُونَ عَلَى رَبِّهِمْ وَيَقُولُ الأشْهَادُ هَؤُلاءِ الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى رَبِّهِمْ أَلا لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ

Artinya : Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi akan berkata, "Orang-orang inilah yang telah berbohong terhadap Tuhan mereka.” Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) keada orang yang zalim

Misalnya konsep trinitas yang di ajarkan Paulus, yang sampai sekarang ini diyakini orang-orang Nasrani sebagai ajaran Nabi Isa As. Paulus adalah keturunan yahudi dengan nama asli Saul, lahir di Turki yang tidak pernah bersentuhan dengan Nabi Isa, bukan pula pengikutnya bahkan paulus merupakan musuh pengikut nabi isa.

Saat menjadi jendral Saul inilah yang menangkap Nabi Isa, ketika Nabi Isa wafat sang jendral Saul yang berubah nama menjadi Paulus dan mengakui sebagai murid Nabi Isa, menyebarkan konsep Trinitas, tiga Tuhan yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Roh kudus.

Ajaran yang menyimpang jauh dari risalah tauhid yang dibawa oleh Nabi Isa as. Seperti yang dijelaskan Allah dalam QS. Al – Maidah : 116

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلامُ الْغُيُوبِ

Artinya : Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, "Wahai Isa putera Maryam! Kamukah yang mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?". Isa menjawab, "Mahasuci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkau-lah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib

Nabi Isa mengajak umatnya untuk kembali kepada kitab Taurot yang intinya tidak jauh beda dengan kitab Injil, yaitu menyerukan risalah tauhid yang akhirnya risalah ini dilanjutkan oleh Rosululloh Muhammad saw.

Seperti yang diberitakan Allah dalam QS. Ash – Shaaf : 6 – 7

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ (٦) وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَى إِلَى الإسْلامِ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (٧

Artinya : Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, "Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, "Ini adalah sihir yang nyata."

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah padahal dia diajak kepada (agama) Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim

Orang yang paling dzalim adalah mereka yang membuat cerita-cerita dusta dengan mengatas namakan Allah, dan yang lebih penting dari itu semua adalah ancaman Allah bagi orang-orang dzalim di atas.

Seperti yang disabdakan Rosululloh dalm hadistnya :

مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ فَالْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
Artinya : Barang siapa membuat dusta dengan atas namaku, maka tempatkanlah tempat duduknya di neraka.

Dusta atas nabi dilakukan oleh orang-orang Syi’ah, misalnya cerita tentang khutbah Nabi Muhammad saw ketika haji wada’ bahwa sepeninggal nabi yang menggantikannya adalah Ali bin Abu Tholib kemudian dalam hadist tersebut di ceritakan bahwa pada saat nabi berkhutbah Abu bakar dan Umar memaki nabi dengan perkataan “Bah Bah” sehingga hadits palsu yang dibuat-buat oleh orang Syi’ah ini terkenal dengan sebutan “Hadits Bah Bah”

Golongan Syi’ah paling banyak membuat hadits-hadits palsu dengan mengatasnamakan nabi dan hal ini hukumnya sama dengan berdusta atas nama Allah.

6. Cinta Dunia Mengesampingkam Akhirat
Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 106 – 107

مَن كَفَرَ بِاللهِ مِن بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلاَّ مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِاْلإِيمَانِ وَلَكِن مَّن شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ اللهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمُُ {} ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ اسْتَحَبُّوا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى اْلأَخِرَةِ وَأَنَّ اللهَ لاَيَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ 

Artinya :
Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orangyang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. (QS. 16:106) Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. (QS. 16:107)

Ayat yang menjelaskan tentang orang-orang beriman yang rela menanggalkan keimananya karena terpengaruh dengan kenikmatan dunia. Maksudnya adalah demi kepentingan duniawi mereka melanggar syari’at atau melawan orang-orang yang menegakkan syari’at Islam. Lain masalahnya apabila pelanggaran syari’at dikarenakan keterpaksaan dengan tetap hatinya iman terhadap kebenaran syari’at Islam.

Dalam Al-Qur’an dikisahkan tentang Bal’am bin Ba’ura, seorang ulama dan ahli ibadah yang hidup pada masa Nabi Musa as. Tinggal di Jababiroh. Oleh Allah Bal’am bin Ba’ura diberi kelebihan ilmu agama, sehingga menjadi tokoh dan panutan bagi masyarakat sekitar. Bahkan karena alim dan ‘abidnya, setiap do’a yang dimunajatkan Bal’am pasti akan dikabulkan Allah.

Akan tetapi Bal’am hidup dilingkungan orang-orang kafir, tidak mau ibadah kepada Allah, serta membenci syari’at Allah. Sudah barang tentu akhirnya mereka pun membenci Nabi Musa as. Hingga suatu saat Nabi Musa as berkehendak mengajak Bal’am untuk bersama-sama menegakkan syariat atau berdakwah bersama yang tentunya bukan sesuatu yang di kehendaki oleh masyarakat setempat. Maka lewat sang raja mereka menghasut Bal’am agar tidak bekerja sama dengan Nabi Musa mengembangkan dakwah di Jababiroh. Atau kalau bisa Nabi Musa tidak perlu berdakwah di wilayah Jababiroh.

Karena kepentingan dunimawi Bal’am bin Ba’ura seorang ulama dan ahli ibadah terjerumus dalam dosa besar yaitu membantu kelompok yang memusuhi Nabi Musa sebagai penegak syari’at Allah. Cerita tersebut bisa dilihat di QS. : Al A’raf : 175 – 176

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِيْ ءَاتَيْنَاهُ ءَايَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِيْنَ {} وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى اْلأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلُ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ذَلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِئَايَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ 

Artinya : 
Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. (QS. 7:175) Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (QS. 7:176)

Ada garis pemisah yang tegas antara cinta dunia, yaitu hidup yang hanya di orientasikan untuk kepentingan - kepentingan dunia saja, dengan kepentingan akhirat yaitu jihad fie sabilillah, menegakkan syari’at Allah. Kita diharapkan pada kedua pilihan dan mana yang akan lebih dulu kita utamakan?

Dengan masing-masing akan memberi akibat kelak di akhirat.

قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللهُ بِأَمْرِهِ وَاللهُ لاَيَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Artinya :
Katakanlah:"Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai lebih daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS. 9:24) Ketika pada akhirnya kepentingan-kepentingan duniawi yang lebih kita utamakan dan mengesampingkan kehidupan akhirat maka Allah akan memberi keputusan tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. 

 Wallahu a’lam bish-showaab
 Bersambung…

Ditulis Oleh

Author
HM. Kartono
Sekretaris Umum MPAQ
Nantikan Tafsir Surat Al Fatehah berikutnya, hanya ada di www.mpaqpusat.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar