![]() |
| Majalah Sinaran Ed.17 Hal. 35 - 36 |
Saya laki-laki dibawah 40 tahun, wiraswasta, giat mengaji dan pekerja keras. Saya hidup tentram dengan seorang istri dan dua anak. Hampir setiap hari banyak cewek yang selalu ingin dekat dengan saya, baik itu rekan kerja maupun klien saya. Istri saya sangat percaya dengan kesetiaan saya hingga dia tidak khawatir kalau saya berpotensi selingkuh. Sebagai laki-laki normal saya sangat butuh keharmonisan dalam hubungan biologis sama istri saya namun seringkali dia menolak dengan berbagai macam alasan, capek lah, kasihan kesehatan saya terganggu lah, masih banyak hal yang perlu dipikirkan lah dan lain-lain. Saya sangat khawatir dengan posisi saya yang selalu ada kesempatan seligkuh. Saya mohon tips dan pencerahan bagaimana agar istri saya bisa romantis dalam hal biologis dan saya bisa berhati-hati berhubungan kerja dengan rekan dan klien.
- Trimakasih -
Jawaban :
Di masyarakat kita banyak sekali kita jumpai fenomena yang terbalik untuk masalah wanita sudah merupakan pemandangan dan sekaligus pemahaman bahwa pakaian pesta untuk wanita agar nampak elegan adalah yang terbuka ( entah terbuka punggung
nya atau ( maaf ) terbuka paha atau dada ).
Dan untuk laki-laki terlihat begitu elegan istilahnya jika memakai baju berlapis dan bercelana panjang alias tertutup seluruh badan kecuali telapak tangan dan kepala.
Padahal seluruh manusia bumi ini faham jika kulit wanita lebih sensitif, lekuk tubuh wanita lebih banyak sehingga lebih menarik terhadap lawan jenis. Demikian juga saat wanita masih sebagai gadis maka anak-anak gadis akan merawat tubuh, berdandan dengan sangat bersemangat, demikian juga orang tuanya pun sangat mendukung akan perilaku anak tersebut, tapi sebaliknya, jika seorang wanita sudah menikah maka sering kita jumpai lontaran kalimat “ sudah laku saja kog, nggak usah dandan” padahal jika kita faham, bahwa saat anak kita masih gadis untuk siapa dia merawat diri dan berdandan ?...
Jawabnya adalah untuk kepantasan dilihat orang lain yang bertemu dengan gadis tersebut, akan merasa tertarik dan lain-lain. Sebaliknya jika seseorang wanita telah menikah maka dia (wanita ) punya kewajiban untuk menarik hati suami yang salah satunya adalah berhias ( berdandan ) dan memakai wangi-wangian
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda :
ﺧﻴﺮ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﺍﻣﺮﺃﺓ ﺍﻥ ﻧﻈﺮﺕ ﺍﻟﻴﻬﺎ ﺳﺮﺗﻚ, ﻭﺍﻥ ﺍﻣﺮﺗﻬﺎ ﺍﻃﺎﻋﺘﻚ, ﻭﺍﻥ ﻏﺒﺖ ﻋﻨﻬﺎ ﺧﻔﻈﺘﻚ ﻓﻰ ﻣﺎﻟﻚ ﻭﻧﻔﺴﻬﺎ
“Sebaik-baik wanita ialah wanita yang apabila dipandang menggembirakan hatimu, apabila di perintah ia taat kepadamu, dan apabila di tinggal pergi ia mampu menjaga kehormatan dirinya, keluarganya dan mampu menjaga harta bendamu.”
Demikian juga seoarang wanita dengan calon suami ( maaf ) pacarnya, maka si wanita akan selalu bersemangat untuk bertingkah yang membuat si pacar jadi gemes, sayang juga bersemangat ketika akan bertemu "calonnya ".
Tapi tidak demikian saat telah menikah, maka sangatlah umum kita jumpai istri yang hilang sikap sayangnya, manjanya, dengan suami, hingga urusan yang wajib yakni “ melayani” suamipun nyaris tidak disungguhi oleh para wanita, padahal tujuan dari menikah adalah dihalalkanya “ pergaulan laki-laki dan perempuan, untuk itulah dalam hadist diterangkan bahwa wanita yang menolak suami, maka akan dilaknat malaikat sepanjang malam, banyak para muslim / tidak menyadari bahwa menikah adalah ibadah muamalah, dimana laki-laki / suami memiliki kewajiban memberi nafkah dan mendapat “ pelayananan” dari istri.
Dan sebaliknya istri berkewajiban “melayani” suami dan mendapat hak memperoleh nafkah ( pangan, sandang, papan )
" Apabila seorang suami memanggil seorang istrinya ke tempat tidur dan
sang istri menolaknya, kemudian suami itu tidur semalaman dalam
keadaan marah kepada istrinya, maka para malaikat melaknat istri
tersebut sampai masuk pagi harinya".(HR. Bukhori-Muslim)
Dilihat dari syariat diatas menunjukkan bahwa fokus dari laki-laki dalam berumah tangga adalah kepentingan penyaluran kebutuhan biologis dan fokus wanita pada pernikahan adalah tercukupinya nafkah. Allah mensyariatkan demikian pastilah ada hikmahnya dimana kami sendiri sudah melakukan pengamatan di masyarakat dimana ketika kebutuhan biologis laki-laki tidak terpenuhi maka akan muncul beberapa efek diantaranya : emosi yang tinggi, gelisah, kurang percaya diri. Untuk itulah dalam berumahtangga kesadaran wanita untuk mematuhi perintah Alloh dan Rosululloh dalam “melayani” suami serta kefahaman akan kebutuhan biologis suami menjadi hal yang pokok sehingga para istripun berkewajiban mengusahakan untuk memenuhi kewajiban “pelayanan ini” sehingga akan terwujud keluarga sakinah, karna masing-masing fihak memenuhi kewajibanya.
Dimasyarakat wanita atau istri bisa bersungguh-sungguh untuk mengurus anak, rumah tangga, pekerkajaan, akan tetapi tidak bisa bersungguh-sungguh untuk dapat ” melayani ” suaminya.
Konsultasi dan tanya jawab bisa di kirim via email ke : sinaranmpas@gmail.com
dengan subjek Konsultasi Syariah
Produk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
Kader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
Pengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
Kajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
Pengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk

Tidak ada komentar:
Posting Komentar