• MAJALAH SINARANProduk Kajian MPAQ : Agar Ibadah Menjadi Lebih Midah
  • KADER DAKWAHKader-kader Islami yang telah disiapkan untuk Dakwah
  • ARAHAN PAK YAIPengarahan sebelum pengukuhan MPAQ Daerah
  • KAJIAN JUM'ATKajian jum'at rutin, bersama Ust. Suparman Al Jawi
  • MPAQ Daerah CilacapPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Cilacap dsk
  • MPAQ Daerah KlatenPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Klaten dsk
  • css sliderPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Magelang dsk
  • MPAQ Daerah YogyaPengajian Akbar dan Pengukuhan Anggota MPAQ Daerah Yogya dsk

HUKUM Keluar Mani Tapi Tidak Jima’

PERTANYAAN
Assalâmu’alaikum warahmatullâhi wabarakâtuh.
Maaf ustadz kami mau bertanya, namun jika kurang pas pertanyaannya sebelumnya kami minta maaf. Bagaimana halnya jika ada wanita yang sedang basah (keluar mani) tanpa melakukan hubungan biologis, apa tetap wajib mandi janabah? Wassalâmu’alaikum warahmatullâhi wabarakâtuh. 0812 2825 xxxx

JAWABAN
Didalam kitab Minhajul Muslim, di dalam mendefinisikan jinabah dimana diwajibkan mandi di dalamnya adalah : jimak ( hubungan biologis ) baik keluar mani atau tidak dan inzal ( keluarnya mani ) baik dalam kondisi tidur maupun terjaga, baik laki-laki maupun perempuan. Hal tersebut berdasarkan keumuman firman Allah  SWT, 
dan jikalau kalian junub maka bersucilah”  (QS: al-Maidah: 6) 
apabila ada dua kemaluan bertemu maka wajib mandi” (HR. Muslim) 
Dalam riwayat yang lain “ sekalipun tidak keluar mani” 

Ditulis Oleh

Author
Ust. H. Sigit Sulistyo, Lc
Mjelis Syuro MPAQ
Nantikan kajian Tazkiyatun Nafs berikutnya, hanya ada di www.mpaqpusat.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar